AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Kedatangan pria asing


__ADS_3

*****


Pernahkah kau merasakan cinta padaku?


Pernahkah kau merasakan rindu padaku?


Pernahkah kau merasakan terluka karena aku yang terluka?


Pernahkah kau merasakan berdebar..


Saat kau berada disisiku?


Rasa cintaku ini terasa berat ku tanggung sendiri


Saat cinta yang ada dihadapanku terasa jauh


dari pandangan


Kita berdua dekat..


Namun serasa jauh seperti berbeda dunia


****


Terdengar suara tangisan yang tertahan seorang gadis yang meratapi nasibnya, dia terduduk di pojok kamar dengan menahan suara tangisan dan air mata yang keluar dari matanya. Sungguh berat cobaan yang harus dihadapi semuanya, terasa bagaikan sebuah kehancuran yang terjadi kepada Bella. tiba-tiba Gadis itu merasakan sebuah penderitaan yang luar biasa.


"Satu tahun kita bersama, 1 tahun aku selalu berada di sisimu, 1 tahun aku menjadikan diriku sebagai tumpuan mu. Apakah 1 tahun yang telah berlalu tidak ada artinya untukmu?" ucap Bella sambil menahan Isak tangisnya.


Karena dia tidak ingin suara tangisannya terdengar sampai di luar kamarnya, dia tahu kalau Antonio mendengar suara tangisan ataupun rintihannya.. pria itu akan sangat marah kepadanya.


"Haruskah aku terus terluka saat berada di sisimu," guman Bella dalam hati. sambil meratapi hidupnya dan bersandar pada dinding kamarnya.


Hari berganti, malam pun berganti pagi.. kehidupan pahit harus Bella jalani.


"Selamat pagi," Bella menyapa Lila yang hendak memasuki perusahaan tempat mereka bekerja.


"Pagi," jawab Lila.


Lila belum mengetahui kalau Bella sedang terluka, nampak mereka berdua berjalan beriringan sambil bercanda gurau.


Sedangkan di tempat lain, nampak Antonio baru datang dan turun dari mobilnya. pria itu menatap di sekeliling, matanya terus mencari keberadaan istri kontraknya tersebut.


"Apa yang sedang kau cari, Anton?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.


"Tidak ada," jawab Antonio.


Antonio memasuki perusahaannya, semua karyawan menundukkan kepala memberikan hormat kepada atasan mereka. Sang pemilik yang bersifat arogan berjalan tanpa menghiraukan sapaan dari para karyawannya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, saat Antonio sudah berada di di ruang kerjanya. Nampak, pria itu memencet intercom diruangannya dan menyuruh sekretarisnya untuk mengambilkan dia kopi.


"Ya, pak!" seru Cynthia.


"Suruh karyawan yang bernama Bella untuk membuatkan kopi!" seru Antonio.


"Baik, pak!" jawab Cyntia.


Tak berapa lama kemudian, akhirnya Chintya mencari Bella untuk membuatkan kopi buat atasannya.


"Bella, Segera kau buatkan kopi untuk pak Anton. jangan pakai lama!" seru Cynthia


Terlihat Chintya adalah sosok wanita yang kejam, namun... sebenarnya wanita itu adalah wanita yang sangat baik karena Antonio adalah seorang atasan yang arogan dan kasar hal itu membuat Cynthia juga harus mengikuti sifat atasannya, karena dia tidak ingin kehilangan pekerjaan.


"Ya mbak, sebentar lagi akan saya buatkan." jawab Bella.


Mata Cynthia terus melihat gerak-gerik Bella, sesaat kemudian nampak perban di tangan Bella terlihat oleh Cynthia.


"Apakah itu perban yang ada di tangannya? Apakah gadis ini terluka," guman Cynthia dalam hati sambil menatap tangan Bella yang memakai baju lengan panjang.


"Tumben sekali kau memakai baju lengan panjang, Bella?" tanya Cynthia kepada Bella.


"Tidak apa-apa Mbak, mungkin karena hari ini agak dingin." jawab Bella.


"Apa kau yakin?" tanya Cynthia.


Entah mengapa Cynthia terlihat sedikit kasihan kepada seorang gadis yang seumuran dengan adiknya.


"Segera kau buatkan, karena.. kalau tidak cepatnya, Tuan Antonio akan marah-marah." ucap Chintya. yang kemudian meninggalkan Bella menuju ruangannya.


Sedangkan gadis itu akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan membuatkan kopi untuk Antonio.


Lima menit kemudian


Bella datang di depan meja Chintya


"Mbak ini kopinya," ucapkan Bella kepada Cynthia.


"Kau bawa masuk aja, bel!" jawab Cynthia.


"Tok tok tok.."


Bella mengetuk ruangan Antonio.


"Masuk!" seru Antonio.


"Kopinya, pak." ucap Bella sambil meletakkan kopi di meja Antonio.

__ADS_1


"..."


Tidak ada jawaban dari Antonio, terlihat Antonio membaca laporan yang ada di mejanya. Namun, yang sebenarnya mata Antonio melirik tangan Bella yang sedang terluka.


"Apakah ada yang bisa saya bantu lagi, pak." tanya Bella dengan sopan.


"Pergilah, aku tidak butuh bantuanmu," jawab Antonio.


Karena mendapatkan jawaban seperti itu, akhirnya Bella keluar meninggalkan ruangan Antonio.


"Apakah sudah selesai, Bel?" tanya Cynthia.


"Sudah Mbak," Jawab Bella.


"Ya sudah, kamu kembali saja dan lanjutkan pekerjaanmu!" ucap Cynthia.


Kemudian Bella pergi ke tempatnya kembali dia melanjutkan pekerjaan nya.


Saat Bella hendak pergi ke tempatnya, nampak seorang pria tidak sengaja menabrak Bella yang akan pergi ke ruang kebersihan.


"Brukk"


Bella yang ditabrak oleh seorang pria dan terjatuh.


"Auu.."


Rintih Bella, saat tubuhnya terjatuh karena ditabrak dengan kasar oleh pria yang tidak dia kenal.


"Maaf Nona!" seru pria yang menabrak Bella. Pria tersebut mencoba untuk menolong Bella, dia mengulurkan tangannya dan meraih tangan Bella. Yang paling celaka adalah saat pria itu menarik Bella dengan agak kasar, tangan yang ditarik adalah tangan yang terluka karena air panas kemarin.


"Auuu," rintih Bella kembali.


Karena tangannya yang terluka ditarik oleh pria yang menabraknya.


"Ada apa?!" seru pria yang menabrak Bella. karena saat wanita yang ada dihadapannya ditolong, malah gadis tersebut berteriak kesakitan.


"Tidak apa-apa, Tuan. tangan saya hanya terluka saja," Jawab Bella yang kemudian berdiri dan membersihkan celananya.


"Apakah kau terluka?" tanya pria yang menabrak Bella. sedangkan pria tersebut nampak dia menatap Bella yang sudah pergi meninggalkan nya.


"Cynthia, Siapa wanita tadi?" tanya pria tersebut kepada Chintya.


"Dia pegawai baru, namanya Bella," jawab Cynthia.


"Makanya aku baru lihat dia di sini," ucap pria tersebut.


"Oy, ada apa kiranya pak Aslan datang kemari?" tanya Cynthia kepada pria yang menabrak Bella.

__ADS_1


__ADS_2