
Sedangkan di tempat lain, nampak seorang pria begitu marah karena mendengar kalau Antonio masih selamat dari penembakan itu.
"Aaaa!!!!...."Aslan begitu marah karena mendengar kabar Kalau Antonio bisa selamat dari penembakan itu. "Bagaimana mungkin pria itu masih bisa selamat saat aku menembak tepat di jantungnya!!" seru Aslan.
Prang..
Prang..
Aslan terus membanting seluruh barang-barang yang ada di kamarnya, terlihat pria itu sangat frustasi saat mendengar kabar Antonio masih bisa selamat dari penembakan yang dilakukan.
"Bagaimana mungkin pria itu masih bisa selamat!" seru Aslan. sesaat kemudian salah satu anak buah Aslan nampak mendatangi pria tersebut.
"Tenanglah bos, kita masih bisa melakukannya!" seru salah satu anak buah Aslan.
"Diamlah, aku sudah merencanakan semua ini dengan sangat matang. namun mengapa pria itu masih bisa selamat?" seru Aslan yang kemudian membanting vas bunga yang berharga jutaan.
Prang...
Prang..
"Aaaaa!!!... Aku pastikan jika aku akan membunuhnya dan dia tidak akan bisa hidup!" seru Aslan yang kemudian mengambil botol minuman beralkohol yang ada di kamarnya.
__ADS_1
Satu minggu kemudian
Nampak Antonio sudah sadar dan sudah merasa lebih baik, terlihat pria itu tersenyum saat melihat sang istri yang wajahnya memerah karena pria itu terus menggodanya.
"Kau ini ya, sudah terluka begini tapi masih bisa mengerjai ku. apakah kau ingin aku pukul hingga kau kau tidak bisa tertawa lagi!" seru Isabella kepada sang suami.
"Ampun-ampun, aku tidak akan melakukannya lagi sayang!" seru Antonio yang kemudian menarik tubuh sang istri hingga wanita itu terjatuh ke dalam pelukannya.
"Apakah kau tidak merindukan ku?" tanya Antonio kepada Isabella.
"Tentu saja aku merindukanmu, Bahkan aku sangat merindukanmu." jawab Isabella.
"Kalau begitu buktikan dong." ucap Antonio yang kemudian menarik tubuh sang istri hingga bibir mereka berdua saling menempel. Tak lama kemudian nampak sebuah gangguan datang ketika Paman Ridwan langsung nyelonong masuk ke kamar Antonio.
"Khem.. khem..." Paman Ridwan yang berdehem saat dirinya tiba-tiba memasuki kamar Antonio. namun pria tua itu tidak tahu kalau keponakannya sedang bermesraan dengan sang istri.
"Paman mau kemana?" tanya Antonio yang wajahnya memerah karena kepergok Paman Ridwan.
"Tentu saja Paman mau keluar, Memangnya Paman mau apa di sini.. mau menonton kalian melakukan adegan seperti tadi." ucap Paman Ridwan yang membuat wajah Isabella langsung memerah.
"Tuh kan..." Isabella kemudian mencubit dasar dada sang suami. Hal itu membuat Antonio merintih karena dadanya dicubit oleh sang istri.
"Auhh...sakit yang..."rinti manja Antonio saat dirinya dicubit oleh sang istri. sedangkan Isabella nampak wanita itu melengos sambil memukul salah satu lengan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Jangan seperti itu Bella. nanti suamimu malah kesakitan, Apakah kau mau kalau dia menginap di sini untuk beberapa lama lagi." ucap aman Ridwan yang membuat untuk Isabella langsung cengar-cengir di depan pria tua itu.
"Apakah Kak Indah sudah berada di sini Paman?" tanya Isabella kepada Paman Ridwan.
"Sebentar lagi istriku akan datang, nanti kau beristirahatlah.. aku akan menjaga suamimu itu karena aku juga ingin mengatakan sesuatu." jawab Paman Ridwan yang kemudian duduk disebelah Isabella. sesaat kemudian nampak wanita itu mencari keberadaan salah satu algojonya.
"Oh ya Paman dimana 3 in 1 berada?" tanya Isabella kepada teman Paman Ridwan. nampak pria tua itu sedikit kebingungan karena Isabella menanyakan 3 in 1.
"3 in 1 siapa?" tanya Paman Ridwan.
"Itu 3 penjagaku itu." jawab Isabella yang membuat Paman Ridwan tertawa dengan sebutan yang diberikan oleh istri keponakannya itu.
"Jimmy masih berada di butik pria itu aku Aku perintahkan untuk mengawasi butik, sedangkan Jordan dia masih berada di perusahaan untuk mengurus berkas berkas. sedangkan Bobby dia berada di luar bersama ku." ucap Paman Ridwan.
"Memangnya Jordan bisa mengoreksi berkas-berkas, Paman. lalu Mengapa Paman mempercayakan padanya?" tanya isabella yang kebingungan.
"Ternyata pria itu lulusan dari suatu kampus bergengsi, Namun karena dia terlilit hutang dan kehidupannya yang begitu mengenaskan. Hal itu membuat pria itu menjadi pencuri yang ada di wilayah tempat ini." jawab Paman Ridwan. nampak Isabella menganggukkan kepalanya.
"Mala itu lebih bagus buat suamiku, Paman. karena dengan begitu Paman bisa berkonsentrasi untuk mengurus beberapa perusahaan yang lain." ucap Isabella. sedangkan pria itu nampak menganggukan kepalanya. sesaat kemudian ada sesuatu hal yang ingin ditanyakan Paman Ridwan kepada Isabella.
"Oya Bella, apakah kau tahu mengenai perusahaan-perusahaan Aslan yang lain selain di Asia?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella.
"Yang aku tahu beberapa perusahaan Aslan bergerak di bidang Hotel, Paman." jawab Isabella.
__ADS_1
** bersambung **
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊❤️❤️❤️👍👍👍😊🎶