
Kehidupan Isabella begitu bahagia bersama kedua anaknya, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. cinta yang begitu besar membuat kedua anak Isabella seperti seorang Raja dan Ratu.
* 5 tahun kemudian
"Asel, kau sedang makan apa?" tanya Aska kepada saudari kembarnya.
"Sedang makan ikan." jawab Aselia.
"Kakan ikan apa?" tanya Aska.
"Makan ikan yang bisa dimakan." jawab Aselia.
"Semua ikan kan bisa dimakan." ucap Aska yang membuat Aselia menatap saudara kembarnya itu.
"Ada ikan yang tidak bisa dimakan." jawab Aselia kepada Aska.
"Memangnya ada ikan apa yang tidak bisa dimakan?" tanya Aska yang membuat Aselia menghela nafasnya secara kasar.
Bagaimana tidak, sepasang anak kembar itu selalu berbeda jalur saat berbicara. Aska selalu berbicara dengan keangkuhan, sedangkan Aselia, gadis kecil itu selalu berbicara dengan kekonyolannya.
"ada ikannya tidak bisa dimakan jawab aselia Memangnya ikan apa tanya Aska ada ikan hiu ikan piranha ikan paus sama ikan lumba-lumba jawab Azalia yang membuat Aska langsung marah memang terbilang seorang pria yang tidak terlalu humoris dia tidak suka bercanda atau ataupun melakukan kekonyolan seperti aselia adiknya itu.
"Itu bukannya ikan yang bisa dimakan, itu ikan ikan monster. ikan yang sangat besar kalau kita makan malah kita yang akan dimakan!" seru Aska yang kemudian pergi meninggalkan Aselia dengan raut wajah yang begitu marah.
Bagaimana tidak, bocah lelaki itu seperti dipermainkan oleh adiknya karena selalu saja Aselia bisa membuat Aska marah jika mereka berdua sedang berbicara atau melakukan dialog seperti orang dewasa.
"Aska! kenapa kamu pergi!" seru Aselia.
"Ngomong sama kamu gak penting." jawab Aska.
"Yee..Aska emang nyebelin kayak Papa!" seru Aselia.
__ADS_1
Antonio yang baru turun dari lantai atas dia langsung di suguhkan dengan pemandangan kedua anaknya yang sedang bertengkar.
"Kenapa Papa di bawa-bawa?" tanya Antonio yang mendatangi putrinya.
"Papa itu lho Pa, Aska.. masa aku bilang ada ikan yang tidak bisa dimakan lalu Asel jawab, setelah itu malah dia dia marah-marah." jawab Aselia.
"Memangnya ada ikan yang tidak di bisa dimakan?" tanya Antonio kepada putrinya.
"Ada dong Pa.." jawab Aselia.
"Benarkah." ucap Antonio.
"Iya Pa." jawab Aselia lagi.
"Ikan apa yang tidak bisa dimakan?" tanya Antonio kepada putrinya.
Terlihat Aselia tersenyum kemudian berdiri di hadapan Papanya Itu.
"Kamu ini benar-benar Putri Mamamu, bahkan secara pikiran pun hasilnya sangat mirip dengan mama." ucap Antonio yang kemudian memberikan kecupan di kening putrinya itu.
Aselia begitu gembira saat mendapatkan ciuman dari Papanya.
"Ye... Papa memang papa Aselia!!" seru Aselia yang kemudian merangkul Papanya dan minta gendong.
"Ada apa sih.. pagi-pagi sudah ribut?" tanya Isabela yang baru turun dari kamarnya.
"Seperti biasa sayangku, kedua anak kita ini selalu membuat kita pusing tujuh keliling." jawab Antonio yang membuat sang istri mengerti. karena memang sifat Aselia sangat bertolak belakang dengan Aska yang begitu serius dengan segala hal.
"Pasti Aselia membuat Abang Aska marah-marah." ucap Isabella yang membuat putrinya itu menganggukkan kepala. "Benarkan." ucap Isabella kembali.
"Dasar Abang Aska saja yang selalu serius dengan segala sesuatu, diajak Aselia bercanda saja sudah marah-marah. Mama tahu tidak katanya kalau lihat di Google efek samping orang marah-marah itu cepat tua lho Ma!" seru Aselia yang membuat Isabella dan Antonio langsung tersenyum.
__ADS_1
Bagaimana tidak, itu putrinya itu memang dari kecil sangat suka dengan komputer bahkan kepintaran Aselia bisa dibilang menurun dari Isabella yang begitu pandai saat mengungkap suatu kasus.
"Mama, mama ajak Aselia ke rumah Paman Jun dong!" pinta Aselia kepada Isabella.
"Jangan dulu sayang, kita belum bisa ke Jepang. lagipula setelah Aselia libur sekolah pasti mama ngajak kamu ke Jepang untuk menemui Paman Jun dan dan istri paman Jun." jawab Isabella.
"Papa ajak Aselia ke kantor dong, sama seperti papa ngajak Abang Aska ke kantor." pinta Aselia kepada Papanya karena satu permintaan telah ditolak oleh Isabella, Hal itu membuat Aselia beralih kepada Papanya.
"Memangnya Aselia mau ke kantor? apa betah di kantor?" tanya Antonio kepada putrinya.
"Betah dong, kalau ada laptop sama makanan ringan." jawab Aselia sambil tersenyum sembari menunjuk kedua pipinya.
"Udah nggak usah pakai gaya imut gitu, lagi pula Papa pasti akan ngajak kamu ke kantor sama mama." ucap Antonio.
"Memangnya di kantor ada masalah, sayang?" tanya Isabella kepada sang suami.
"Ada sedikit masalah, kalau bisa kau ke kantorku. Karena perusahaan ku mengalami sistem... Entahlah aku tidak begitu mengerti. bahkan para pekerja yang sedang bergelut di komputer mereka juga mengalami kendala di sana." Jawab Antonio.
"Maka dari itu suamiku, sekali-kali kau belajarlah Untuk memegang kendali perusahaanmu sendiri secara penuh. Jangan semua kau alihkan kepada anak buahmu, jadi seperti ini jika salah satu anak buahmu melakukan kecurangan di perusahaan." ucap Isabella.
Antonio menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu mengajak sang istri beserta kedua anaknya untuk ke perusahaan.
"Asel!" seru Faiz yang baru datang ke rumah Isabella dan Antonio.
"Bang Faiz!!" seru Aselia.
"Sayang Jangan panggil dia gitu dong, panggil dia Paman Faiz!" seru Isabella.
"Benar sayang, dia itu Pamanmu." ucap Antonio yang membuat Aselia memandang kedua orang tuanya.
"Usia Abang Faiz sama usia Aselia kan tidak jauh beda, Mama kenapa Aselia diminta memanggil Abang Faiz dengan panggilan paman?" tanya Aselia kepada Isabella.
__ADS_1
** bersambung **