
"Sekarang aku minta kalian segera cari keberadaan wanita itu, kalau perlu segera kalian bunuh wanita pembawa sial itu!" seru seorang wanita kepada para penjahat yang dia bayar.
"Bagaimana rupa dari wanita itu?" tanya beberapa pria yang disewa untuk membunuh Bella.
"Wajahnya tidak terlalu menarik, namun jika kalian menginginkan tubuhnya silakan kalian dicicipi." jawab seorang wanita yang ternyata menyukai Aslan.
"Benarkah Kami boleh melakukan hal itu?" tanya para pria tersebut.
"Tentu saja kalian boleh melakukannya." jawab Wina.
Memang dalam suatu hubungan dalam kata cinta semua bisa dilakukan, bahkan nyawa pun bisa melayang karena sesuatu yang tidak ada puasnya.
Wina Margaretha adalah seorang wanita yang menjadi salah satu mantan kekasih Aslan, wanita itu begitu terobsesi dengan Aslan. bukan hanya dari posisi Aslan, kekayaan adalah kunci utama yang begitu dikejar oleh Wina.
"Kau akan mati, setelah itu tidak akan ada wanita yang bisa mendekati Aslan." ucap Wina saat dia melihat para penjahat yang disuruh untuk membunuh Bella telah pergi.
Wina tidak akan tahu bagaimana Bella yang sebenarnya, seorang wanita muda yang mempunyai tekad besar. keinginan untuk hidup dan ingin mencari kebahagiaan nya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Indah kepada Bella.
"Entahlah, sepertinya perasaanku tidak enak terus hari ini." jawab Bella kepada Indah.
__ADS_1
"Memangnya ada apa?" tanya indah.
"Aku tidak tahu Kak." jawab Bella.
"Nanti jalan-jalan yuk, Bella." ucap Indah kepada Bella.
"Memangnya mau kemana?" tanya Bella.
"Ya.. ke mana gitu, makan-makan atau ke pusat perbelanjaan." jawab Indah.
"Boleh,soalnya hari ini aku ada waktu lenggang Aku juga mau melepaskan pikiran dan stres." jawab Bella. nampak di lain tempat terlihat Arthur berdiri agak jauh dari Bella.
"Ke mana para pria itu pergi, Mengapa mereka tidak sampai ketempat Bella." ucap Arthur yang melihat Bella masih masuk kerja.
"Bagaimana perkembangan semua bisnis kita?" tanya Aslan kepada para anak buahnya.
"Kita memiliki pasokan yang lumayan besar Bos." jawab anak buah Aslan.
"Jaga semua barang-barang itu, jangan sampai ada yang mengetahuinya!" seru Aslan kepada anak buahnya.
"Tenang Bos kami sudah menjaga tempat itu.* jawab anak buah Aslan. Para pria yang memakai pakaian pekerja yang ada di hotel islander dan beberapa cabang perusahaan yang dimiliki oleh pria itu.
"Lalu apakah kalian juga mengawasi Bella?" tanya Aslan kepada beberapa anak buahnya.
__ADS_1
"Sudah bos, kelihatannya Tuan Antonius sering sekali memata-matai rumah Nona Bella." jawab anak buah Aslan.
"Aku tidak pernah mengira Kalau pria itu tidak akan menyerah, namun akan kupastikan Bella tidak akan pernah kembali padanya walaupun aku harus melakukan pembunuhan sekaligus." ucap atur yang membuat anak buahnya sedikit ketakutan.
Tetap awasi rumah Bella, karena jika ada pria lain atau seseorang yang sering ke sana kalian langsung kabari aku. jika perlu jika ada pria yang hendak mendekati gadisku.. Maka langsung saja kalian bunuh." perintah Aslan kepada anak buahnya.
"Baik bos, kami akan melakukan perintah Anda. Namun anda juga perlu tahu bahwa Tuan Arthur juga sering sekali mencoba untuk mendatangi Nona Bella." ucap anak buah Aslan.
Pria itu tersenyum sambil berdiri dan menghisap sebatang rokok, dihembuskan asap rokok itu hingga membuat wajah atur terlihat sangat serius.
"Apa yang dilakukan pria itu hingga dia mencoba untuk terus mendekati kekasihku." ucap Aslan kepada anak buahnya.
"Kelihatannya Tuan Arthur memiliki perasaan kepada Nona Bella." jawab mereka semuanya.
"Dengarkan Aku baik-baik, jaga wanita itu dengan nyawa kalian. karena yang aku dengar Wina sudah berada di sini, Aku yakin dia akan membuat Bella dalam bahaya.. karena Gadis itu adalah wanita gila." ucap Aslan kepada salah satu anak buah kepercayaannya.
"Kenapa kita tidak langsung membunuh wanita itu saja Tuan, daripada dia akan menjadi duri dalam daging." kecap Morgan.
"Kau tidak usah khawatir, Morgan wanita itu tidak akan melakukan sesuatu yang membahayakan. namun jika dia berani melukai Bella maka dengan tanganku sendiri akan kubuat dia menjadi potongan makanan anjing-anjing ku." ucap Aslan.
"Lalu bagaimana dengan Tuan Antonio?" tanya Morgan kepada Aslan.
"Jangan biarkan pria itu mendekati tempat Bella, Aku tidak ingin dia semakin dekat dengan calon istriku." jawab Aslan.
__ADS_1
** bersambung **