AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Tertangkapnya pengkhianatan perusahaan


__ADS_3


Pagi telah menjelang, Jordan telah menjemput Isabella di kediamannya. karena jujur saja Jordan tinggal di rumah paman Ridwan karena pria itu tidak mungkin tinggal di kota yang tidak dia kenal, Jordan merupakan pria yang begitu berprinsip. walaupun sempat dirinya terjerumus pada tindakan kriminal.


"Selamat pagi, Nyonya!" seru Jordan yang sudah berada di depan rumah Isabella.


"Pagi, Jordan." jawab Isabella.


"Apakah kau sudah makan?" tanya Isabella.


"Sudah, Nyonya." jawab Jordan.


"Kalau begitu, bisakah kita langsung berangkat?" tanya Isabella.


Jordan menganggukkan kepalanya


"Di mana Jimmy, Nyonya?" tanya Jordan.


"Pria itu sudah berangkat ke perusahaan, karena aku memerintahkannya untuk langsung ke perusahaan. sementara aku akan ke perusahaan Paman Ridwan terlebih dahulu." jawab Isabella.


"Memangnya ada apa, Nyonya. hingga nyonya nampak mencurigai pria tua itu?" tanya Jordan.


"Pria itu tertangkap basah oleh Paman Ridwan menyelewengkan dana perusahaan sebesar 3 miliar, itu yang nampak, Jordan. aku yakin lebih dari itu dana yang telah diselewengkan." jawab Isabella. Jordan menganggukkan kepalanya.


"Pantas saja pria itu tidak menyukai saya saat tuan Ridwan mengumkan di depan banyak direksi, kalau saya adalah tangan kanan dari tuan Ridwan." jawab Jordan.


"Tentu saja pria itu tidak suka, Jordan. karena mungkin dia takut kalau kau mengetahui sesuatu." jawab Isabella.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan, Nyonya?" tanya Jordan.


"Aku telah menghubungi Paman polisi sekaligus teman Paman Ridwan, aku sudah menceritakan semua yang aku ketahui. nampaknya salah satu polisi itu telah memasukkan anak buahnya untuk berjaga di gudang tempat perusahaan kita." jawab Isabella.

__ADS_1


"Saya tidak pernah menyangka, Nyonya. Kalau pria tua seperti dia otaknya begitu busuk." ucap Jordan.


"Uang bisa membuat seseorang menjadi gelap mata." jawab Isabella.


"Anda benar sekali, Nyonya." Jordan mulai mengerti bagaimana cara berpikir Isabella. Karena Wanita itu begitu pandai saat mencari celah untuk membuat para musuh-musuhnya mengakui semua kebusukannya.


"Lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Jordan.


"Kau cukup diam saja, aku akan mencari solusi dari permasalahan ini. aku ingin permasalahan ini cepat selesai dengan begitu aku dan Jimmy akan segera ke Meksiko untuk mencari keberadaan suamiku." jawab Isabella.


"Semoga semua permasalahan ini cepat selesai, Nyonya. Karena saya takut terjadi sesuatu kepada tuan Ridwan dan Tuan Antonio." ucap Jordan.


Akhirnya Isabella telah memasuki perusahaan Paman Ridwan, nampak sekali wanita itu berjalan dengan begitu menawan. banyak mata selalu menatap janda dari Antonio Yusuf itu.


Nampak di kantor itu telah terjadi rapat dadakan, Isabella begitu terkejut saat mendengar berita itu dari sekretaris Paman Ridwan. dengan terburu-buru Isabella memasuki ruang rapat itu.


Brakkk..


"Nyonya Isabella!" seru Para pemilik saham yang ada di perusahaan Paman Ridwan.


"Selamat pagi!" seru Isabella.


Nampak orang-orang itu membalas sapaan Isabella.


"Selamat pagi, Nyonya. apa yang anda lakukan di perusahaan ini?" tanya Pria tua yang bernama Ghofur.


"Lalu Mengapa di perusahaan ini ada rapat tanpa sepengetahuan ku, yang aku tahu perusahaan ini juga merupakan perusahaan milik suamiku?" tanya Isabella kepada tuan Ghofur.


Nampak pria tua itu wajahnya seketika memucat, karena dirinya hari ini berencana untuk membuat Para pemilik saham untuk memilih dirinya menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan itu.


"Kami sedang melakukan pemilihan suara untuk pemimpin baru di perusahaan ini." jawab Salah satu pemilik saham.

__ADS_1


"Lalu bagaimana mungkin kalian tidak memberitahukan ku, bahkan suamiku adalah pemilik saham terbesar kedua setelah Paman Ridwan. bahkan kalian hanya memiliki beberapa persen saham dari perusahaan ini!" seru Isabella.


Nampak orang-orang itu sangat terkejut dengan perkataan yang dikeluarkan oleh istri Antonio Yusuf.


"Kenapa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan saya?!" seru Isabella.


"Kami takut perusahaan ini akan mengalami koleg, Nyonya. karena itu kami ingin segera mengadakan rapat dadakan ini." jawab Para pemilik saham.


"Aku tidak peduli Bagaimana kalian menjawabnya, namun yang jelas aku tidak suka dengan cara kalian dengan bersembunyi-sembunyi tanpa memberitahukan ku!" seru Isabella yang terlihat Wanita itu sudah semakin marah.


Isabella langsung mengeluarkan beberapa lembar bukti dan dilemparkan kepada para pemilik saham.


"Apa ini, nyonya?!" seru Para pemilik saham.


"Bacalah sendiri, setelah itu kalian akan tahu apa isi di dalam surat itu!" seru Isabella. nampak sekali wanita itu begitu marah karena dirinya sudah dikhianati oleh orang kepercayaan yang ada di perusahaan mereka.


Nampak tatapan mata Para pemilik saham begitu terkejut, penyelewengan dana yang dilakukan oleh Tuan Ghofur.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!" seru Para pemilik saham.


"Jangan tanyakan hal itu kepadaku, tanyakanlah kepada tuan Ghofur. karena pria itu adalah otak dibalik penggelapan dana perusahaan ini, Bahkan dia adalah otak dibalik penjebakan masuknya obat terlarang di perusahaan!" seru Isabella.


Nampak orang-orang itu sangat terkejut karena mendengar pernyataan dari istri dari Antonio Yusuf, sesaat Kemudian beberapa polisi langsung datang menangkap Pria tua yang bernama Ghofur.


"Tuan Ghofur, selamat mendekam di penjara. karena kau adalah pria yang berusaha untuk menghancurkan perusahaan ini!" seru Isabella yang kemudian mempersilahkan para polisi untuk menangkap Tuan Ghofur. beserta seluruh bukti yang telah dia dapatkan di kantor Paman Ridwan.


Nampak Para pemilik saham sangat terkejut karena istri dari Antonio Yusuf bisa memecahkan kasus penyelewengan dana.


"Aku sarankan kepada kalian untuk memilih pria ini menjadi pimpinan sementara di perusahaan Paman Ridwan, karena Paman Ridwan juga sangat mempercayai pria ini untuk mengurus perusahaannya!" seru Isabella yang menunjuk Jordan. nampak Para pemilik saham sepakat untuk pemilik Jordan menjadi pimpinan sementara di perusahaan.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2