
Sekarang usia si kembar sudah 6 tahun.
Terlihat dari seorang salah satu pengantar paket mengantarkan sebuah surat kepada salah satu itu pembantu Antonio.
"Ada apa?"tanya Aselia kepada salah satu pembantu yang ada di rumahnya.
"Ini ada sebuah surat untuk Tuan Antonio." jawab si pembantu wanita.
"Surat apa?" tanya Aselia.
"Tidak tahu Nona." jawab di pembantu.
"Mana nanti aku akan berikan sama papa!" seru Aselia yang kemudian mengambil sebuah amplop.
"Ada apa?" tanya Aska yang sedang melakukan modifikasi pada mobil mainan nya.
"Ayah dapat surat." jawab Aselia.
"Surat apa?" tanya Aska.
Aselia menggelengkan kepalanya, karena dia belum tahu apa isi surat itu.
"Kamu kan bisa baca, baca saja!" seru Aska. akhirnya aselia membuka sebuah surat yang berwarna coklat, terlihat surat itu seperti surat penting.
"Sini biar aku baca!" seru Aska yang telah merampas surat dari tangan Aselia.
"Azka ini kurang ajar sekali ya, masa langsung merampas surat yang mau dibaca Aselia!" seru Aselia. Aska melihat amplop Itu dan bukannya dengan kasar, lalu tatapan matanya menatap sebuah tulisan.
"Surat apa?" tanya Aselia kepada Aska.
__ADS_1
"Ini belum dibaca." jawab Aska sambil membuka sebuah kertas yang ada di tangannya.
Hanya dengan satu kali lihat saja aselia tahu kalau tulisan itu tulisan dari seorang wanita,
"Aska itu pasti surat dari seorang wanita!" tatapan mata Aselia menatap surat itu, terlihat sebuah surat yang ditulis dengan sedemikian rupa.
"Bagaimana kau tahu kalau surat Ini surat dari seorang wanita?" tanya Aska.
"Itu tulisannya seperti tulisan Mama, halus!" jawab Aselia.
"Kalau tulisan kan begini semuanya." Aska mencoba memahami isi surat itu.
"Aselia, tahu nggak artinya kata cinta itu apa?" tanya Aska sambil menatap saudari kembarnya.
"Tahu." jawab Aselia.
"Artinya apa?" tanya Aska.
Tatapan mata Aska menatap Aselia sembari menyodorkan surat itu kepada saudari kembarnya. tentu saja Aselia menerima surat itu lalu membacanya. walaupun cara membaca Aselia tidak begitu sempurna. karena bahasa itu dalam bahasa yang tidak mereka mengerti.
"Wanita ini kurang ajar sekali ya, masa dia memberikan surat cinta kepada Papa sih!" seru Aselia dengan sangat marah. kemudian menutup suratnya sembari cemberut tidak karuan.
"Mari ke tempat Mama, nanti mama malah marah-marah sama aku karena tidak menjalankan tugas. nanti kartu platinum milikku tidak diisi lagi!" seru Aska. Aselia memukul pundak Aska sembari mencibir saudaranya dengan kata-kata yang begitu tajam .
"Dasar kamu itu mata duitan, kalau tidak dikasih uang nggak bakal menjalankan perintah Mama!" seru Aselia.
"Kan kata orang orang dewasa hidup itu adalah uang, jadi semuanya harus berjalan dengan uang." jawab Aska.
"Aska itu mata duitan matre, nanti nggak laku lo sama wanita!" seru Aselia yang kemudian mengajak saudaranya itu ke tempat sang Mama. karena hari ini Isabella sedang berada di rumah karena dia telah mengumpulkan trio preman insyaf.
__ADS_1
Brakkk..
Pintu tempat Isabella berada dibuka secara kasar oleh Aselia. karena terlihat wajah Aselia seperti sudah dilipat-lipat seolah dia itu kertas lipat.
Isabella menatap Putri kecilnya itu sembari menarik ke atas salah satu alisnya.
"Ada apa sayang?" tanya Isabella kepada putri kecilnya.
"Mama, mama masak papa dikasih surat cinta, ini!" seru Aselia sambil menyodorkan sebuah surat kepada Mamanya. tentu saja Isabella sangat terkejut, wanita itu kemudian membuka surat itu dan ternyata sebuah surat pernyataan Cinta dari seorang wanita kepada Antonio.
"Biarin saja, nanti nunggu papa biar Papa yang beresin." jawab Isabella.
"Nggak bisa gitu dong Ma!" seru Aska.
"Memangnya Kalian mau apa?" tanya Isabella.
"Kami mau memberikan dia pelajaran!" seru Aska dan Aselia yang kemudian melipat kedua tangannya di dada. seolah mereka itu seperti polisi yang akan menangkap salah satu musuh-musuhnya.
"Memang kalian tahu di mana tempat para wanita itu?" tanya Bobby, Jimmy, Jordan. ketiga anak buah Isabella itu tentu saja sedikit ingin tertawa karena kata-kata yang diucapkan oleh dua bocah kecil anak Nyonya mafia.
"Tentu saja, kan ada paman bertiga. jadi panah bertiga harus membantu Aselia sama Aska untuk mencari keberadaan wanita itu. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mencoba untuk merebut Papaku!" seru Aselia.
Jordan nampak menganggukkan kepalanya,
"Boleh saya pergi, Nyonya?" tanya Jordan kepada Isabella. Isabella menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Jordan untuk membawa kedua anaknya itu.
Sebuah surat yang bertuliskan sebuah kata dengan kata-kata yang begitu romantis hingga membuat Aselia sangat geram.
"Di surat ini kan tidak ada alamat pengirim, jadi kita tidak bisa mencari Siapa orang yang mengirimnya." ucap Jordan kepada Aselia. tentu saja bocah kecil itu sangat marah kepada Jordan.
__ADS_1
"Paman Jimmy dan Paman Jordan kan pandai soal otak-atik mesin, Kenapa Paman berdua tidak pandai sih!" seru Aselia yang membuat Jordan menghela nafasnya begitu kasar. Akhirnya hari itu dihabiskan oleh Jordan dan 2 bocah kecil untuk mencari siapa pengirim dari surat tersebut.
** bersambung **