
*Cerita disini mengenai cerita anak-anak Isabella dan Antonio yang sudah beranjak memasuki kelas sekolah menengah atas.*
"Apa yang sedang kau lakukan Aska?" tanya Isabella kepada putranya.
"Hari ini aku akan melakukan kemah bersama teman-teman ku Mam, jadi aku akan pergi selama dua atau tiga hari." jawab Azka.
"Memangnya harus, kau mengikuti kemah itu tanya Isabela tentu saja Mam atau sendiri kan aku sangat menyukai dunia luar." jawab Aska.
"Ayolah Mam, jangan seperti itu Aku juga kan ingin mengikuti kebebasan jiwa muda ku ini." jawab Aska yang membuat Isabella menatap putranya tersebut.
"Lalu dimana Aselia?" tanya Isabella.
"Entahlah, kelihatannya dia sedang bersama para bonekanya." jawab Aska.
"Tapi kau harus ingat, kau harus selalu memberikan kabar kepada Mama ya. kalau kau berani mematikan ponsel dan lain sebagainya Maka jangan salahkan Mama jika mama akan menghukum mu." jawab Aselia.
"Tenang saja Mam, nanti akan aku beritahu apa saja yang aku lakukan di sana. lagipula Mama kan tahu kalau aku tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang membahayakan diriku sendiri." jawab Azka sudah berusia 15 tahun. kehidupan remaja sering sekali membuat pria itu selalu dikerumuni oleh begitu banyak para wanita.
"Pagi Mam!" seru Aselia yang baru turun dari kamarnya.
"Pagi Sayang." jawab Isabella yang melihat putrinya turun dari kamarnya.
"apakah Kau juga akan pergi berkemah bersama Aska?" tanya Isabella.
"Iya Mam, itu adalah program dari sekolah karena program ini kan program musim panas jadi di kami akan dibawa jalan-jalan di sekitar tempat perkemahan." jawab Aselia.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kalian harus berhati-hati. bawa uang secukupnya dan bawa keperluan secukupnya, karena jika kalian tersesat kalian bisa melakukan sesuatu untuk diri kalian sendiri." ucap Isabella.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Antonio yang baru turun dari lantai 2. pria itu menatap kedua anaknya bersama sang istri yang sedang membicarakan sesuatu.
"Ada apa Sayang?" tanya Antonio.
"Tidak, anak-anak mau kemah Karena itu adalah program sekolah." jawab Isabella.
"Lalu?" tanya Antonio.
"Ya tidak lalu lagi sayang, cuma seperti itu." jawab Isabella yang membuat Antonio menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, berangkatlah..hati-hati jangan lupa Kalian bawa peralatan yang memadai juga bahwa peralatan keamanan untuk menjaga diri kalian." pinta Antonio.
"Siap Mam, siap Papa." jawab Aselia dan Azka.
"Baik Pa, kami tidak akan melakukan itu.." jawab Aselia yang kemudian mengemasi barang-barangnya. tatapan mata Isabella dan Antonio menatap kedua anaknya yang membawa barang begitu banyak.
"Memangnya Kalian mau pindahan?" tanya Isabella.
"Tidak Mam, Memangnya kenapa?" tanya Azka
"Ini kan cuma kemah, lalu Mengapa sampai membawa satu koper penuh, begitu kalian ini kemah atau Kalian mau pindahan dan tidak mau pulang sih!" seru Isabella yang membuat Azka dan Aselia tersenyum kepada kedua orang tuanya.
"Tidak Mam, tentu saja kami mau pulang.Memangnya kamu mau meninggalkan suasana yang semangat menyenangkan seperti ini, lagi pula kami tidak mungkin kan mau kabur dari Mama. jelas aja Mama bisa menemukan keberadaan kami." cibir Azka yang membuat Antonio menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tentu saja, emangnya kalian siapa berani membohongi Mama. kalian itu cuma anak baru kemarin, kalian kira kalian bisa membohongi Mama." jawab Antonio yang kemudian mengizinkan putra dan putrinya untuk pergi berkemah.
"Oh ya sayang, sebaiknya kita segera ke perusahaan karena kau tahu sendiri kan anak-anak sudah pergi jadi kita harus segera ke perusahaan." ucap Antonio yang kemudian mengajak istrinya untuk pergi bekerja.
Sekitar 3 jam kemudian Aska dan Aselia sudah berada di tempat kemah, sebuah tempat khusus perkemahan yang biasa digunakan untuk sekolah-sekolah.
"Apa kamu yakin Azka, mau membalas kelakuan Jack padamu?" tanya Aselia kepada saudaranya.
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan dia mempermainkan ku, kita ini anak-anaknya mafia masa kita mau dipermainkan oleh pria seperti Jack." jawab Azka.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" tanya Aselia.
"Pokoknya diam aja, nanti akan kuberitahu jawab Aselia.
Aska yang membuat Aselia menganggukkan kepalanya,
"Bagaimana nanti kalau kita buatkan sesuatu yang berbau agak kotor gitu?" tanya Aselia.
"Cocok banget itu Aselia, aku akan membuat dia di tertawakan oleh seluruh siswa yang ada di sini. akan ke buat pria itu merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pria yang dipermainkan." jawab Aska.
"Ya sudah kalau begitu, nanti kita akan buat Jack ditertawakan oleh seluruh kawan-kawan kita." ucap Aselia.
"Apakah kau tahu bagaimana kalau kita memberikannya bom kotoran." ucap Azka.
__ADS_1
** bersambung **