AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Mencari


__ADS_3


Hari ini Isabella sedang berada di kantornya, wanita itu terus menyibukkan dirinya dengan semua tumpukan berkas- berkas.


🎶🎶🎶


Ponsel Isabella berdering, nampak wanita itu mengambil ponselnya dan melihat siapa si penelpon.


"Ya, ada apa detektif?" tanya Isabella kepada salah satu detektif yang berada di luar negeri.


"Nyonya, kami sudah mengetahui di mana keberadaan Tuan Antonio dan Tuan Ridwan." jawab si penelpon.


Isabella langsung berdiri dari kursinya, terlihat wanita itu sangat terkejut dengan kabar yang diberikan oleh sang detektif.


"Apa maksud anda?" tanya Isabella.


terlihat Isabella menghela napas karena saking terkejutnya.


"Iya, Nyonya. kami telah menemukan keberadaan Tuan Antonio dan Tuan Ridwan." jawab detektif.


lalu Dimana keberadaan mereka tanya Isabella kepada detektif mereka berada di Meksiko jawab detektif.


"Bagaimana mungkin mereka berada di sana, Tuan detektif. bahkan tempat itu tidak pernah di datangi oleh suamiku sama sekali." ucap Isabella.


"Saya tidak tahu, Nyonya. tapi saya sudah menemukan keberadaan Tuan Antonio dan Tuan Ridwan. jadi segeralah Anda ke Meksiko untuk kita menyelidiki orang-orang yang telah menculik suami Anda." jawab detektif.


Akhirnya Isabella sudah memutuskan untuk pergi ke Meksiko guna mencari keberadaan sang suami, sang detektif hanya tahu kalau jejak suaminya itu berada di Mexico. namun di mana tempatnya itu detektif belum tahu keberadaannya.


Isabella menelpon indah dan yang lain, akhirnya mereka berlima berkumpul di suatu tempat.


"Memangnya Apa yang ingin kau katakan, Isabella?" tanya indah.


"Aku sudah menemukan keberadaan suamiku dan suami kakak." jawab Isabella.

__ADS_1


Indah begitu terkejut, hatinya sangat bahagia saat Isabella mengatakan hal itu.


"Lalu di mana keberadaan suami kita, Bella?" tanya Indah.


"Mereka berada di Meksiko, Kak." jawab Isabella.


"Meksiko." ucap Indah yang kebingungan.


"Benar, mereka ada di Meksiko. entah Siapa yang menculik mereka, namun detektif bilang jejak terakhir mereka berada di Mexico dengan penerbangan jet pribadi." jawab Isabela.


"Lalu bagaimana?" tanya Indah.


"aku akan ke Meksiko bersama Jimmy, sedangkan Jordan mengurus perusahaan Paman Aslan, kak Indah mengurus butikku sedangkan Bobby akan mengurus Isabella army." jawab Indah.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan Antonio?" tanya indah.


"Nanti kita bisa membicarakan hal itu, Kak. karena ada beberapa kaki tanganku di dalam perusahaan itu, Jadi kalau ada sesuatu mereka akan langsung memberitahukan kepadaku." jawab Isabella.


"Baiklah kalau begitu, aku yakin kau sudah lakukan yang terbaik." jawab Indah.


Saat kelima orang itu sedang bertemu dan membicarakan masalah Antonio dan Paman Ridwan, nampak Jordan Sedang mendapat telepon dari seseorang. pria itu menatap layar ponselnya, terlihat di sana..betapa terkejutnya Jordan, saat melihat isi notifikasi dari salah satu anak buah Paman Ridwan.


"Ada apa?" Jordi tanya Isabella kepada Jordan.


"Gawat, gawat Nyonya, gawat." ucap Jordan.


"Memangnya ada apa?' tanya Isabella kebingungan.


"Perusahaan Tuan Ridwan ada yang mencoba menghancurkannya." jawab Jordan.


"Memangnya ada apa?" tanya Isabella yang kebingungan.


"Salah satu dari anak buah Tuan Ridwan telah tertangkap polisi." jawab Jordan lagi.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Isabella.


"Katanya salah satu gudang perusahaan kita ada yang sengaja memasukkan obat terlarang." jawab Jordan.


"Betapa terkejutnya Isabella, saat mengetahui hal itu.


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Isabella lagi.


"Para polisi sedang melakukan investigasi di perusahaan itu." jawab Jordan.


"Sebaiknya kita ke perusahaan itu, kalau tidak bisa-bisa keadaan kita dalam bahaya." ucap Isabella yang kemudian berlari memasuki mobilnya untuk menuju perusahaan Paman Ridwan dan Antonio.


Kelima orang itu akhirnya berpencar, sedangkan Isabella Indah dan Jordan pergi ke perusahaan Paman Ridwan. sedangkan Jimmy pria itu langsung memegang alih kepemimpinan di perusahaan Antonio.


Akhirnya mereka semua kebingungan, karena yang mereka tahu tidak pernah ada kejadian seperti ini. sedangkan di tempat lain seorang pria sedang tertawa terbahak-bahak karena dirinya merasa menang telah membuat Isabella begitu terkejut.


Langkah kaki Isabella semakin cepat, tak kalah dirinya melihat begitu banyak polisi yang sedang berada di perusahaan Paman Ridwan.


"Ada apa lagi ini, kenapa tiba-tiba ada kejadian seperti ini." ucap Isabella.


"Entahlah Nyonya, kelihatannya ada seseorang yang berniat jahat dengan perusahaan ini." jawab Jordan.


"Kepalaku sudah pusing ditambah kepusingan seperti ini, bisa-bisa kepalaku pecah, Jordan." ucap Isabella yang melangkah begitu cepat. sesaat kemudian, nampak salah satu kepala polisi langsung datang kepada Isabella.


"Selamat siang, Nyonya Isabella!" seru salah satu petugas polisi.


"Selamat siang." pak jawab Isabella.


"Bisakah kita berbicara!" seru polisi tersebut.


"Boleh, mari silakan." ajak Isabella.


Akhirnya Isabella dan Jordan serta beberapa pemimpin perusahaan berkumpul berkumpul di kantor Paman Ridwan.

__ADS_1


** bersambung **


__ADS_2