
"Hah...." Isabella terlihat sangat kebingungan, karena dia masih belum mendapatkan siapa pria yang telah menculik suami dan Pamannya.
"Kita harus bersabar Bella, yang penting kita tahu kalau kedua suami kita selamat dari kecelakaan itu." ucap Indah.
"Kakak benar, namun aku ingin sekali bertemu dengan suamiku, Kak." jawab Isabella.
"Aku tahu Bell, aku juga merindukan pamanmu itu. Namun kita harus bersabar agar semua yang kita rencanakan tidak akan hancur seketika." ucap indah yang kemudian duduk bersama Bella.
"Memangnya Kakak ada apa ke sini, Tidak kah Kakak berada di butik?" tanya Isabella.
"Aku sedang malas berada di butik bel, Aku ingin....." ucap indah yang tidak dilanjutkan.
"Memangnya ada apa?" tanya Isabella.
"Aku ingin memakan masakanmu." ucap Indah sambil menundukkan kepalanya. terlihat wanita itu malu karena harus mengatakan hal itu kepada Bella.
"Ayo kita belanja, nanti aku akan memasak buat kita berdua." ajak Isabella yang kemudian pergi. Sesaat kemudian tanpa diduga ada seorang tamu yang terlihat asing bagi Indah dan Bella, pria itu mendatangi Isabella memberikan sapaan yang begitu lembut sembari mengulurkan tangannya.
"Halo Nona Isabella, namaku adalah Jonathan. Aku adalah pembisnis dari Australia, Beberapa bulan yang lalu suamimu telah melakukan kontrak kerjasama dengan ku." ucap Jonathan kepada Isabella.
"Apa maksudmu, Tuan. lalu Mengapa Anda kemari?" tanya Isabella.
__ADS_1
"Aku kesini hanya ingin menagih semua janji yang diberikan oleh suamimu." jawab Tuan Jonathan kepada Isabella.
"Memangnya apa yang dijanjikan oleh suamiku, Tuan?" tanya Isabella kembali kepada seorang pria yang bernama Jonathan.
"Suamimu telah berjanji akan memberikan sahamnya sebesar 50%." jawab Tuan Jonathan. tampak Isabella menatap pria itu, sesaat kemudian....
"Ha-ha-ha.... apakah anda yakin, Tuan. bahkan seluruh aset perusahaan suamiku telah aku bekukan beberapa tahun yang lalu, karena dia telah mencoba melukai membohongiku. Lalu bagaimana mungkin dalam sesaat dia telah menandatangani kontrak dengan mu." ucap Isabella.
Terlihat Jonathan juga kebingungan,
"Tidak mungkin seorang Antonio akan bertekuk lutut pada seorang wanita. Bahkan seluruh asetnya telah dibekukan wanita ini." guman Jonathan dalam hati. "Anda jangan bercanda Nyonya, karena nyatanya Tuan Antonio telah menandatangani kontrak. Jika dia berani menghindar dari kontrak itu, dia berjanji akan memberikan ku 50% dari sahamnya." jawab Tuan Jonathan. Isabella mendekati pria itu, sesaat kemudian nampak wanita itu langsung menarik kerah baju Tuan Jonathan.
"Walaupun usiamu lebih tua dariku, tapi jangan pernah kau mencoba untuk menipuku. Aku bukan wanita bodoh.. kalau kau tidak percaya, carilah salah satu pengacaraku. aku dan bertanya lah kepadanya, Apakah benar kalau semua aset-aset dari Suamiku itu adalah atas namaku. jadi tanpa pernyataan dariku suamiku tidak akan pernah berani menandatangani kontrak itu." ucap jawab Isabella yang membuat Tuan Jonathan mukanya langsung memucat.
"Aku tidak percaya dengan kata-katamu, nyonya." jawab Jonathan sesaat. kemudian nampak Isabella memanggil Jimmy.
"Jimmy, kau hubungi pengacara perusahaan ini. minta dia kemari." ucap Isabella. terlihat Jimmy langsung menelpon pengacara perusahaan Antonio CORP.
15 menit kemudian
Nampak salah satu pengacara yang handal telah datang ke tempat Isabella, sebuah perusahaan yang sangat terpandang hingga mancanegara.
"Apakah anda memanggil saya?" tanya salah satu pengacara Isabella dan Antonio.
__ADS_1
"Silakan masuk, tuan." pinta Isabella. sesaat kemudian nampak pengacara itu duduk disebelah Isabella.
"Ada apa, Nyonya. Kenapa tiba-tiba Anda memanggilku?" tanya pengacara.
"Perkenalkan dia adalah tuan Jonathan, salah satu relasi bisnis suami saya." ucap Isabella. nampak sang pengacara menatap pria itu.
"Lalu ada apa, Nyonya?" tanya pengacara lagi.
"Tunjukkan semua berkas-berkas perusahaan yang dimiliki oleh suamiku dan berikan kepadanya, Apakah Jimmy sudah mengatakannya?" tanya Isabella.
"Sudah, Nyonya." jawab pengacara.
"Baiklah kalau begitu, tunjukkan kepada pria yang ada di depanku ini." Isabella menyuruh pengacaranya untuk memberikan salinan dari kepemilikan perusahaan terpampang jelas di sana nama Isabella Yusuf. pemilik dari beberapa perusahaan yang dimiliki oleh Antonio.
Jonathan begitu terkejut, pria berusia 40 tahun itu tidak pernah menyangka kalau pemilik dari beberapa perusahaan Antonio telah beralih kepada istrinya.
"Apakah anda sudah percaya, Tuan?" tanya Isabela. nampak Jonathan hanya terdiam, dia tidak bisa lagi untuk mengatakan hal apapun. terlihat jelas kalau Jonathan adalah orang suruhan.
"Bilang pada bosmu, kalau tidak usah mengertakku dengan cara ini. aku bukanlah seorang wanita yang lemah.. sekali gertak aku akan diam saja dan ketakutan!" seru Isabella.
Cantik, teguh dan begitu perkasa. itu adalah 3 kalimat yang dilihat dari sosok Isabella seorang janda dari Antonio Yusuf. Mungkin beberapa pengusaha akan mulai berbondong-bondong untuk mendekati Isabella, Bagaimana tidak seorang janda kaya yang bergelimang harta dengan usia yang begitu mudah.
** bersambung **
__ADS_1