
Isabella army..
Antonio membangun sebuah perusahaan kosmetik yang diberi nama Isabella army, pria itu ingin sang istri mengurus semua mengenai perusahaan.
"Oh ya sayang, kenapa kita tidak memperluas cabang perusahaan kosmetik ini. kau kan tahu kalau perusahaan Antonio yang ada di Asia itu juga sudah berkembang." ucap Bella kepada Antonio.
"Kau tahu kan sayang, perusahaanku itu bergerak di bidang pembangunan.. Jadi kalau dijadikan satu akan sangat aneh, Apakah ada kosmetik yang dibangun dengan material." ucap Antonio yang membuat Bella memicing bibirnya.
"Kau tahu kan sayang, kau kan yang membuat perusahaan kosmetik ini.. sedangkan aku ingin membuat perusahaan pakaian, kau itu bertolak belakang dengan keinginan Ku." ucap Bella yang kemudian membuka semua laporan perusahaan Isabella army.
"Iya maafkan aku, tapi kau tidak usah marah seperti itu dong." ucap Antonio yang kemudian menarik sang istri hingga membuat Bella terduduk di pangkuan Antonio.
"Oh ya, besok kan ulang tahun.. Bagaimana kalau sebagai hadiah ulang tahunmu, kau memilih salah satu bangunan yang masih kosong dari perusahaanku. nanti kau jadikan tempat itu untuk membuat butik bersama kakak indahmu itu." ucap Antonio kepada Bella. nampak Bella sangat bahagia saat mendengar perkataan sang suami.
"Kau memang suami is the best." ucap Bella kepada Antonio.
__ADS_1
"Dari dulu aku memang is the best." jawab Antonio sambil membanggakan dirinya sendiri.
"Is the best apanya, kau itu kepala badak tahu!" seru Bella.
"Kau saja yang tidak tahu caraku mencintaimu." ucap Antonio kepada Bella. nampak Bella memincingkan bibirnya sambil bergumam tidak karuan.
"Cinta apanya, kau selalu menyiksaku dengan tidak tahu malunya. bahkan kau selalu merendahkanku, sekarang malah kau menikahiku. memaksaku dan membuatku untuk mau menikahimu." ucap Bella yang menggerutu tidak karuan. Hal itu membuat Antonio langsung mendaratkan ciuman di bibir Bella.
"Tapi kau mau kan menikah denganku." ucap Antonio sambil tersenyum kepada sang istri.
"Sebenarnya antara mau, terpaksa dan ia juga sih." ucap Bella yang kemudian ikut tertawa saat melihat ekspresi wajah dari Antonio.
"Kau ingin membunuhku ya, hingga kau memelukku sangat erat. bisa-bisa Aku tidak bisa bernapas karena kau memelukku dengan begitu eratnya." ucap Bella.
"Sudah, sudah, kamu membantuku untuk merapikan semua berkas-berkas ini tidak?" ucap Antonio. nampak Bella langsung memukulkan salah satu berkas ke pundak sang suami.
"Kau itu menikahiku hanya untuk menjadikanku pembantumu ya, selalu membantumu mengurus semua laporan perusahaan." cibir Bella sambil memukul-mukul meja kerja Antonio.
__ADS_1
"Tentu saja tidak istriku, bahkan kalau kau berada di rumah kau selalu mengomel tidak karuan. bahkan kau selalu bilang di rumah bosan, jalan-jalan gerah.. mau ke mana males, Siapa yang selalu mengatakan hal itu." ucap Antonio kepada Bella. nampak Bella sangat malu saat mendengar perkataan sang suami.
"Sudah-sudah, kau tidak usah mengatakan hal itu. nanti kalau kau sudah selesai.. kau antar aku untuk melihat bangunan yang akan dijadikan butik itu!" seru Bella yang kemudian membuka kotak makannya.
Nampak Antonio menatap sang istri yang memakan buah-buahan dengan sangat lahap nya.
"Enaknya makan sendiri tanpa menawarkan padaku." sindir Antonio kepada Bella. Bella menatap wajah sang suami sembari berkata "memang kau mau ya" ucap Bella.
Akhirnya Bella mendatangi sang suami dan menyuapi Antonio buah-buahan. sesaat kemudian nampak Bella memakan salad buah yang ada di kotak selanjutnya.
"Kelihatannya nafsu makanmu sudah baik ya, bahkan kau makan 2 kotak makanan sekaligus
" ucap Antonio kepada Bella.
"Nafsu makan ku sudah baik, bahkan lebih baik dari yang sebelumnya. Apakah kau tahu aku sangat suka memakan nasi goreng yang kubuat, Apalagi ditambah ikan seafood." jawab Bella sambil menyuapi Antonio dengan salat.
"Terlihat enak itu, nanti malam kau buat nasi goreng ya. nanti aku akan menyuruh para pembantu di rumah untuk berbelanja seafood yang kau inginkan." ucap Antonio.
__ADS_1
"Mengapa kita tidak pergi saja berdua ke supermarket setelah melihat bangunan kosong itu." ucap Bella kepada Antonio. nampak sang suami menganggukkan kepalanya kemudian memberikan ciuman lembut kepada Bella.
** bersambung **