
Hari ini Antonio dan Paman Ridwan melakukan perjalanan dinas mereka ke Paris, mereka hendak melihat semua bisnis mereka yang ada di sana. karena yang terlihat beberapa relasi bisnis mereka ingin mengembangkan beberapa apa perusahaan yang baru.
Isabella dan indah mengantarkan suami mereka ke bandara kota Jakarta, terlihat senyum mereka begitu mengembang. apalagi Antonio dan Paman Ridwan adalah sosok para pria yang begitu tangguh dalam semua bisnis mereka.
"Kalau sudah sampai di sana segera telepon aku." pinta Isabella kepada sang suami.
"Tentu saja sayang, aku akan segera memberikanmu pelajaran." jawab Antonio. akhirnya Antonio dan Paman Ridwan meninggalkan Istri mereka untuk menaiki pesawat.
"Entah kenapa perasaanku hari ini tidak enak, Bella." ucap Indah kepada Isabella.
"Tenanglah Kak, tidak akan ada apa-apa." jawab Isabella. akhirnya Isabella dan indah kembali ke rumah Mereka masing-masing, terlihat di perjalanan kota Jakarta begitu macet. Hal itu membuat Isabella dan indah lebih memilih untuk menyuruh sopir berhenti di sebuah minimarket.
"Ada apa, kak?" tanya Isabella lagi.
"Entahlah, kenapa hatiku tidak tenang seperti ini, Bella." ucap indah.
"Tenanglah Kak, semuanya akan baik-baik saja." ucap Isabella kembali.
"Semoga saja, Bella. Entah mengapa perasaanku seperti tidak merelakan pamanmu itu pergi dari Ku." ucap indah yang kemudian meminta salah satu pelayan untuk memberikan mereka air mineral.
30 menit kemudian..
Akhirnya Isabella dan indah sudah sampai di rumah Mereka, terlihat suasana di rumah tidak seperti biasanya. nampak para pelayan yang ada di rumah itu menanti kedatangan Isabella.
__ADS_1
"Kenapa kalian berkerumun di luar seperti ini?" tanya Isabella kepada para pelayan dan penjaga rumah.
"Nyonya, nyonya dari mana?" tanya salah satu pelayanan kepada Isabella.
"Tadi aku habis mengantarkan suamiku, setelah itu aku mampir sebentar ke minimarket. Memangnya ada apa?" tanya Isabella. nampak salah satu pelayanan meneteskan air matanya.
"Apakah Nyonya tidak melihat berita?" tanya salah satu pelayan.
"Memangnya ada apa?" tanya Isabella yang sedikit kebingungan dengan kata-kata para pelayannya.
Sedangkan di tempat lain, nampak seorang pria tertawa terbahak-bahak karena sebuah insiden yang begitu membahagiakan bagi dirinya.
"Bom itu sudah meledak Bos!" seru salah satu anak buah Aslan.
Sedangkan di tempat lain, salah seorang pembantu dari kediaman Paman Ridwan berlari ke tempat Isabella.
"Nyonya Isabella, Nyonya Isabella. tolong Nyonya Indah!" seru salah satu pelayanan kepada Indah. nampak Isabella menatap salah satu pembantu dari rumah indah.
"Ada apa memangnya, kenapa kau panik seperti ini?" tanya Isabella.
"Nyonya pingsan, Nyonya." jawab Salah satu pelayan Indah.
"Memangnya kenapa Kak Indah pingsan?" tanya Isabella. sesaat kemudian Isabella langsung berlari ke rumah indah, Sedangkan para pelayan Isabella nampak mereka semua juga ketakutan dan mengikuti majikan wanita mereka.
"Kak.. kak Indah, kak!" seru Isabella yang mencoba membangunkan indah yang telah pingsan di ruang tamu.
__ADS_1
"Ada apa ini, Kenapa kak Indah bisa pingsan?" tanya Isabella kepada para pelayan. nampak seluruh pelayan di rumah Isabella dan indah sangat terkejut dengan perkataan Isabella, nampaknya wanita itu belum tahu mengenai kejadian yang ada di bandara Kota Jakarta.
"Nyonya Bella, apakah Nyonya Bella tidak melihat kabar di televisi?" tanya salah satu pelayanan Indah.
"Kabar apa?" tanya Isabela yang panik.
"Kabar-kabar mengenai salah satu pesawat yang meledak beberapa menit yang lalu." jawab Salah satu pelayan indah dan Isabella.
Dengan cepat Isabella langsung meraih ponselnya dan melihat siaran dari beberapa TV swasta yang ada di ponselnya.
"Tidakkk..."suara teriakan Isabella langsung pecah. ketika dia melihat sebuah berita yang mengatakan sebuah pesawat yang yang mengudara dengan penerbangan p15 telah meledak. itu adalah pesawat yang dinaiki oleh sang suami dan Paman Ridwan, seketika pandangan mata Isabella langsung buram.
Brukk..
Isabella telah pingsan di samping Indah, terlihat kedua wanita itu tidak bisa menerima kabar yang begitu mengejutkan. nampak para pelayan yang ada disana langsung berhamburan untuk menolong majikan mereka.
15 menit kemudian..
Indah telah terbangun terlebih dahulu, nampak tatapan mata indah menatap Isabella yang masih belum sadar. sesaat kemudian Isabella mulai terbangun dari pingsannya, wanita itu menatap indah yang berada di depannya. air mata yang sudah mengalir dan mata yang sudah sembab.
"Kak, katakan kalau ini semua adalah bohong. ini semua bohong!" seru Isabella yang kemudian menangis sejadi-jadinya. terlihat wanita itu tidak kuasa untuk menahan air matanya, di sana sudah ada salah satu petugas dari bandara yang ingin membawa Isabella dan inda untuk mengidentifikasi atau mengenali mayat dari suami mereka.
"Tidak, tidak, tidak!" seru Isabella kembali nampak. wanita itu kembali pingsan karena dia tidak bisa menerima kenyataan itu.
** bersambung **
__ADS_1