AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Kabar duka


__ADS_3


Terlihat salah satu petugas dari bandara meminta Isabella dan indah untuk datang ke bandara Kota Jakarta, terlihat di sana para petugas itu menunggu kedua wanita itu. Isabella yang masih dalam kondisi pingsan dan syok berat nampak wanita itu tidak bisa mengatakan hal apapun.


"Nyonya, Bagaimana keadaan Nyonya Isabella?" tanya salah satu pelayan Isabella. nampak indah tidak menjawab perkataan dari salah satu pembantu Isabella, terlihat wanita itu juga masih syok karena kabar meledaknya salah satu pesawat yang ditumpangi oleh suaminya. para pelayan mencoba untuk menyadarkan Indah kembali.


Air mata terus menetes dari mata indah, wanita itu seperti sudah kehilangan kesadarannya. nampak sekali para pelayan yang ada di sana ikut menangis karena melihat kedua majikannya dalam kondisi seperti itu. kebahagiaan yang sempat terlihat di wajah mereka kini kembali hilang tertelan angin.


"Kenapa Tuhan begitu kejam kepada Nyonya Indah dan nyonya Isabella." ucap salah satu pelayan.


Nampak beberapa pelayan yang bekerja kepada Isabella dan indah mereka semua tertunduk lesu, kabar yang begitu mengejutkan datang disaat yang tidak tepat. apalagi kabar indah yang telah mengandung.


"Nyonya, nyonya Indah harus kuat. karena nyonya sedang mengandung." ucap salah satu pelayan. Saat Indah mendengar kata itu, nampak kesadaran wanita itu langsung kembali. Indah mulai mengusap kedua matanya, terlihat wanita itu harus tegar karena dia masih mempunyai tanggung jawab terhadap anak yang ada di kandungannya.


"Kalian benar, aku tidak boleh kalah seperti ini. Suamiku begitu menginginkan bayi yang ada di kandungan ku. aku harus menjaga amanat yang diberikan oleh suamiku." ucap Indah sembari mengusap air matanya yang terus mengalir. sesaat kemudian Indah mencoba membangunkan Isabella.

__ADS_1


"Bella, bangun bel, Bella." ucap indah yang berbisik ditelinga Isabella. sesaat kemudian nampak Isabella membuka matanya, terlihat wanita itu menghela nafasnya sembari menatap indah yang berada di depannya.


"Kak Indah, Apakah suamiku dan Paman Ridwan sudah menelepon Kak. Kenapa mereka lama sekali tidak menelpon kita." ucap Isabella yang kemudian duduk di kursi rumah indah. terlihat indah langsung meneteskan airmatanya kembali.


"Kenapa Kakak menangis, lalu Mengapa para pembantu ada di rumah Kakak. Memangnya ada apa kak?" tanya Isabella.


"Bella adikku tersayang, Kau harus kuat Bel. kita berdua harus kuat kau tidak boleh seperti ini. ingatlah masa depan kita masih jauh, sayang." ucap indah yang kemudian membelai rambut Isabella. sesaat kemudian air mata Isabella langsung meluncur tanpa bisa dikontrol, wanita itu menangis sejadi-jadinya di pundak indah.


"Bohong kan kak, semua ini bohong kan. tidak mungkin suamiku dan Paman Ridwan meninggalkan kita, mereka begitu mencintai kita, Kak. Tidak mungkin mereka meninggalkan kita." ucap Isabella yang terisak di dada Indah. Sedangkan para pelayan nampak mereka terus menangis saat melihat majikan mereka dalam kondisi seperti itu


"Suamiku sudah pergi bik, Aku harus bagaimana, Cintaku telah pergi bik." ucap Isabela yang kemudian menatap para pelayannya.


Nampak para pelayan terus menangis bersama para majikan mereka, Sedangkan para penjaga yang ada di luar rumah mereka.. nampak mereka juga tidak bisa mengutarakan isi hati mereka, terlihat jelas kesedihan yang mendalam di rumah Isabella dan Indah.


Akhirnya Isabella dan indah datang ke bandara Kota Jakarta, tempat pesawat sang suami yang telah meledak. saat berada di sana nampak para petugas memberikan paspor dan tiket mereka, terpampang jelas di paspor yang bernama Antonio. namun setengah dari paspor itu telah terbakar, sedangkan tiket itu masih terpampang jelas atas nama Antonio Yusuf dan salah satu mayat masih menempel tiket pesawat yang bernama Ridwan Saif.

__ADS_1


Air mata indah dan Isabella langsung meluncur saat melihat 2 tiket yang ada di tubuh laki-laki yang sudah tidak berbentuk itu.


"Aku masih Tidak percaya Kak, aku yakin suamiku masih hidup." ucap Isabella.


"Sabarlah sayang." ucap indah yang kemudian membelai rambut Isabella.


"Apakah kakak bisa menerima hal ini?" tanya Isabella yang menangis.


Nampak indah tidak bisa menjawab perkataan Isabella, yang jelas wanita itu hanya bisa menangis. air matanya terus meluncur saat melihat salah satu paspor yang bernama Antonio dan 2 tiket yang bernama Antonio Yusuf dan Ridwan Shaif.


Setelah mengidentifikasi mayat suami mereka, Akhirnya Indah dan Isabella kembali ke rumah mereka. para pihak bandara akhirnya mengumpulkan seluruh korban dari pesawat p-51 yang telah meledak.


"Dengarlah, aku tidak percaya kalau Suamiku itu sudah meninggal. hatiku tidak pernah seperti ini saat melihat tubuh mayat itu, aku yakin suamiku masih hidup, Kak." ucap Isabella.


"Kita harus bisa menerima Ini semua, Bella. kita harus bisa menerima Ini semua." ucap indah. nampak Isabella menggelengkan kepalanya, Entah mengapa wanita itu yakin kalau sang suami belum meninggalkannya.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2