
Sudah dua hari ini para polisi mendatangi Isabella, karena mereka terus Mencari tahu siapa di balik usaha untuk menjebak perusahaan Paman Ridwan.
"Apakah Nyonya Isabella tidak terfikir nama seseorang, coba anda pikirkan. kira-kira siapa orang dibalik usaha untuk menjebak perusahaan ini?" tanya salah satu polisi yang yang menyelidiki kasus obat terlarang yang ada di perusahaan Paman Ridwan.
"Saya pikir ada 2 nama Tuan, yang mungkin ingin menghancurkan perusahaan suami-ku dan Paman Ridwan." jawab Isabella.
"Siapa mereka?" tanya pak polisi.
"Namanya Mike Lewis, Dia adalah seorang pengusaha dari Singapore. kemungkinan besar dia begitu sakit hati dan dendam kepada suami saya, karena adik dari pria itu ditolak cintanya oleh suamiku, hingga membuat Gadis itu menjadi depresi dan Saya dengar sekarang gila." jawab Isabella.
"Baiklah kalau begitu, karena juga saya tidak akan mungkin percaya kalau Ridwan adalah seorang pria yang akan melakukan semua kebodohan itu, karena saya sangat mengenal Paman dari tuan Antonio Yusuf." jawab kepala polisi.
"Apakah anda salah satu teman dari Paman Ridwan?" tanya Isabella. kepala polisi itu menganggukkan kepalanya.
"Saya dan Tuan Ridwan adalah sahabat semenjak kami sekolah dulu, pria itu bahkan tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang membuat dirinya terjebak. Ridwan adalah sosok pria yang tangguh dan selalu menjunjung tinggi harakatnya, namun pria itu tidak akan mungkin melakukan kebodohan dengan mengkonsumsi obat terlarang." jawab kepala polisi. Isabella nampak menganggukkan kepalanya, wanita itu begitu senang karena ada seseorang yang masih percaya dengan keluarganya itu.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. Saya akan mencoba untuk menyelidiki salah satu dari anak buah saya di perusahaan itu. karena saya yakin salah satu anak buah saya merupakan dalang dari masuknya obat terlarang itu ke perusahaan." ucap Isabella.
__ADS_1
"Anda benar, Nyonya. Saya yakin salah satu orang dari perusahaan ini adalah otak dibalik rencana untuk menghancurkan perusahaan temanku itu." jawab kepala polisi.
Akhirnya Isabella mengantarkan kepala polisi itu keluar dari kediamannya.
"Kalau ada sesuatu, tolong kabari aku. karena aku juga ingin melihat Siapa orang yang ingin menghancurkan temanku itu." ucap kepala polisi.
"Tenang saja pak polisi, saya akan memberitahukan jika saya sudah menemukan titik terang mengenai Siapa orang yang ingin menghancurkan perusahaan kami." jawab Isabella alhasil pak polisi itu tersenyum sembari menjabat tangan Isabella.
Isabella terus memikirkan cara bagaimana menjebak pria yang ingin menghancurkan perusahaan Paman Ridwan, kemudian wanita itu mendatangi kediaman Paman Ridwan. terlihat di sana Indah memegang perutnya yang semakin hari semakin membesar, Isabella melihat sosok wanita yang begitu tertekan karena kehilangan suaminya.
Isabella berjalan menuju sebuah kantor yang sudah tertutup beberapa bulan ini, Isabella memasuki kantor tersebut. nampak disana beberapa catatan Paman Ridwan yang masih terbuka, terlihat pria itu habis melihat beberapa proyek yang habis dia tanda tangani. Isabella berjalan menyusuri meja itu, sesaat kemudian nampak Isabella membuka beberapa buku yang terlihat itu catatan pribadi milik Paman Ridwan.
Isabella menatap catatan tangan pria tua itu, sedikit demi sedikit Isabella membuka beberapa nama yang mungkin menuju titik terang dari masalah di perusahaan Paman Ridwan. karena jika semua permasalahan di perusahaan itu terselesaikan Isabella akan dengan cepat mencari keberadaan sang suami beserta Paman Ridwan.
Isabella terus meneliti satu-persatu laporan yang ada di meja Paman Ridwan sembari menyamakan dari catatan Paman Ridwan. ada banyak keganjilan pada semua tanda tangan kontrak perusahaan itu, bahkan penyelewangan itu terlihat semakin besar saat beberapa perusahaan mulai melakukan transaksi bisnis mereka.
"Ghofur" sebuah nama yang dicatat oleh Paman Ridwan di buku pribadinya,
"Apakah mungkin ini nama dari salah satu anak buah Paman Ridwan." ucap Isabella. sesaat kemudian nampak salah satu tangan Isabella langsung meraih saku celananya.
__ADS_1
"Jordan Aku mau tahu sesuatu!" seru Isabella.
"Iya ada apa, Nyonya." jawab Jordan.
"Apakah kau masih di perusahaan?" tanya Isabella.
"Saya sudah pulang, Nyonya." jawab Jordan.
"Apakah salah satu pimpinan di perusahaan itu ada yang bernama Ghofur?" tanya Isabella.
"Sebentar Nyonya, saya coba ingat-ingat dulu." jawab Jordan.
Sesaat kemudian nampak pria itu ingat Satu nama, nama yang begitu melekat saat pertama kali Jordan menapakkan kakinya di perusahaan milik Paman Ridwan.
"Ada, Nyonya. Tuan Ghofur adalah direktur perusahaan Tuan Ridwan. Memangnya ada apa?" tanya Jordan.
"Besok pagi tolong kau jemput aku di rumah sebelum kau berangkat ke perusahaan. karena aku yakin pria itu adalah dalang dibalik penyelundupan yang ada di perusahaan." jawab Isabella. nampak Jordan sangat terkejut karena suaranya begitu tertahan, terlihat dari nafas Jordan pria itu tidak terpikir kalau Pria tua yang ada di perusahaan milik Tuan Ridwan adalah pelakunya.
** bersambung **
__ADS_1