AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Mencari celah untuk kabur


__ADS_3


2 jam kemudian


Bella bersama paman Ridwan Akhirnya sudah menyelesaikan semua laporan-laporan dan berkas-berkas yang diberikan oleh Antonio yang bertumpuk sangat banyak. bahkan Bella terus berguman dan menggerutu panjang lebar, karena dia merasa dijebak oleh pria licik yang ada di depannya.


"Paman, Kenapa Paman harus mempunyai keponakan sepicik ini." sindir Bella kepada Paman Ridwan sambil menatap wajah Antonio.


"Apa maksudmu aku picik?" ucap Antonius sambil menunjuk wajah Bella.


"Tentu saja kau picik dan licik, lihat saja aku dan Paman Ridwan menyelesaikan semua laporan dan berkas-berkas setumpuk ini, bahkan wajahku saja tertutupi oleh tumpukan berkas mu ini. lalu kau dengan seenaknya cuma main lipat tangan sambil melihat ponselmu dan tersenyum sendiri, Kau kira aku ini orang bodoh yang tidak melihat!" seru Bella sambil menunjuk wajah Antonio dengan bolpoin yang ada di tangannya.


"Kau ini selalu menunjuk nunjuk wajahku, Kau kira wajahku ini papan tulis apa selalu kau tunjuk!" seru Antonio.


"Wajahmu itu bukan papan tulis tahu, wajahmu itu adalah papan petunjuk yang menunjukkan arah. tapi sayang.. wajahmu itu menunjukkan arah yang sesat." jawab Bella sambil mencibir tidak karuan.


"Ha-ha-ha..." Paman Ridwan yang tiba-tiba tertawa karena perkataan Bella yang terasa sangat lucu.


"Apa maksudmu kalau keponakanku ini papan petunjuk, Bella?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.


"Tentu saja Paman, dia adalah papan petunjuk sukanya menunjuk orang seenak jidatnya, lalu menyuruh orang seenak jidatnya. apalagi kalau bukan papan petunjuk, kalau mau yang lebih modern Itu GPS tau!" jawab Bella yang panjang lebar hingga membuat Paman Ridwan nampak tersenyum. sedangkan orang-orang yang ada di sana tidak berani bergerak sama sekali karena perkataan yang diucapkan oleh Bella nampak seperti guyonan yang ada di televisi.

__ADS_1


"Sepertinya kau kebanyakan makan Opera komedi, Bella." ucap paman Ridwan kepada Bella.


"Paman kira aku ini pelawak apa, hingga Paman mengatakan hal itu." ucap Bella sambil memicing sebelah bibirnya. Hal itu membuat Paman Ridwan semakin tertawa.


"Kau ini semakin lama semakin menyebalkan saja." ucap Antonio kepada Bella.


Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, yang lebih menyebalkan bahkan lebih dari Raja menyebalkan adalah kau!" jawab Bella yang kemudian berlalu pergi menuju dapur.


"Nona Bella." ucap Bik Sri kepada Bella.


"Aku cuma mau ambil minuman, setelah itu aku mau kembali ke neraka jahanam itu." ucap Bella yang kemudian mengambil 2 botol air mineral dan membawanya ke meja kerja tempat Antonio berada.


"Nih Paman." Bella yang memberikan satu botol mineral air dingin ke pada Paman Ridwan.


"Dasar kau tidak punya sopan santun, langsung mengambil punya orang." jawab Bella yang kemudian menarik mengambil kembali botol mineral dari tangan Antonio. nampak Paman Ridwan tersenyum saat melihat pemandangan yang sangat aneh di depannya.


"Berikan padaku!" seru Antonio


"Ambil sendiri, kedua tanganmu masih berguna." jawab Bella yang kemudian langsung mendudukkan pantatnya di kursi sebelah Paman Ridwan.


"Sudah selesai acara tarik-menarik botolnya?" tanya Paman Ridwan kepada Bella dan Antonio.

__ADS_1


"Paman diam saja, jangan ikut campur." jawab Antonio yang kemudian berlalu meninggalkan kedua orang yang berbeda usia itu.


"Dasar tidak punya sopan santun!" seru Bella yang kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi tempat dia duduk.


"Capek ya, Bell?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.


"Capek hati sama capek pikiran Paman." jawab Bella yang kemudian tersenyum kepada Paman Ridwan.


"Jadi ikut Paman jalan-jalan nggak?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.


"Mau, Ayo!" seru Bella yang kemudian menarik Paman Ridwan keluar menuju rumah bagian depan.


"Kau ke mana, Bella!" seru Paman Ridwan yang melihat Bella berlari tidak tentu arah.


"Katanya kita mau keluar, paman!" seru Bella kepada Paman Ridwan.


"Kita naik mobil, bukannya berjalan!" seru paman Ridwan yang membuat Bella langsung menghentikan langkahnya. nampak Bella langsung berbelok menuju tempat Paman Ridwan kembali.


"Kita naik apa?" tanya Bella kepada Paman Ridwan.


"Tentu saja naik mobil, tidak mungkin kan kita naik delman." jawab paman Ridwan Sambil tertawa melihat tingkah laku dari gadis yang selama hampir 2 tahun dia kenal.

__ADS_1


*** bersambung ***


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗❤️❤️❤️👍👍👍🤗😊


__ADS_2