
"Nyonya, Ada kiriman hadiah untuk Nyonya!" seru sekretaris Antonio yang memberikan buket bunga yang begitu besar.
"Dari siapa?" tanya Isabella.
"Saya tidak tahu, Nyonya. karena tidak ada nama pengirimnya." jawab sekretaris Antonio.
"Lalu, kalau tidak ada pengirimnya Kenapa kau terima!" seru Antonio.
"Buket bunga itu sudah berada di meja saya, Tuan." jawab Lily sekretaris Antonio.
"Ya sudah, kalau begitu.. biarkan saja buket bunganya berada di situ, kalau nanti ada kiriman buket bunga lagi yang tidak ada namanya langsung kau buang saja!" seru Antonio. Isabella tersenyum kepada Lili sembari menganggukkan kepalanya.
"Baik nyonya, akan saya buang jawab Lili yang kemudian mengambil buket bunga dan membawanya ke gudang perusahaan.
"Berani sekali pria itu mengirimi dirimu buket bunga seperti itu." ucap Antonio yang kemudian memijit dahinya.
"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Isabella.
"Aku pusing dengan para pria yang selalu mengganggumu." jawab Antonio.
"Mengapa kau harus pusing, sedangkan aku saja tidak mau tahu mengenai hal itu." jawab Isabella.
"Aku tidak suka dengan mereka yang terang-terangan memberikanmu bunga, sedangkan mereka sudah tahu kalau kau sudah bersuami!" seru Antonio.
"Lalu, apakah juga tidak sebaiknya para pengusaha itu untuk kau beritahu, kalau kau itu sudah menikah. hingga mereka tidak harus melakukan pemaksaan kepadamu untuk menerima Putri mereka menjadi istrimu." canda Isabella yang membuat Antonio langsung mati kutu.
Cup..
"Sudah-sudah, sebaiknya kau tidak usah membahas orang-orang itu. aku ingin mengistirahatkan pikiranku dari segala sesuatu yang selalu membuatku ingin memakan mereka." ucap Isabella yang membuat Antonio tersenyum.
"Kau ini seperti buaya." jawab Antonio yang kemudian memberikan ciuman balasan kepada sang istri.
"Tunggu sampai kita pulang, nanti aku akan memberikanmu serangan seperti macan betina." goda Isabella yang kemudian mendorong tubuh Sang suami hingga terduduk di kursi meja kerjanya.
"Kau ini sungguh menggoda ku." ucap Isabella yang membuat Antonio darahnya panas dingin.
__ADS_1
"Aku pasti akan memberi kamu serangan balasan yang membuatmu tidak akan bisa terbangun saat pagi hari." ucap Antonio.
"Baiklah, akan aku tunggu.. karena hari ini aku akan memberikan sesuatu yang membuatmu akan mendesah terus-menerus." ucap Isabella.
"Baiklah kalau begitu, kita selesaikan pekerjaan hari ini. Setelah itu kita melakukan olahraga malam tanpa henti sampai pagi." ucap Antonio yang membuat Isabella tersenyum. Tak lama kemudian.. sekretaris sekretaris Antonio sudah datang dan mengetuk pintu kantor mereka.
Tok.
Tok..
"Masuklah!" seru Antonio yang menyuruh Lili untuk masuk ke ruangannya.
"Ada apa Lili?" tanya Antonio.
"Ada kado untuk Nyonya Isabella." jawab Lili yang terlihat agak ragu dengan kata-kata yang akan dikeluarkan olehnya.
"Kado apa?" tanya Antonio.
"Saya tidak tahu Tuan." jawab Lili.
"Istriku hari ini tidak berulang tahun, jadi kado dari siapa itu?" tanya Antonio.
"Pasti tidak ada namanya ya?" tanya Antonio.
Lili menganggukkan kepalanya.
"Buang saja!" seru Antonio.
"Jangan dulu, aku mau lihat!" seru Isabella yang kemudian mengambil hadiah yang diberikan oleh pria misterius.
"Mengapa Kau mengambil hadiah itu, istriku?" tanya Antonio.
"Sudahlah, diam saja suamiku. kalau kita mengetahui apa isi kadonya, nanti kita akan tahu siapa pengirimnya." jawab Isabella.
Antonio menganggukkan kepalanya, jelas istrinya lebih pandai daripada dirinya dalam hal mengungkapkan sesuatu yang rumit.
"Mengapa aku tidak memikirkan hal itu." ucap Antonio.
__ADS_1
"Kau kan hanya memikirkan memikirkan perusahaan saja, mana pernah kau memikirkan hal ini." jawab Isabella yang membuat Antonio tersenyum kepada sang istri.
Isabella membuka hadiah yang diberikan oleh seseorang itu, terlihat di sana hadiah itu begitu fantastis. sebuah cincin berlian yang mempunyai nominal harga yang setara dengan mansion mewah.
"Suamiku, kalau hadiah seperti ini tidak mungkin orang yang mempunyai kedudukan biasa. aku yakin pria ini adalah pria yang sangat disegani di dunia bawah tanah!" seru Isabella Antonio langsung mengambil sebuah cincin yang bertahtakan berlian berwarna biru. perhiasan itu begitu langka di dunia, hingga membuat Antonio terus mengolah Alik cincin tersebut.
"Aku bisa memberikanmu cincin seperti ini." ucap Antonio.
"Apakah kau tahu dari mana cincin ini berasal?" tanya Isabella.
"Entahlah, Memangnya kau tahu dari mana cincin ini?" tanya Antonio balik.
"Kalau aku tahu, aku tidak akan bertanya padamu, suamiku." jawab Isabella yang kemudian memukul pundak sang suami.
"Oh ya istriku, ngomong-ngomong Sudah berapa perusahaan milik Aslan yang telah kau hancurkan?" tanya Antonio kepada Isabella.
"Entahlah, aku tidak tahu. yang jelas aku dan kepala polisi Meksiko telah membuat pria itu meradang hingga bisnisnya akan hancur sedikit demi sedikit." jawab Isabella.
"Aku yakin, kalau Aslan sekarang telah merencanakan sesuatu untuk menyerang kita." ucap Antonio.
"Mungkin saja begitu, namun aku sudah mempersiapkan sesuatu yang akan membuatnya masuk penjara." jawab Isabela.
"Benarkah?" tanya Antonio.
"Tentu saja." Jawab Isabella kembali yang kemudian menaruh kotak perhiasan itu.
"Mengapa tadi kau memotretnya?" tanya Antonio.
"Aku mengirimkan foto cincin itu kepada salah satu pembisnis bawah tanah." jawab Isabella.
"Memang nya kau mau apa?" tanya Antonio.
"Barang berharga seperti itu tidak mungkin pengusaha diatas tanah memiliki nya." jawab Isabella.
"Kau ini benar-benar mempunyai pikiran sedalam itu." jawab Antonio yang kemudian mulai meneliti semua berkas-berkas perusahaannya.
"Sudahlah, Lebih baik kau selesaikan perkerjaanmu. setelah itu kita pulang." ucap Isabella.
__ADS_1
** bersambung **