
Terlihat begitu banyak anak buah Aslan yang tertangkap oleh polisi, sedangkan korban trafficking dari Aslan kini telah di lepaskan. terlihat kepala polisi Meksiko itu tertawa terbahak-bahak saat dirinya mendapatkan mangsa yang begitu besar.
"Bagaimana Tuan, apakah kau senang?" tanya Isabella di seberang tempat. terlihat wanita itu telah menelepon pimpinan polisi yang telah menggagalkan rencana penyelundupan para wanita dan penyelundupan obat terlarang.
"Kau benar-benar wanita hebat, aku salut padamu nona cantik!" seru pria tua dibalik teleponnya.
Sedangkan Isabella yang berada di rumah tuan Carlos, nampak wanita itu tersenyum saat semua rencananya telah berjalan dengan mulus. sedangkan tuan Carlos nampak pria itu tidak pernah berfikir kalau Isabella menggunakan rencana itu untuk menghancurkan Aslan.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau akan melakukan rencana seperti itu, Isabella." ucap Tuan Carlos kepada Isabella.
"Tentu saja Tuan, aku akan melakukan apapun untuk membuat pria itu jatuh, sejatuh jatuhnya." ucap Isabella.
"Kelihatannya kau begitu dendam padanya." ucap Tuhan Carlos sembari tersenyum.
"Tentu saja aku sangat dendam padanya, beraninya dia telah menculik suamiku bahkan beraninya dia membuat suamiku seperti ini hingga suamiku lumpuh." ucap Isabella.
"Nampaknya kau mempunyai dendam yang sangat dalam kepada pria itu?" tanya Tuan Carlos.
"Tentu saja Tuan, pria itu sudah beberapa kali ingin membunuh suamiku, bahkan pria itu juga pernah berusaha untuk membunuhku, hingga aku mengalami cedera yang cukup lama. butuh waktu yang lama untuk membuat diriku kembali seperti ini, sekarang malah suamiku sekarang menjadi lumpuh karena ulahnya." ucap Isabela.
Terlihat Tuan Carlos menatap Isabela dengan tatapan yang penuh dengan kasihan, seorang wanita cantik ternyata mempunyai masa lalu yang begitu kelam.
"Aku tidak pernah menyangka kalau pria itu akan melakukan sesuatu yang sangat hina seperti itu." ucap Tuan Carlos kepada Isabella.
"Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sepak terjang pria itu, karena anda belum mengenal pria itu dengan baik walaupun Anda pernah bekerja sama dengannya." ucap Isabella. nampak Tuan Carlos menganggukkan kepalanya, melihat pria itu sekarang semakin mengerti Bagaimana sifat dari seorang pria yang dulu bekerja dengannya.
"Lalu bagaimana rencanamu selanjutnya?" tanya Tuan Carlos kepada Isabela.
"Besok saya harus pulang kembali ke Jepang, Tuan. karena tidak mungkin saya meninggalkan suami saya berada di sana." ucap Isabella nampak Tuan Carlos menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kalau ada sesuatu aku akan mengabarimu." ucap Tuan Carlos. akhirnya Isabella memutuskan untuk kembali ke Jepang dan melihat suaminya.
Jepang
Isabella telah kembali ke Jepang, terlihat wanita itu sudah dijemput beberapa anak buahnya yang baru berasal dari kelompok Yakuza.
"Mengapa Nyonya selalu meminta mereka untuk menjemput." ucap Jimmy.
"Emangnya kenapa?" tanya Isabella.
"Wajah mereka lebih menyeramkan daripada Tuan Carlos, Nyonya. bahkan Lihatlah di seluruh tubuh mereka dipenuhi begitu banyak tato." gerutu Jimmy.
"Apakah kau takut?" tanya Isabella.
"Tentu saja Nyonya." jawab Jimmy.
"Kalian kan satu rumpun, Jimmy. Mengapa harus takut?" tanya Isabella.
Nampak Isabella hanya tersenyum kepada Jimmy, karena yang terlihat Jimmy tidak terlalu menyukai keberadaan Jun dan para anak buahnya.
"Apa yang kau lakukan di sana, Isabella?" tanya Jun.
"Memangnya kenapa?" Jawab Isabella.
"Perusahaan yang kupegang kelihatannya mengalami sedikit masalah." ucap Jun.
"Memangnya ada apa?" tanya Isabella.
"kelihatannya Taeyeon telah memasukkan salah satu anak buahnya ke perusahaan itu." jawab Jun. Isabella menganggukkan kepalanya.
"Segeralah kau ke perusahaan, aku akan pulang dulu untuk menemui suamiku. nanti aku akan kesana." ucap Isabella.
__ADS_1
Akhirnya Jun kembali ke perusahaan Isabella yang ada di Jepang, sedangkan Jimmy dan Isabella mereka berdua kembali ke rumah karena Isabella begitu merindukan sosok suaminya itu.
Terlihat di luar mansion mewah milik Isabella Antonio sudah menunggu kedatangan sang istri, wanita cantik itu membuka pintu mobilnya dan tersenyum kepada sang suami.
"Mengapa kau ada di luar, tidak di dalam saja suamiku." ucap Isabella.
"Aku ingin melihatmu." jawab Antonio. Isabella tersenyum kepada Antonio, sesaat kemudian wanita itu memberikan kecupan kepada sang suami.
Cup.
"Ayo kita masuk, tidak baik diluar."" ucap Isabella yang kemudian mendorong kursi roda milik Antonio.
"Bagaimana keadaan di sana?" tanya Antonio kepada Isabella.
"Semuanya baik-baik saja." Jawab Isabela.
"Benarkah?" tanya Antonio lagi.
"Kemarin aku telah membuat Aslan membayar semua kelakuannya pada kita." ucap Isabella.
"Memangnya ada apa?" tanya Antonio.
"Kemarin perusahaan yang dimiliki oleh Aslan melakukan trafficking dan penjualan obat terlarang." Antonio begitu terkejut dengan perkataan sang istri.
"Pria itu melakukan tracking?" tanya Antonio.
"Pria itu adalah pria brengsek, suamiku. dia akan melakukan apapun untuk membuat dirinya semakin kaya." jawab Isabella.
Terlihat Antonio tidak pernah mengira kalau Aslan akan melakukan hal itu, pria itu hanya mengira kalau Aslan adalah pria dengan kelakuannya yang buruk. namun yang ternyata bahkan pria itu lebih buruk dari yang dia kira.
** bersambung **
__ADS_1