
Sedangkan Antonio yang mendengar hal itu, nampak matanya melengos seperti seorang pria yang kebakaran jenggot. Bahkan bukan hanya kebakaran jenggot, pria itu seperti seseorang yang mendengarkan istrinya berselingkuh di hadapannya.
Brakkk...
Antonio langsung menggebrak mejanya karena hatinya sangat geram saat mendengar Bella memuji seorang pria di hadapannya. bahkan terang-terangan mengatakan ada seorang pria yang lebih baik sedunia daripada dirinya.
"Kau ini menggebrak meja dengan seenaknya!!" seru Paman Ridwan yang kaget karena Antonio menggebrak meja.
"Benar Paman, pria itu seperti orang gila yang tidak tahu sopan santun." ucap Bella kepada Paman Ridwan. hal itu membuat Paman Ridwan tersenyum padanya.
"Kau yang tidak punya sopan santun, membicarakan orang di meja makan." ucap Antonio sambil melotot dan menunjuk wajah Bella.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh membicarakan orang lain di meja makan, memangnya aku harus membicarakan siapa di meja makan?" tanya Bella kepada Antonio.
Nampak Bella memajukan wajahnya dan melotot kepada wanita ini,
"Mengapa gadis ini selalu menguras emosi ku, tidak seperti dulu seperti seorang wanita yang sangat lemah lembut." ucapan Antonio dalam hati.
Ritual makan itu menjadi ritual yang sangat ramai, saat malam menjelang menjadi pagi.. sinar matahari pagi membuat silau kaca kamar Bella. nampak gadis itu terbangun kemudian membersihkan badannya dan menuju dapur. Karena dia tidak ingin duduk santai karena dia ingin mencari celah untuk melarikan diri dari tempat Antoni.
"Selamat pagi," ucap Bella kepada Bik Sri.
__ADS_1
"Selamat pagi." jawab baik Sri yang melihat Bella sudah bangun pagi dan berwajah cantik menuju tempatnya.
"Nona mau apa kemari?" tanya bik Sri di kepada Bella.
"Oh ya, boleh aku membantu enggak. Kalau tidak aku mau masak sendiri." ucap Bella kepada Bik Sri.
"Jangan, nanti Tuan Antonio marah." jawab Bik Sri.
"Tenang saja, yang mau makan kan aku sendiri." jawab Bella. Tak lama kemudian akhirnya bela mengambil beberapa bahan makanan dan memasaknya, karena rasanya Dia tidak terlalu suka dengan makanan yang dimasak oleh Bik Sri, makanan luar.
1 jam kemudian..
Acara memasak di dapur telah selesai, nampak di meja makan Antonio dan Paman Ridwan sudah duduk manis dan menunggu makanan tersaji di meja makan. bik Sri mengatur meja makan dan meletakkan makanan yang ada di sana, sedangkan Bella Gadis itu menaruh masakan yang dia masak ke depannya sendiri.
"Kau memasak Bella?" tanya Paman Ridwan kepada Bella.
"Iya paman, aku memasak memangnya kenapa? tanya Bella kepada Paman Ridwan.
"Tidak apa-apa." jawab Paman Ridwan. nampak Antonio menelan air liurnya saat melihat masakan yang selalu dia rindukan selama 2 bulan ini.
"Paman mau?" tanya Bella kepada paman Ridwan.
"Tentu." jawab Paman Ridwan yang kemudian dia mengambil masakan Bella. sedangkan Antonio pria itu mengikuti apa yang dilakukan oleh pamannya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan!" seru Bella kepada Antonio.
"Mau makan." jawab Antonio.
"Makan makanan mu sendiri!" seru Bella sambil menepis tangan Antonio.
"Kau ini!" seru Antonio yang tidak dilanjutkan karena Bella sudah menarik 3 piring makanan yang dia masak.
"Dasar wanita pelit." gerutu Antonio yang kemudian mengambil masakan baik Sri.
"Makan makananmu sendiri, Aku mau makan makanan ku sendiri!" seru Bella yang kemudian memakan masakannya.
Sedangkan Antonio.. pria itu nampak menelan ludahnya saat melihat Bella. Bella memakan masakannya, sedangkan Paman Ridwan nampak dia tersenyum kemudian meminta Bella untuk membagi makanannya kepadanya. Bella tersenyum kemudian memberikan makanan itu kepadanya, Kalian adalah orang-orang yang berhati picik gerutu Antonio yang menyindir Paman Ridwan dan Bella.
"Makan makanan mu, aku mau makan masakan Bella. kelihatannya itu sangat lezat." pancing Paman Ridwan yang kemudian memakan makanan masakan Bella.
"Awas kau ya." gerutu Antonio dalam hati saat melihat kedua orang yang sedang memakan masakan Bella. sedangkan dirinya hanya menelan ludah saat melihat paman dan Bella memakan masakannya, Tak lama kemudian nampak Paman Ridwan sangat kasihan dengan ekspresi yang ditampakkan oleh Antonio. pria itu mengambil sendok dan meletakkan masakan Bella ke piring Antonio.
"Kenapa Paman memberikan padanya!" seru Bella kepada Paman Ridwan.
"Jangan pelit-pelit Bel jadi orang, kasihan kan dia menatap kita terus." jawab Paman Ridwan yang kemudian membuat Bella memincing salah satu bibirnya. nampak Antonio tersenyum karena dia dapat memakan masakan Bella, sudah 2 bulan Dia sangat merindukan masakan istri kontraknya itu.
*** bersambung ***
__ADS_1
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗👍👍👍❤️❤️❤️🤗😊