AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aku akan menantimu selamanya


__ADS_3


Seorang wanita telah berdiri dengan keteguhan hati untuk menunggu kedatangan sang suami, Isabella terus meyakini kalau Antonio dan Paman Ridwan masih hidup. Isabella selalu menolak disebut janda Antonio. Tak ada kata menyerah bagi Bella, karena itu dia harus berjuang untuk mempertahankan beberapa bisnis yang dimiliki oleh suami dan pamannya itu.


"Ada apa Jimmy?" tanya Isabella kepada Jimmy.


"Sebaiknya Anda keluar, karena ada beberapa relasi bisnis yang ingin menemui Anda." jawab Jimmy.


"Bukankah hari ini kita tidak ada jadwal untuk pertemuan apapun." ucap Isabella.


"Anda betul Nyonya, namun mereka semua bersikukuh untuk bertemu dengan Anda.' jawab Jimmy.


"Oh ya, nanti jangan lupa telepon Lisa untuk mengirimkan semua laporan mengenai butik yang ada di Korea secepatnya." pinta Isabella kepada Jimmy. nampak Jimmy menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu keluar dari kantor Isabella.


Isabella telah keluar dari kantornya nampak disana ada beberapa pembisnis muda yang yang memaksa untuk bertemu dengan dirinya Ada yang saya bisa saya bantu Tuan tanya Isabella kepada 4 pria yang mengaku sebagai relasi dari Antonio.


"Hallo Nyonya Isabella, saya adalah Dion. saya adalah pemilik dari beberapa resort yang ada di kawasan Bali dan Bandung." ucap Dion kepada Isabella.


"Lalu Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Isabella.


"Bisakah kita berbicara sebentar, Nyonya." ucap Dion sembari memberikan senyuman khasnya. dia berharap janda muda itu akan tertarik padanya.


"Maafkan aku, Tuan Dion. namun Hari ini aku ada acara dengan seseorang, jadi saya mohon maaf sekali kalau saya tidak bisa menemui anda untuk hari ini." jawab Isabella dengan nada suara yang lembut. terlihat pria itu tersenyum sembari berharap kalau janda muda dari Antonio akan terjerat semua rencananya.

__ADS_1


Tentu saja siapa yang tidak akan mengejar seorang janda yang berumur 25 tahun, kekayaan berlimpah..bahkan warisan dari sang suami yang begitu banyak.


"Pasti orang-orang itu ingin mendekati Nyonyanya Isabella, Lihatlah wajah Mereka terlihat begitu licik." ucap sekretaris Isabella.


"Sudah-sudah Jangan banyak bicara, segera kau selesaikan pekerjaan yang aku berikan. setelah itu kabari aku.. karena aku harus keluar sebentar untuk bertemu dengan beberapa klien." ucap Isabella.


"Ih.. Nyonya, Lihatlah parah muka-muka orang licik itu. pasti mereka ingin mendekatinya dengan maksud yang buruk." cibir Nita sekretaris Isabella.


"Sudahlah Nita lagian aku juga tidak tertarik dengan mereka." jawab Isabella yang kemudian meninggalkan Nita. nampak jelas Isabella berjalan dengan Anggun, terlihat Wanita itu sudah memakai kacamata hitam dengan dress yang sangat Anggun.


Wajah Isabella setiap hari terpampang jelas di majalah bisnis, Hal itu membuat begitu banyak pembisnis muda yang ingin mengejar Cinta janda muda itu.


Nampak Isabella telah berada di sebuah kafe bersama dengan Indah.


"Bagaimana, apakah sudah ada kabar mengenai detektif yang kau suruh itu?" tanya Indah kepada Isabella.


"Apakah kau yakin, Bella. kalau suami kita itu masih hidup?" tanya Indah kepada Isabella.


"Tentu saja aku yakin Kak, karena hati seorang istri tidak akan bisa dibohongi." jawab Isabella.


"Lalu di mana keberadaan suami kita itu Bella." tanya indah.


"Aku sudah menyewa beberapa detektif, Bahkan aku sudah menelepon detektif yang ada di Paris dan Korea. aku takut kalau ada sesuatu pada mereka." jawab Isabella kembali.

__ADS_1


"Lalu apakah masih belum ada kabar?" tanya indah.


"Belum kak." jawab Isabella.


"Jika benar mereka masih hidup, aku berharap mereka segera di temukan." ucap Indah.


"Tentu saja, kak." jawab Isabella.


Sedangkan di tempat lain, nampak seorang pria sedang menatap Isabella yang berada di kafe.


"Hai.." sapa seorang wanita yang sedang berada di kafe itu.


"Hai.." balas Bella.


"Bagaimana dengan bisnis kita?" tanya Isabella.


Ternyata wanita itu adalah salah satu detektif yang di dibayar oleh Isabella untuk mencari tahu keberadaan sang suami, nampaknya detektif itu menyelidiki seluruh bisnis Aslan.


"Bagaimana?" tanya Isabella.


"Sepertinya kita harus mencari seluruh bukti untuk menjebloskan Aslan ke penjara, karena aku dan pihak kepolisian sudah menemukan titik terang mengenai Siapa orang yang disuruh untuk meletakkan bom di pesawat itu." jawab detektif wanita itu. sesaat kemudian entah kebetulan atau apa, nampak tatapan Isabella menatap seorang pria yang berada di dalam mobil, terlihat pria itu sedang memata-matai dirinya yang berada di cafe.


"Sebaiknya kita pergi dari tempat ini, kelihatannya Aslan telah menyuruh anak buahnya untuk memata-matai ku." ucap Isabella.

__ADS_1


Akhirnya ketiga Wanita itu pergi dari cafe. Isabella dan indah melanjutkan untuk berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan, sedangkan detektif wanita itu nampak kembali ke tempat kerjanya.


** bersambung **


__ADS_2