AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Pengawal baru


__ADS_3


"Siapa Mereka istriku?" tanya Antonio kepada istrinya. nampak Isabella menatap wajah ketiga pria tersebut.


"Mereka itu kan para preman yang kemarin aku katakan padamu." jawab Isabella kepada sang suami. nampak Antonio sangat terkejut karena wajah ketiga preman itu sangat tampan setelah mereka dibersihkan dan dibawa ke salon.


"Tidak mungkin istriku, bahkan Lihatlah wajah mereka begitu tampan." ucap Antonio yang membuat Isabella mengerti Kalau sang suami mengalami penyakit cemburu.


"Aku saja bisa mengenali mereka, Lihatlah wajah mereka tetap sama saja kan suamiku." ucap Isabella yang menenangkan sang suami.


"Sama apanya, Lihatlah wajah mereka bahkan tampan. Apakah kau tidak akan tertarik saat mereka bersamamu?" tanya Antonio yang membuat Isabella menghela nafasnya.


"Kau kira aku ini wanita apaan." jawab Isabella yang membuat Antonio langsung tidak bisa mengeluarkan kata-katanya.


"Iya maaf.. maaf, aku kan cuma takut saja." Jawab Antonio yang membuat Isabella mengerti bagaimana kecemburuan sang suami yang begitu besar.


"Nyonya, Tuan!" seru Jimmy, Bobby dan Jordan.


"Begini kan lebih bagus, karena kalian terlihat seperti seorang manusia." ucap Isabella yang membuat Antonio langsung menatap sang istri.


"Kau kira mereka itu apaan istriku, sudah jelas mereka adalah manusia." ucap Antonio kepada sang istri.


"Kalau begini kan para pelanggan kita itu tidak kabur suamiku, karena melihat tampang sangar mereka." jawab Isabella yang membuat Antonio menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Akhirnya Jordan pergi ke tempat Antonio, Dia bekerja sebagai pengawal pribadi Antonio. sedangkan di tempat lain seorang pria terus menelepon dan memberi kabar kepada majikannya.


"Kau dapat kabar apa?" tanya Aslan kepada Ada anak buahnya.


"Istri dari tuan Antonio itu begitu hebat Tuan, bahkan wanita itu bisa menundukkan 3 preman untuk mau bekerja dengannya." jawab anak buah Antonio. nampak Aslan tersenyum saat melihat semua foto-foto yang ditunjukkan oleh anak buahnya.


"Ha-ha-ha... aku tidak pernah mengira kalau wanita itu begitu hebat ucapan Aslan.


Terlihat pria itu langsung menutup ponselnya, Bahkan dia tersenyum dengan sangat lebar. saat mendengar semua laporan yang diberikan anak buahnya saat mereka telah mengutit Isabella.


"Aku pasti akan mendapatkanmu dengan cara apapun, akan kuhabisi suamimu itu dan akan ku paksa Kau Menjadi milikku." ucap Aslan sambil menghisap rokok yang ada di tangannya. terlihat pria itu sudah membayangkan mengenai Isabella.


Cinta memang sangat buta, hingga membuat seseorang menjadi sesuatu yang sangat menjijikkan. bahkan cinta bisa menghilangkan nyawa seseorang untuk mendapatkan seseorang.


1 Minggu kemudian.


Isabella dan Antonio sedang berjalan-jalan di kawasan pantai di Korea, terlihat sepasang suami istri itu begitu bahagia.


"Kau tahu sayang, aku begitu bahagia karena mendapatkan cintamu dan kau memberikanku cinta yang begitu luar biasa!" ucap Antonio sambil mencium kening sang istri.


"Aku juga sangat bahagia suamiku, karena kau selalu memberikan apa yang terbaik untukku." jawab Isabella kepada sang suami.


"Kita harus berhati-hati, karena aku sudah mendapat kabar Kalau pria itu terus mengejarmu. kemungkinan pria itu akan melakukan sesuatu yang sangat mengerikan." ucap Antonio kepada sang istri.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah membiarkan pria itu menghancurkan kebahagiaanku, karena dia telah membuat diriku menjadi di kesakitan saat dia dengan sengaja ingin membunuh Ku." ucap Isabella.


"Sudah.. sudah, kita tidak usah membicarakan hal itu." ucap Antonio yang tersenyum kepada sang istri. nampak Isabella membuat kejahilan kepada suaminya tersebut, hingga membuat Antonio mengejar dirinya. nampak canda tawa dan kebahagiaan begitu terlihat di wajah mereka berdua.


Sedangkan di tempat lain seorang pria telah menanti waktu untuk menghabisi nyawa Antonio.


Aslan berdiri di sebuah gedung hotel yang ada di pantai tersebut, pria itu terus memantau kegiatan Isabella bersama Antonio.


Dengan menggunakan pistol peredam pria itu terus memantau keberadaan Antonio, sembari menunggu waktu itu yang tepat untuk menembak pria itu.


Sebuah senyum terukir saat dia sudah memastikan waktu yang tepat itu, saat kerumunan mulai bersebaran. tatapan matanya menatap keberadaan Antonio dan sesaat kemudian.


Dor..


Dor..


slep


Terlihat tubuh Antonio langsung terkapar saat salah satu peluru itu mengenai dadanya.


** Bersambung **


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊❤️❤️❤️👍👍👍😊🎶

__ADS_1


__ADS_2