
"Aku tidak pernah mengira Antonio akan menikah dengan seseorang wanita yang berasal dari Korea, apalagi wanita itu wajahnya begitu cantik." ucap Aslan yang berdiri di dalam rumahnya.
Pria itu sengaja mencari tahu mengenai keberadaan Antonio, karena pria itu benar-benar menginginkan Semua perusahaan Antonio yang dahulu bekerja sama dengannya.
"Entah mengapa saat pandangan pertama aku begitu menyukai istri dari Antonio." ucap Aslan sembari menatap wajah seorang wanita yang sedang tersenyum di sebuah tempat perbelanjaan.
Semenjak pertama kali bertemu dengan Isabella, nampak pria itu jatuh cinta dengan Bella. entah apa yang membuat hal itu terjadi, namun rasa cinta itu tidak bisa terbendung Hingga membuat Aslan begitu tergila-gila kepada Isabella.
Seorang wanita yang yang telah merebut hatinya, dan membuat dirinya selalu memikirkan wanita itu.
"Akan kupastikan Antonio kehilangan wanita itu, karena aku akan merebutnya." ucap Aslan
Ternyata Aslan mulai memerintahkan anak buahnya untuk menguntit Isabella.
Nampak di tempat lain seorang wanita sedang berdiri sambil menatap wajah seorang pria.
Terpampang jelas Bella sedang berdiri menatap bingkai foto sang suami.
"Kau itu tukang PHP ya, tadi bilangnya bakal menjemputku di butik. malah sekarang tidak balik-balik sampai sudah menjelang sore." Bella yang menggerutu karena sang suami tak kunjung datang.
Tak lama kemudian nampak seorang sopir mendatangi Bella, ternyata itu adalah supir pribadi mereka berdua.
"Nyonya!" seru seorang pria yang bernama Simon
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Isabella kepada sopir pribadinya.
__ADS_1
"Tuan mengirim saya untuk mengantar anda pulang." ucap Simon kepada Bella. nampak wanita itu berkacak pinggang sambil menggerutu tidak karuan.
"Memangnya bosmu lagi ada di mana?" tanya Isabella kepada Simon.
"Maaf Nyonya, Tuan sedang ada rapat mendadak dan saya disuruh untuk mengantar anda pulang." jawab Simon.
"Tuanmu itu selalu membohongiku, Awas ya kalau dia terus melakukan hal itu padaku. akan ku buat dia menyesal sampai tidak bisa melakukan apapun." ucap Isabella yang kemudian mengambil tas jinjingnya dan meninggalkan butik.
"Lisa nanti kalau ada sesuatu yang penting Tolong ke telepon aku, karena aku mau pulang sebentar." ucap Isabella kepada salah satu orang kepercayaan di butik.
"Baik nyonya, Oh ya dimana Nyonya Keiko?" tanya Lisa kepada Bella.
"Nyonya Keiko lagi di rumah sakit, kelihatannya dia mengalami sakit perut setelah memakan makanan yang kadaluarsa." jawab Isabella yang kemudian pergi meninggalkan butik.
Tak lama kemudian nampak seorang pria mendatangi Isabella.
"Ada apa ya Tuan?" tanya Isabella sambil menahan rasa jengkel dan dendam yang selama ini dia rasakan.
"Kau mau ke mana?" tanya Aslan kepada Isabella. nampak Isabella hanya menatap wajah Aslan, sesaat kemudian wanita itu menunjuk mobilnya.
"Tentu saja mau pulang, Memangnya mau kemana." jawab Isabella dengan nada yang sangat ketus. terlihat Aslan mendekati Isabella.
"Bolehkah aku mengantarmu pulang." pinta Aslan kepada Isabella. namun wanita itu terlihat enggan sekali untuk berhubungan dengan seorang penjahat seperti dia.
"Terima kasih, saya masih mempunyai mobil jadi anda tidak usah mengantar saya. lagian saya mengaji supir saya untuk bekerja bukan untuk melihat saya." jawab Isabella yang kemudian meninggalkan Aslan dan memasuki mobilnya.
Terlihat Aslan sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Isabella, namun tak lama kemudian terukir senyum di bibir Aslan.
__ADS_1
"Menarik, sungguh wanita ini menarik." ucap Aslan saat dirinya diacuhkan oleh Isabella.
"Mari nyonya." ucap sopir pribadi Antonio. nampak kemudian Isabella tersenyum kepada
"Nanti kalau kau ditelepon oleh majikanmu, bilang saja seperti apa yang kau lihat. tidak usah kau sembunyikan biar majikanmu tahu rasa." ucap Isabella yang kemudian meminta sang supir untuk melajukan mobilnya. terlihat sekali Isabella ingin membuat sang suami kebakaran jenggot karena dirinya tidak menjemput sang istri.
Seperti perkiraan Isabella nampak Antonio menelpon sopir pribadinya.
πΆπΆπΆπΆπΆ
"Angkat aja teleponnya, Simon!" seru Isabella.
Simon mengangkat telepon dari Antonio, nampak pria itu sedikit menghela nafasnya.
"Iya Tuan." sinom Yang menjawab telepon dari sang majikan dari seberang.
"Apakah kau sudah menjemput Nyonya?" tanya Antonio kepada Simon.
"Sudah Tuan." jawab Simon. "Tapi tadi ada seorang pria yang ingin menjemput Nyonya Isabella!" ucap Simon. nampak Antonio sangat terkejut saat mendengar perkataan dari super pribadinya tersebut.
"Berikan teleponnya kepada Nyonyamu." perintah Antonio kepada sopir pribadinya. nampak Bella menggelengkan kepala.
"Minta Tuanmu untuk menelpon ku sendiri, jangan meminta dia untuk menelepon dari ponselmu." perintah Isabella. nampak Simon mengatakan perintah dari bos wanitanya.
** bersambung **
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih πβ€οΈβ€οΈβ€οΈππππΆπ
__ADS_1