
Isabella telah berada di sebuah tempat, terlihat di sana para Yakuza telah berkumpul menjadi satu. para pria dengan tubuh bertato serta membawa pedang, beberapa saat kemudian kelompok para polisi datang ke tempat Isabella.
"Apakah kau yakin akan melakukan hal ini, Nona Isabella?" tanya salah satu polisi.
"Apakah anda tidak ingin menangkap para Yakuza itu?" tanya Isabella.
"Tentu saja saya ingin menangkap mereka, karena mereka telah meneror kepolisian hingga membuat para pasukan kepolisian banyak yang tewas.
"Lalu, Apakah anda tidak ingin mencari bukti untuk membuat beberapa Yakuza kelompok Taeyong akan hancur?" tanya Isabella.
"Kau adalah wanita yang cerdas, tentu saja kau tahu jawabanku." jawab Salah satu kepala polisi.
Terlihat pria Jepang itu menatap Isabella, seorang pria yang berumur sekitar 40 tahun itu tidak akan menyangka kalau pimpinan Yakuza dari kelompok Selatan ini adalah seorang wanita.
"Apa kau tidak takut kalau para Yakuza itu akan menyerang balik padamu?" tanya kepala polisi.
"Kita pikirkan itu nanti saja, Tuan. karena kita harus menangkap orang-orang itu terlebih dahulu, jika kita sudah membawa bukti maka mereka akan dengan mudah kita tangkap." jawab Isabella.
"Heh..."
Isabella menghela nafasnya.
Isabella telah membuat semua telah bersiap-siap pada tempatnya, para Yakuza itu sudah memblokade tiga perusahaan Isabella yang akan diserang oleh Taeyong.
"Kalian harus bersiap-siap, karena kita akan segera menyerang mereka." ucap Isabella yang telah memerintahkan seluruh para pasukannya untuk bersiap-siap di tempatnya masing-masing.
Terlihat Jun sudah bersiap-siap di tempat lain, karena pria itu juga akan menyerang beberapa pasukan yang akan mereka telah melakukan.
Dor.
Dor.
Para anak buah Isabella telah melepaskan tembakan di dalam perusahaan, terlihat anak buah Taeyong yang mendengar hal itu mereka langsung terkejut saat mereka telah mendapatkan sinyal keberadaan orang lain.
"Mengapa orang-orang itu telah berada di tempat ini, sedangkan kita baru memasuki perusahaan ini." ucap anak buah Taeyong dan para Yakuza yang lain kelihatannya mereka telah mengetahui keberadaan kita jawab anak buah Taeyong.
__ADS_1
Isabella dan Taeyong saling menyerang satu sama lain baku hantam dan suara teriakan telah mengalun di 3 perusahaan Isabella nampak mereka tidak kenal menyerah saat beradu otot.
Hyaaaa...
Dor..
Dor.
Suara tembakan telah di lepaskan Isabella pada para anak buah Taeyong.
"Kalian segera bunuh orang-orang itu, jangan sampai ada yang terlepas!" seru Isabella.
"Baik!" seru para Yakuza.
Isabella telah memasuki perusahaanya, terlihat wanita itu telah mempersiapkan pistolnya.
"Kita berpencar!" seru Isabella.
"Aku akan bersamamu!" seru salah satu pimpinan polisi.
Isabella dan yang lain langsung menerobos pergerakan para pasukan Yakuza Taeyong.
Dor..
Dor...
"Awas kau!" seru salah satu Yakuza.
Dor..
Dor..
"Mampus kalian!" seru Isabella.
Duk..
Buk..
__ADS_1
Terlihat Isabella terus memberikan perlawanan, tendangan dan pukulan terus di berikan oleh wanita itu. karena para pasukan Yakuza terus menyerang Isabella.
"Kau akan mati hari ini!" para Yakuza terus menyerang Isabella.
"Coba kalau bisa!" seru Isabella yang kemudian memutar tubuhnya dan menyerang balik mereka.
Dor..
Satu tembakan telah menembus salah satu orang itu.
"Ternyata wanita itu sangat hebat!" seru anggota Yakuza yang bersama Isabella.
"Dia memang benar-benar pantas menjadi pimpinan kita yang selanjutnya." ucap beberapa Yakuza yang melihat Isabella terus melawan para musuh-musuh nya.
Dor...
Heh...heh...
Terlihat Isabella menghela nafasnya. entah berapa orang yang telah mereka bunuh.
"Bagaimana?" tanya salah satu pimpinan polisi.
"Kelihatannya, pimpinan mereka berada di lantai atas kita. karena mereka memperketat penjagaan disini!" seru Isabella.
"Memangnya ada apa di lantai atas?" tanya para polisi.
"Ruang kontrol kendali." jawab Isabella.
"Memangnya mereka mau apa?" tanya salah satu polisi.
"Tentu saja mereka ingin mengendalikan perusahaan ini, dengan begitu mereka akan membuka semua sistem kendali komputer." jawab Isabella. terlihat semua orang di sana mulai berpikir dengan jawaban Isabella.
"Ternyata mereka mempunyai pikiran yang begitu licik." ucap salah satu pimpinan polisi.
"Kalau mereka tidak licik, mereka tidak akan disebut penjahat pak polisi." jawab Isabella yang membuat polisi itu langsung terdiam dan menatap wajah cantik seorang wanita muda.
"Kau benar nona." jawab salah satu polisi.
__ADS_1
** bersambung **