
2 hari kemudian.
"Apa yang sedang kau lakukan, suamiku?" tanya Isabella kepada Antonio.
"Aku sedang menandatangani beberapa kontrak yang akan aku setujui." jawab Antonio kepada sang istri. sesaat kemudian nampak Isabella mendatangi sang suami.
"Bolehkah aku melihat salah berkas-berkas itu?" tanya Isabella.
Isabella duduk di kursi sembari membuka beberapa berkas yang telah diambil dari meja Antonio.
Nampak mata Bella menatap satu persatu berkas-berkas tersebut, sesaat kemudian nampak tatapan mata itu tertuju pada 2 bekas. sedangkan Antonio yang melihat hal itu pria itu bertanya kepada sang istri.
"Ada apa sayang, kenapa kau menatap berkas itu dengan begitu. Memangnya ada yang salah dengan Berkas itu?" tanya Antonio kepada sang istri. nampak tatapan mata Bella nyalang menatap 2 berkas yang dari tadi dia tatap.
"Kau jangan menandatangani dua berkas ini suamiku." ucap Isabella kepada sang suami.
__ADS_1
"Memangnya ada apa aku tidak boleh menandatangani dua berkas itu, itu adalah perjanjian kerjasama yang lumayan menguntungkan." jawab Antonio.
"Pokoknya kau tidak usah menandatangani berkas-berkas ini, karena kalau tidak kau akan mati bunuh diri." jawab Isabella yang kemudian membawa berkas-berkas itu kemeja sang suami. terlihat Isabella menarik salah satu kursi dan duduk di sebelah sang suami.
"Apakah kau tahu siapa pemilik dari 2 perusahaan ini?" tanya Isabella. Antonio menggelengkan kepalanya.
"Yang aku dengar kalau perusahaan ini milik dari seorang pengusaha yang berasal dari Singapura." jawab Antonio.
"Kau salah suamiku, perusahaan ini bukan milik dari pengusaha Singapura. karena aku pernah melihat berkas-berkas ini berada di meja Aslan, dan berkas-berkas itu adalah perusahaan milik Aslan yang ada di kawasan Asia." jawab Isabella. nampak Antonio menatap wajah sang istri karena dia sangat terkejut kalau dua berkas yang disodorkan padanya adalah milik perusahaan Aslan Gustav.
"Sayang, Dari mana kau tahu kalau itu adalah perusahaan Aslan?" tanya Antonio kepada sang istri.
"Berarti 2 perusahaan ini adalah milik dari Aslan Gustav?" tanya Antonio kepada sang istri.
"Tentu saja Ini adalah perusahaan milik Aslan, Karena Kau harus tahu Aslan mempunyai beberapa ciri khas dalam surat perjanjiannya. dan beberapa tangga tangan dari beberapa pemegang cabang yang dia miliki." jawab Isabella.
"Ternyata istriku ini benar-benar pembawa keberuntungan, Bagaimana tidak kalau kau tidak melihat dan membantuku setiap hari di perusahaan bisa-bisa Aku terjebak di dalam rencana Aslan kembali." ucapan Antonio.
__ADS_1
"Sudahlah lebih baik kau tidak usah menandatangani berkas-berkas itu, dan bilang saja kalau tender yang telah mereka berikan tidak memasuki kriteria yang kau inginkan ucap Isabella.
"Lalu bagaimana aku mengetahui ciri-ciri dari perusahaan yang dikelola oleh Aslan tersebut istriku?" tanya Antonio kepada sang Istri.
"Nanti kalau ada sesuatu kau tanya saja padaku, aku akan langsung ke sini dan lebih baik kau harus waspada kepada Aslan. karena pria itu adalah pria yang sangat berbahaya." ucap Isabella. akhirnya Antonio menyetujui kata-kata sang istri karena benar kata istrinya kalau Aslan adalah seorang mafia.
"Kau juga harus berhati-hati istriku, karena aku yakin pria itu sedang mengincar dirimu." ucap Antonio.
"Kau benar suamiku, karena pria itu sering sekali mengutit saat aku berada di butik." ucap Isabella yang membuat Antonio seketika berdiri dan dan memegang kedua pundak sang istri.
"Lalu Mengapa kau tidak bilang padaku, seharusnya kau bilang kalau dia itu terus menguntit mu." ucap Antonio yang sangat marah karena Isabella tidak mengatakan hal itu kepada sang suami.
"Aku mau mengatakannya, namun aku selalu lupa karena kau terus menyuguhkan ku berkas-berkas yang sangat menjengkelkan ini." jawab Isabella yang membuat Antonio seketika terdiam dan tidak bisa membalas perkataan sang istri.
"Maafkan aku istriku, karena selalu merepotkanmu." ucap Antonio sambil menundukkan kepalanya.
"Kau itu seorang pria, seorang kepala rumah tangga. Kenapa kau selalu melakukan hal itu, seharusnya kau mengatakan kalau kau akan selalu menjadi pelindung ku dan melindungi ku." ucap Isabella.
__ADS_1
** Bersambung **
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊❤️❤️❤️👍👍👍😊🎶