AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Sakit hati lagi


__ADS_3


Dalam fikiran Bella, Gadis itu terus memikirkan cara untuk kabur dari tempat Antonio. namun saat dia mencari jalan untuk kabur, namun jalan itu nampak terasa buntu.


"Apakah kau menyukai tempat ini, Bella?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.


"Tentu Paman, tempat ini sangat indah, Bahkan aku tidak pernah bermimpi ke kota seperti ini." ucap Bella kepada Paman Ridwan.


"Kalau kau menyukainya, Paman akan sering-sering mengajakmu jalan-jalan di Paris ini." ucap paman Ridwan.


"Paman sekali-kali ajak aku ke menara Eiffel dong." ucap Bella yang membuat Paman Ridwan tersenyum.


"Kalau aku mengajakmu ke menara Eiffel, mereka kira aku ini sugar Daddy yang membawa piaraannya dong." canda Paman Ridwan yang membuat mata Bella langsung melotot.


"Ih jangan berkata seperti itu dong Paman, emangnya aku ini wanita apaan." jawab Bella yang yang merasa canggung dengan kata-kata dari Paman Ridwan.


"Ha-ha-ha kau jangan tersinggung Bella, Paman hanya bercanda." ucap Paman Ridwan.


"Lagian.. Paman aja usianya sudah setengah abad, masa aku harus suka dengan orang yang sudah berbau tanah sih." ucap Bella yang membuat Paman Ridwan langsung tertawa.


Tak lama kemudian nampak ponsel Paman Ridwan berbunyi.


🎢🎢🎢🎢🎢


🎢🎢🎢🎢🎢


"Tuh Paman, ponsel Paman berbunyi." ucap Bella kepada Paman Ridwan.


"Biarin saja, paling-paling yang menelpon itu Antonio." jawab Paman Ridwan.


🎢🎢🎢🎢

__ADS_1


Ponsel Paman Ridwan berbunyi lagi.


"Hallo!" seru Bella. yang telah merampas ponsel Paman Ridwan.


"Kau ke mana!" seru Antonio.


nampak Bella langsung menjauhkan ponsel Paman Ridwan dari telinganya, karena terdengar sangat jelas kalau Antonio berteriak kepadanya.


"Kau kira aku ini budek apa, sehingga kau berbicara dengan sekeras itu. telingaku ini masih waras tahu!!" seru Ridha yang membentak Antonio di seberang sana.


"Berikan ponselnya pada Paman Ridwan!!" seru Antonio.


"Ogah." jawab Bella.


"Berikan!!" seru Antonio.


"Ogah." jawab Bella lagi.


Akhirnya Bella langsung mematikan ponsel Paman Ridwan Yang ditelepon oleh Antonio, Paman Ridwan tersenyum dalam hati saat melihat kelakuan Bella yang seperti preman pasar yang sangat berani.


2 jam kemudian..


Nampak Antonio terus mondar-mandir di dalam rumahnya sembari menunggu kedatangan Bella dan Paman Ridwan. pria itu seperti orang gila yang terus mondar-mandir tanpa henti. berguman tanpa henti dan menggerutu tanpa henti.


"Memangnya apa yang dilakukan oleh gadis itu bersama paman Ridwan." gerutu Antonio.


Tak lama kemudian.. nampak Bella datang bersama Paman Ridwan sambil tertawa.


"Apa yang sedang kau lakukan!" seru Antonio.


Bella sangat terkejut saat Antonio tiba-tiba menegurnya.

__ADS_1


"Apa urusanmu." ucap Bella.


Nampak Antonio langsung geram dengan semua jawaban dari Bella. pria itu menarik tangan Bella.


"Apakah kau keluar untuk mencari para pria!" seru Paman Ridwan.


Plak..


Sebuah tamparan melayang di pipi Antonio.


"Jangan pernah menghinaku!" seru Bella.


"Kau tidak ada bedanya dengan para wanita jalang!" seru Antonio setelah mendapatkan tamparan dari Bella.


"Jaga mulutmu!" seru Bella.


Terasa sesak dada Bella, saat Antonio menghina kembali.


"Anton!!" seru Paman Ridwan.


terlihat pria itu juga marah karena dengan seenaknya Antonio menghina Bella dihadapannya, hatinya berharap kalau Antonio akan merubah sikapnya kepada Bella. namun hal itu serasa tidak mungkin bagi Antonio karena keangkuhan dan arogansinya sangat tinggi.


"Aku-Sangat-membencimu!" seru Bella.


"...." Tak Ada jawaban dari Antonio. hatinya serasa pilu mendengar kata-kata dari Bella, bukan seperti ini yang dia inginkan. namun rasa cemburunya membuat dia gila dan tidak mampu mengendalikan emosinya.


Bella langsung meninggalkan Antonio, gadis itu hatinya serasa sesak dengan kata-kata Antonio. ingatannya kembali pada masa dia bersama Antonio.


"Dengar Anton, aku katakan padamu.. Aku pastikan Aslan akan menjemput Bella dengan segera!!" seru Paman Ridwan yang sudah tidak sanggup mendengar kata-kata hinaan kepada Bella. pria itu serasa tersiksa saat gadis muda yang ada bersamanya terus dihina oleh keponakannya itu.


Antonio nampak tidak bisa mengatakan hal apapun, bukan seperti itu yang dia inginkan. namun kenyataannya dia terus saja menghina Bella dengan kata-kata yang sangat menyakitkan. hingga membuat Paman Ridwan juga ikut geram dengan semua tindakan yang dilakukan oleh Antonio, piring yang pecah tidak akan bisa kembali utuh seperti itulah perasaan Bella saat ini.

__ADS_1


** bersambung **


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih πŸ€—πŸ‘πŸ‘πŸ‘β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€—πŸ˜Š


__ADS_2