
3 hari kemudian
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Bella kepada Antonio.
"Periksa kembali berkas-berkas yang ada di mejaku, setelah itu kau bantu aku untuk memeriksa laporan keuangan yang ada di perusahaan." perintah Antonio kepada Bella.
"Memangnya aku harus melakukannya ya?" tanya Bella kepada Antonio, seolah gadis itu ingin menantang Antonio.
"Kau ini disuruh Malah bertanya, kau ingin melakukan sesuatu yang menantang aku ya?" tanya Antonio.
"Kau itu sudah menculikku selama 3 hari, malah mengatakan sesuatu yang memojokkan aku." jawab Bella sambil bergumam tidak karuan.
"Apa kau mau semua pakaianmu itu aku sita, setelah itu kau tidak memakai pakaian." ucap Antonio kepada Bella. sontak Hal itu membuat Bella langsung melotot kepada Antonio.
"Dasar pria kurang ajar!!" seru Bella yang kemudian menunjuk-nunjuk muka Antonio.
"Kau kira aku ini tembok Apa, kau tunjuk tunjuk seperti itu." ucap Antonio sambil memegang telunjuk Bella. gadis itu langsung menarik tangannya, saat jari-jemarinya disentuh oleh Antonio.
"Memangnya apa yang diajarkan oleh Aslan, hingga kau menjadi gadis pemberontak seperti ini?" tanya Antonio kepada Bella.
"Aku dibelajari cara untuk menghindari orang-orang yang tidak waras sepertimu." jawab Bella sambil melirik Antonio.
Hal itu membuat Antonio menghela nafasnya sangat kasar, karena selama ini dia yang selalu memegang kendali atas Bella. namun sekarang seolah Gadis itu memberontak dan Antonio kewalahan untuk menghadapi Bella.
"Pagi Bella." siapa Paman Ridwan yang baru turun dari kamarnya.
"Pagi, Paman." jawab Bella.
__ADS_1
"Kau Sedang melakukan apa?" tanya Paman Ridwan.
"Aku sedang membantu pria dingin ini, untuk melakukan sesuatu." jawab Bella.
"Memangnya apa yang dia suruh?" tanya Paman Ridwan.
"Dia menyuruhku memeriksa semua laporan-laporan serta memeriksa berkas-berkas itu." jawab Bella.
"Ambil saja semuanya, nanti Paman bantu." jawab paman Ridwan. Hal itu membuat Bella langsung tersenyum.
10 menit kemudian..
"Nih paman." ucap Bella yang menyodorkan secangkir kopi kepada Paman Ridwan.
Saat Antonio mencium aroma kopi buatan Bella, nampak Antonio langsung mendongakkan kepalanya.
"Sama-sama." jawab Bella.
Sedangkan Antonio nampak menatap cangkir Paman Ridwan yang berisi kopi panas yang masih mengeluarkan aroma yang sangat khas.
"Kau hanya membuat 2 kopi, lalu dimana punya ku?" tanya Antonio kepada Bella.
"Memangnya kamu mau kopi ya." cibir Bella.
"Dasar kau pilih kasih." ucap Antonio.
Karena Bella merasa risih dengan suara gerutuan Antonio yang terus-menerus karena dia tidak dibuatkan kopi Bella.
Nampak Bella berdiri kemudian ke dapur, Gadis itu membuatkan secangkir kopi untuk Antonio. tanpa berkata apapun Gadis itu langsung meletakkan kopi di meja Antonio, Antonio menatap secangkir kopi panas yang masih mengeluarkan uap panas.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Antonio.
"kau tidak mau ya?" ucap Bella yang kemudian hendak mengambil kopi Antonio.
Dengan sigap Antonio langsung menarik kembali gelas kopi miliknya, karena tidak mungkin baginya untuk menolak masakan dan minuman buatan Bella. karena selama 2 bulan ini dia terus merindukan semua masakan dan apapun buatan Bella.
"Gitu aja gengsi, dasar pria kurang kerjaan." cibir Bella sambil menatap wajah Antonio. nampak pria itu sedikit melotot namun tiba-tiba saja dan jantungnya berdebar tidak karuan.
Deg..
Deg..
Deg..
Suara detak jantung Antonio saat tiba-tiba wajah Bella mendekat kepada wajah Antonio, Hal itu membuat Antonio berdebar tidak karuan seolah Dia sedang jatuh cinta.
"Mengapa gadis ini semakin lama semakin membuatku Salah tingkah seperti ini, Apa memang dia mau balas dendam denganku." guman Antonio dalam hati saat melihat perubahan pada diri Bella.
"Apa, Mengapa matamu melotot padaku. kau mau mengajakku bertengkar lagi ya." ucap Bella sambil menatap wajah Antonio. nampak Antonio sedikit Salah tingkah karena dirinya malah ditatap oleh Bella.
Paman Ridwan terus melihat tingkah laku Bella yang sudah berubah, dulu Gadis itu sangat takut dengan Antonio.. namun sekarang malah Antonio yang sedikit terhimpit dengan situasi sekarang ini.
"Sudahlah Bella, sekarang ayo kita selesaikan tugas ini. setelah itu aku akan mengajakmu jalan-jalan." ucap paman Ridwan kepada Bella. nampak Bella sangat terkejut dengan perkataan Paman Ridwan.
"Benarkah Paman, boleh aku jalan-jalan." terlihat Bella sangat senang saat Paman Ridwan mengatakan hal itu. karena saat berada di sini dia seperti seorang tawanan yang ada di medan perang.
** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗👍👍👍❤️❤️❤️🤗🤗😊
__ADS_1