AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Arthur maxwile


__ADS_3


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu!" seru Aslan.


"Bukan sekali saja kau tidak memperbolehkan ku memasuki Hotel karena sesuatu, Apakah kau tidak tahu bagaimana perasaanku.. aku seperti seorang gelandangan yang tidak mempunyai rumah yang hanya mencari belas kasihan orang lain!" seru Bella. nampak Aslan sangat sedih dengan semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Bella.


Memang benar apa yang dikatakan Bella, mungkin Gadis itu merasa dirinya seperti seseorang yang tidak berguna. saat dibutuhkan dia akan diambil saat tidak dibutuhkan dia akan dibuang, sedangkan Arthur nampak pria itu sangat tersentak dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Bella.


"Mengapa Bella mengatakan hal itu, Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya.' ucap Arthur dalam hati saat melihat bola mata Bella yang sudah menampakan kemarahan. Bella langsung pergi meninggalkan Aslan, gadis itu merasa sakit hati karena sudah dua kali ini Bella diusir dari hotel oleh Aslan.


Bella langsung menarik tangan Arthur untuk membawanya ke tempat yang dikatakan oleh Arthur. nampak Aslan langsung mencegah Bella, pria itu menatap wajah Bella yang terlihat sangat marah.


"Kita akan kembali ke hotel!" seru Aslan.


"Aku akan membayar semua hutang-hutang yang kau keluarkan untuk menjamin ku dari Antonio!" seru Bella. nampak Aslan sangat tersentak dengan kata-kata Bella, dia tidak menganggap semua itu hutang. karena dia benar-benar mencintai wanita itu, namun terkadang rasa cemburu bisa mengalahkan sesuatu yang menimbulkan kebencian di hati orang lain.


"Aku mau pergi dan jangan mencegahku, Kalau kau melakukan hal itu.. aku pasti akan kabur darimu!" seru Bella.


Nampak kedua tangan Aslan yang mencegah Bella langsung dia jatuh kan, tatapan matanya terasa sedih saat mendengar kata-kata Bella. memang benar dia telah melakukan kesalahan dua kali, Namun bukan seperti ini yang dia inginkan.


Arthur membawa Bella ke suatu tempat yang sederhana namun terkesan mewah.


"Apakah ini tempatnya?" tanya Bella kepada Arthur.


"Apakah kau menyukainya?" tanya Arthur. nampak bela menganggukkan kepalanya,

__ADS_1


"Aku sangat suka dengan tempat ini." ucap Bella.


"Kalau kau suka akan ku ambilkan kuncinya." ucap Arthur.


"Memangnya ini tempat Siapa?" tanya Bella kepada Arthur.


"Ini adalah rumah pegawai." jawab Arthur.


Bella melotot kepada Arthur.


"Kalau ini rumah pegawai, berarti aku tidak boleh menggunakannya kan?" tanya Bella.


"Rumah ini sudah lama tidak dihuni, jadi kau boleh menggunakannya. kau juga bekerja pada Aslan, Jadi kau juga salah satu pekerjaku. jadi kau boleh menggunakannya." ucap Arthur.


"Aku seperti seorang wanita yang tidak berguna, selalumencari pertolongan kepada semua pria. Apakah aku harus melakukan hal itu?" tanya Bella kepada Arthur.


"Kau ini bekerja pada kami, jadi kau bisa menggunakan tempat ini. kalau kau tidak bekerja pada kami mungkin kau akan ku Carikan tempat yang sangat mewah dan akan kujadikan kau selingkuhan ku." canda Arthur yang membuat Bella melengos.


"Kau ini seorang pria yang sangat menjengkelkan!" seru Bella. nampak Arthur sangat senang saat Bella menerima pertolongannya.


"Apakah kau jadi yang mengambil semua pakaianmu di hotel?" tanya Arthur kepada Bella.


"Tentu saja aku akan mengambil semua pakaianku, itu karena aku tidak mau terus berada di bawah perintah orang lain." jawab Bella. tatapan mata Bella seperti tatapan seorang wanita yang tersakiti.


"Apa yang sedang kau rasakan Bella, Entah mengapa aku merasa tatapan matamu itu seperti seorang gadis yang selalu disakiti. Apakah mereka telah menyakitimu." ucap Arthur dalam hati. saat melihat tatapan sendu dari Bella.

__ADS_1


"Apakah kau mau makan?" tanya Arthur kepada Bella.


"Aku belum makan, karena tadi dari latihan karate dan beladiri." jawab Bella.


Nampak Arthur tersenyum kepada pria itu, karena dia tidak menyangka gadis yang terlihat lemah seperti Bella bisa mengalahkan 3 pria yang ingin berbuat jahat padanya.


"Kau seperti seorang wonder woman yang sangat menakjubkan!" seru Arthur. "Oh ya, aku mau tahu." ucap Arthur.


"Memangnya ada apa?" tanya Bella.


"Apakah salah satu rival dari Aslan pernah kau kerjai?" tanya Arthur.


"Rival yang mana?" tanya Bella.


"Si mata keranjang itu." ucap Arthur.


"Pria tua yang sukanya menyentuh para wanita." ucap Bella.


Nampak Arthur menganggukkan kepalanya.


"Iya aku pernah menghajarnya dengan memukulnya sama salah satu kursi lipat." jawab Bella yang kemudian membuat Arthur tertawa terbahak-bahak.


"Ha-ha-ha... Ternyata kau benar-benar istimewa!" seru Arthur.


*** bersambung ***

__ADS_1


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗😊👍👍👍❤️❤️❤️🤗😊


__ADS_2