AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Kembali ke Indonesia


__ADS_3


"Apa maksudmu istriku?" tanya Antonio. sesaat kemudian Isabella meminta Jordan untuk mengambilkan berkas-berkas kemarin yang sudah dia dapatkan.


Nampak Isabella telah memberikan beberapa berkas yang bertumpuk di atas meja kerja Antonio, pria itu menatap tumpukan berkas yang ada di mejanya.


"Ini apa istriku?" tanya Antonio.


"Lihatlah sendiri suamiku." jawab Isabella.


Terlihat Antonio membuka berkas berkas yang ada di mejanya, Pria itu menatap setiap rinci tulisan dan tanda tangan di kertas tersebut.


"Memangnya apa yang salah di berkas Ini, istriku?" tanya Antonio.


"Apakah kau pernah merasa menandatangani kontrak itu, suami ku?" tanya Isabella. nampak Antonio membaca setiap inci dari kata-kata tersebut.


"Kelihatannya aku tidak menandatangani kontrak ini, memangnya ada apa?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Itu adalah kontrak kerjasama di daerah yang sangat menakutkan suamiku, kelihatannya salah satu pegawai mu telah memanipulasi tanda tangan mu dan melakukan kontrak kerjasama yang berbahaya itu." jawab Isabella.


Antonio begitu terkejut dengan kata-kata sang istri, sesaat kemudian dia terus membaca laporan dari setiap berkas itu. terpampang jelas di sana kalau tempat itu adalah tempat yang terletak disebuah wilayah kota.


"Bukankah ini adalah pembangunan yang ada di sebuah kota yang ada di negara ini, istriku?" tanya Antonio.


"Benar sekali, Apakah kau tahu kalau semua perusahaanmu yang ada di sini ini.. ada yang mencoba menyabotase nya?" tanya Isabella kembali.


"Apa maksudmu?" tanya Antonio.


"Lebih baik kita kembali ke Indonesia saja, suamiku. karena jika kita tetap berada di sini kemungkinan besar Beberapa proyek dari kontrak kerjasama penipuan ini akan menghancurkan kita sampai ke akar-akarnya." ucap Isabella.


Sesaat kemudian nampak Antonio memikirkan kata-kata sang istri,

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan beberapa perusahaan yang ada di sini?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Lebih baik kita kembali dulu ke negara kita untuk menunggu beberapa kelanjutan dari usaha ini, yang jelas Kita juga bisa menghindari Aslan dan Mike lewis itu." ucap Isabella.


Nampak Antonio menyetujui semua kata-kata sang istri, sesaat kemudian nampak pria itu menelpon Paman Ridwan.


3 hari kemudian..


Antonio dan Isabella serta Paman Ridwan dan keluarganya telah kembali ke Indonesia, tepatnya mereka berada di ibukota Jakarta.. sebuah kota yang sangat padat penduduknya.


Sebuah rumah elit yang dulu ditinggali Antonio nampak kini telah dihuni lagi, Isabella terus memperbaiki dan mendekorasi ulang rumah itu. Karena di rumah itu dulu Antonio memberikan luka yang sangat besar kepada Isabella.


"Apa yang kau lakukan istriku?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Aku sedang mendekor ulang seluruh rumah ini." jawab Isabella.


"Memangnya untuk apa?" tanya Antonio.


Antonio nampak tidak berani mengeluarkan sepatah katapun, karena jelas sang istri akan mengungkit masa lalu yang pernah dilakukan oleh dirinya.


"Apakah kau ada waktu?" tanya Antonio.


"Memangnya ada apa?" jawab Isabella.


"Duduklah sebentar." pinta Antonio.


Sesaat kemudian pria itu mengeluarkan beberapa laporan yang ada di perusahaannya.


"Apa ini?" tanya Isabella.


"Aku akan membangun ulang perusahaan kosmetik Isabella army yang ada di Korea, dan ku pindah ke sini." jawab Antonio.

__ADS_1


"Terserah padamu." jawab Isabella.


"Lalu bagaimana butikku yang ada di Korea?" tanya Isabella balik.


"Tentu saja Kita akan membuka pusatnya di negara ini, sedangkan yang ada di Korea kita akan mengatakan itu cabangnya saja." Jawab Antonio.


Sesaat kemudian nampak Antonio mendapatkan sebuah notifikasi di ponselnya.


"Tuan Aslan sudah mengetahui kalau anda telah kembali ke Indonesia" pesan singkat dari seorang mata-mata Antonio yang ada di perusahaan Aslan.


"Ada apa?" tanya Isabella.


"Kelihatannya para musuh-musuhku sudah mengetahui kalau aku telah kembali ke Indonesia." jawab Antonio.


"Apakah pria brengsek itu juga sudah tahu?" tanya Isabella. Antonio menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kita harus selalu waspada kepada pria itu, karena dia adalah tipe pria yang akan melakukan segala sesuatu untuk menghancurkanmu." ucap Isabella yang kemudian membaca beberapa laporan yang ada di meja.


Sedangkan di tempat lain nampak seorang pria begitu marah saat mendengar Isabella dibawa pergi oleh Antonio.


"Dasar kurang ajar, beraninya dia membawa wanita yang kucintai pergi!" seru Aslan.


"Tenang bos, kita pasti akan bisa mencari tahu keberadaan pria itu." jawab anak buah Aslan.


"Tentu saja aku tahu dimana kediamannya, karena dulu Aku adalah rekan bisnisnya." jawab Aslan.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, Bos?" tanya anak buah Aslan.


"Akan kubunuh pria itu, dan akan ku dapatkan Isabella!" seru Aslan yang begitu murka. terlihat pria itu sudah merencanakan segala sesuatu, bahkan sebuah rencana itu yang akan membuat kehidupan Isabella berubah secara drastis.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2