
* Maaf ya pembaca, kalau author ngasih bonusnya terlalu banyak. mungkin sekitar 10 bab lebih. mohon jangan bosen bosen ya terima kasih atas dukungannya selalu. 🙏😊😊😍😍
"Mama, Mama, ajak Aselia dong!" seru aselia kepada Mamanya.
"Memangnya Aselia yang mau kemana?" tanya Isabella kepada putrinya.
"Lalu Mama mau kemana?" tanya Aselia balik.
"Mama mau kerja." jawab Isabella.
"Maka dari itu ajak Aseliaia kerja juga." Jawab Aselia yang kemudian mengikuti Isabella kemanapun dia pergi.
"Sayang kau di rumah saja, nanti setelah Mama selesai ke kantor Mama bakal ngajak kamu jalan-jalan sama papa." ucap Isabella yang membuat Aselia langsung cemberut.
"Bohong, Mama pasti tidak ke perusahaan. pasti Mama main pistol-pistolan sama para paman dan main kejar-kejaran sama penjahat!" seru Aselia yang membuat Isabella langsung terdiam.
Karena benar apa yang dikatakan oleh gadis kecil itu, hari ini Isabella berencana untuk menangkap dua orang peretas informasi yang ada di perusahaan Antonio.
"Bukan begitu sayang, Mama hari ini sibuk sekali. Aselia di rumah saja ya." ucap Isabella yang berusaha untuk membuat putrinya itu mengerti.
Sesaat kemudian Aska datang dan membuat Isabela nampak bernafas lega.
"Abang Aska, ajak adikmu ini pergi dong. ajak dia main." pinta Isabella kepada putranya.
__ADS_1
"Aska malas Ma ngajak dia. paling-paling dia itu sukanya bahas senjata-senjata sama bahas perang-perangan." jawab Aska yang membuat Mamanya langsung menggerutu tidak karuan.
"Mengapa kau itu seperti Papamu, selalu saja tidak peduli dengan orang lain. bahkan selalu menghindar di setiap situasi yang buruk seperti ini." cibir Isabella kepada putranya.
Hal itu tidak dihiraukan oleh Aska, malah pria itu itu hendak pergi meninggalkan Mamanya. bocah berusia 5 tahun itu terlihat jelas sangat mirip dengan Antonio super duper cuek.
"Ya sudah kalau gitu, kalau kau tidak mau mengajak Aselia bermain.. lebih baik hadiah kartu silver yang ada di perusahaan papamu itu Mama berikan saja kepada Faiz. biar Abang Faiz yang mengajak Azalia bermain-main!" seru Isabella yang membuat Aska langsung menghentikan langkah kakinya dan berlari ke pelukan mamanya.
Bocah berusia 5 tahun itu entah mengapa seperti seorang wanita yang mata duitan, matre banget gitu loh...
"Siap Mama, Aska bakal menjaga Aselia sampai Mama pulang dari main perang-perangan!" seru Aska yang kemudian menarik Aselia untuk tidak mengganggu Mamanya.
"Dengar duit sama dengar kartu debit saja bocah kecil itu langsung melakukan segala cara. bagaimana kalau dia besar, bisa-bisa dia menjadi pria matre dan mata duitan untuk mencari kekayaan tanpa mencari istri." cibir Isabella yang melihat putranya itu telah pergi.
Drettt...
ponsel Isabella telah berbunyi, wanita itu mengangkat ponselnya dan menatap layar ponsel itu. ternyata ponsel itu mendapat panggilan dari salah satu anak buahnya.
"Ada apa?" tanya Isabella.
"Nyonya, kelihatannya pria itu sudah mengetahui kalau kita telah mengetahui dirinya." jawab pria tersebut. Isabella hanya mencibir, sesaat kemudian wanita itu meminta seluruh penjaga yang ada di rumahnya untuk menutup akses keluar dari seluruh rumah Isabella dan Antonio.
"Apakah Nyonya akan pergi!" tanya salah satu pembantu Isabella.
__ADS_1
"Jangan sampai kedua anakku itu keluar satu langkah pun, jika tidak...kau tahu seperti apa Kan hasilnya." ucap Isabella yang membuat pembantunya itu menganggukkan kepalanya.
Seluruh orang yang bekerja di bawah naungan Antonio begitu tunduk kepada Isabella, apalagi Wanita itu sangat royal dalam hal gaji atau apapun, bonus dan segalanya akan Isabella berikan jika seluruh tugas yang diberikan Isabella mereka laksanakan. tentu saja siapa yang akan menolak hadiah yang begitu besar dari Isabella, sang Nyonya mafia.
"Halo Sayang, hari ini aku akan jalan-jalan bersama para kesayanganku.." ucap Isabella yang telah menelepon suaminya.
"Jangan sampai kau pergi tanpa ku, tunggu disana. aku akan segera menemuimu!" jawab Antonio yang kemudian mematikan ponselnya. Bagaimana Antonio tahu keberadaan sang istri? karena pria itu telah menaruh GPS di di ponsel sang istri.
Isabella membiarkan saja jika ponselnya dilacak oleh sang suami, bagaimanapun juga Isabella tidak akan pernah membohongi pria itu. seorang pria yang satu-satunya menjadi pria tambatan hati Isabella, walaupun masa lalu mereka begitu kelam.
30 menit kemudian
Akhirnya Antonio sudah datang ke tempat Isabella, pria itu berlari hingga membuat nafasnya ngos-ngosan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Isabella kepada sang suami.
"Maksudmu istriku?" tanya Antonio balik.
"Kenapa kau lari seperti itu, memangnya kau akan kemana?" tanya Isabella yang membuat Antonio menghela nafasnya.
"Karena aku takut kalau kau meninggalkan ku." jawab Antono yang membuat Isabela menghela nafasnya begitu kasar.
** bersambung **
__ADS_1