AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Sebuah kabar


__ADS_3


Hampir dua bulan kehidupan Isabella dan Antonio merasakan kebahagiaan, mereka selalu tersenyum menatap Putra kecil mereka.


"Apakah kau tahu, sayang. malaikat kecil kita ini senyumnya begitu menawan." ucap Antonio yang membuat Isabella menatap wajah sang suami.


"Wajah tampan dan menawan tidak apa-apa suamiku, tapi kalau kelakuannya sepertimu bakal kubuat dia menjadi biksu." jawab Isabella yang membuat Antonio tidak berani mengatakan apapun.


"Baru memuji Putraku sedikit saja jawabanmu seperti itu." gerutu Antonio.


"Tentu saja, bagaimana tidak kalau kau bilang senyumnya menawan dan wajahnya tampan sepertimu. Aku tidak akan mau melihat Putraku itu mempunyai kelakuan sepertimu, menyiksa seorang wanita.. menjadikannya istri kontrak dan mengasuhmu lalu setelah selesai kau malah membuangnya." ucap Isabella yang membuat Antonio benar-benar mati kutu.


"Jangan dengarkan omongan mamamu, sayang. Mama sedang marah sama papa." guman Antonio yang menatap wajah bayi kecilnya itu.


"Jangan dengarkan papamu, sayang. malah papamu itu kelakuannya jelek sekali." cibir Isabella yang kemudian memberikan ASI kepada putranya, hari demi hari selalu diwarnai canda tawa serta keributan di rumah sepasang suami istri itu.


🎶🎶🎶🎶🎶


"Sayang, angkatlah dulu ponselmu itu, setelah kau mengangkatnya baru kau Susui kembali Putra kita." ucap Antonio yang meminta sang istri untuk mengangkat ponselnya.


Terlihat di layar ponsel itu sebuah nomor yang tidak ada di dalam ponsel Isabella.


"Ada apa, sayang?" tanya Antonio.


"Entahlah," jawab Isabella.


"Itu nomor siapa?" tanya Anthony kembali.


"Orang asing, sayang." jawab Isabella.


"Angkatlah dahulu, kemungkinan itu salah satu anak buah kita mungkin dia sedang mengganti nomor ponselnya." ucap Antonio yang kemudian menggendong putranya yang sedang menangis.


"Iya Halo." ucap Isabella kepada seorang yang ada di seberang.


"Nyonya, maafkanlah aku.. maafkan atas segala kesalahanku!" seru seorang wanita yang sedang menelpon Isabella.


"Siapa ini?" tanya Isabella.


"Nyonya, aku hanya mau bilang padamu sebenarnya kau mempunyai sepasang anak kembar!" seru wanita itu. Isabella sedikit kebingungan dengan Perkataan wanita itu.

__ADS_1


"Pasti Anda salah sambung." ucap Isabella.


"Nyonya Isabella Yusuf, dengarkan saya.. saya ingin bertemu dengan Anda!" seru wanita itu yang terlihat marah karena Isabella akan menutup ponselnya.


"Anda Siapa?" tanya Isabela.


"Saya adalah salah satu perawat yang menolong saat kelahiran anak Anda." jawab wanita itu. Isabella sedikit kebingungan.


"Saya tidak mengerti apa yang sedang anda bicarakan." ucap Isabella yang masih kebingungan dengan perkataan seorang wanita yang berada di seberang telepon.


"Tolong temui saya!" seru wanita misterius yang sedang menelpon Isabella.


"Saya tidak ada waktu." jawab Isabella.


"Apakah kau kau tidak ingin tahu dimana satu putrimu lagi, maka kau akan kehilangan dia!" seru wanita itu yang masih bersikukuh.


"Siapa sayang!" seru Antonio.


"Entahlah, wanita ini tidak aku kenal. dia bilang dia akan memberitahukan tempat keberadaan Putri kita." jawab Isabella.


"Putri kita?" tanya Antonio.


"Apa maksudnya?!" seru Antonio yang kemudian mendekati sang istri.


"Saya adalah salah satu perawat yang membantu persalinan istri anda, Saya harus berbicara dengan anda dan istri anda!" seru wanita itu.


"Apa yang kau inginkan!" seru Antonio.


"Temui saya di suatu tempat, karena saya membutuhkan bantuan anda dan istri anda." jawab wanita itu yang terlihat ketakutan.


"Bagaimana kau tahu nomor polsel istriku?" tanya Antonio.


"Itu tertera di nomor rumah sakit tempat istri anda bersalin." jawab wanita itu.


"Di mana kami harus menemuimu?" jawab Antonio.


Akhirnya wanita itu memberikan alamat agar sepasang suami istri itu menemuinya.


"Bagaimana ini Suamiku?" tanya Isabella.

__ADS_1


"Sebaiknya kita menemui dia, karena dengan begitu kita akan tahu maksud dari wanita itu." jawab Antonio.


"Tapi, bagaimana jika itu hanya jebakan?" tanya Isabella.


"Tidak mungkin, istriku. terdengar dari suaranya wanita itu sedang ketakutan." jawab Antonio.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membawa bayi kita ke tempat itu." ucap Isabella.


"Tidak usah istriku, kita titipkan saja pada Paman Ridwan dan kak Indah." jawab Antonio.


"Tapi.." ucap Isabella.


"Kita tidak boleh membahayakan Putra kita." jawab Antonio yang kemudian meminta Isabella untuk mengantar Putra mereka ketempat indah.


Di suatu tempat yang berada di sebuah kawasan kecil dan terpencil, Isabella dan Antonio menemui seorang wanita yang telah menunggu mereka.


"Apakah anda datang sendiri?" tanya seorang wanita.


"Siapa kau?" tanya Isabella.


"Saya bernama Hilma." jawab wanita itu.


"Apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Antonio.


"Saya tidak bisa menanggung beban ini terlalu lama, Tuan. karena beban ini saya harus menerima hukuman dari Tuhan." jawab wanita itu.


"Apa maksudmu?" tanya Isabella.


"Saya akan menceritakan dan memberitahukan Di mana tempat anak anda." jawab Hilma.


"Aku tidak tahu apa maksudmu?" tanya Isabella.


"Saya akan menceritakan semua kejadian yang ada di rumah sakit itu Nyonya, namun saya minta tolong setelah saya menceritakannya bantulah saya untuk pergi dari negara ini." jawab Hilma. akhirnya Hilma menceritakan semua kejadian yang ada di rumah sakit tempat Isabella melahirkan.


Brak..


"Apa maksudmu!" seru Isabella yang sangat marah saat mendengar semua cerita wanita itu.


"Lalu, siapa pria itu?" tanya Antonio kepada Hilma.

__ADS_1


"Saya tidak tahu Tuan, namun saya mempunyai ciri-ciri pria itu sebelum saya meninggalkan rumah sakit itu. saya juga memotret kedua anak Anda." jawab Hilma. wanita itu langsung memberikan foto sepasang bayi kembar yang baru dilahirkan.


** bersambung **


__ADS_2