AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aku ingin bahagia


__ADS_3


Isabella dan Antonio sudah memutuskan untuk menyehatkan fikiran mereka di sebuah pegunungan yang ada di Paris, sebuah pemandangan yang begitu indah yang membuat perasaan mereka akan merasa damai sedikit demi sedikit.


"Ada apa istriku?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Barusan aku mendapat kabar dari kepala polisi, kalau Aslan telah meninggal dunia karena pendarahan yang tidak kunjung berhenti." jawab Isabella.


"Itu lebih baik." jawab Antonio.


Isabella menganggukkan kepalanya.


"Dengan begitu, pria itu tidak akan mengganggu kita lagi." jawab Isabella yang kemudian meminta sang suami untuk menemaninya berjalan-jalan di sekitaran rumah mereka.


"Bagaimana kalau besok pagi kita menanam sayuran dan buah-buahan?" tanya Isabella kepada sang suami.


"Pasti itu akan menyenangkan." jawab Antonio. hari itu Mereka pergi hanya berdua dan ditemani oleh salah satu supir, karena Jimmy diminta Isabella untuk mengurus beberapa perusahaan mereka yang ada di Paris dan Korea.


"Kita akan memulai kehidupan kita dari nol, dari tempat ini aku berharap kebahagiaan kita akan tumbuh sedikit demi sedikit." ucap Antonia.


"Aku berharap semua kegelapan yang telah menyelimuti kita selama beberapa tahun ini akan pergi dan digantikan sebuah kebahagiaan yang selalu kita tunggu." Isabella kemudian memeluk tubuh Sang suami. wanita itu menghela nafasnya yang terasa membelenggunya hampir 1 tahun ini.


5 bulan kemudian


"Bagaimana hasilnya, dokter?" tanya Antonio yang begitu antusias saat membawa Isabella ke salah satu rumah sakit yang ada di desa tempat mereka sekarang tinggal.


"Selamat Tuan, istri anda telah hamil 3 bulan." jawab sang dokter.


Rona bahagia langsung terpancar di wajah Antonio saat dia mendapatkan kabar yang begitu luar biasa.


"Ye..ye.. aku akan menjadi Ayah!" seru Antonio yang berteriak kegirangan karena dirinya telah mendapatkan kabar Kalau Isabella telah mengandung.


Antonio langsung mengambil ponselnya dan memberikan kabar kepada Paman Ridwan kalau Isabella telah mengandung. rona bahagia nampak di wajah Paman Ridwan dan Indah saat mengetahui Isabella dan Antonio akan mendapatkan kebahagiaan nya.

__ADS_1


"Sayang.. sayang!" seru Antonio yang telah memasuki ruangan tempat Isabella dirawat.


"Ada apa denganmu, Kenapa kau bahagia seperti itu?" tanya Isabella yang belum tahu kalau dirinya sedang mengandung.


"Apakah kau tahu aku telah mendapatkan kado terindah selama hidupku ini." jawab Antonio.


"Memangnya ada apa?" tanya Isabella.


Antonio menunjukkan sebuah kertas hasil laboratorium yang menunjukkan kalau dirinya sedang mengandung.


"Benarkah, benarkah aku akan mempunyai bayi!" seru Isabella yang begitu bahagia saat mengetahui dirinya sudah mengandung 3 bulan.


Bahagia, itu adalah rasa yang sekarang yang mereka dapatkan.


Hari demi hari dilalui Isabella dan Antonio dengan rasa yang begitu membahagiakan.


"Kau sedang apa?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Kenapa kau tidak mencabut wortel juga?" tanya Antonio.


"Buat apa?" tanya Isabella kepada sang suami.


"Tentu saja kita akan membuat sup yang sangat lezat." jawab Antonio. Isabella menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu mencuci buah strawberry yang barusan dia petik pekarangan tempat Isabella dan Antonio berada.


Memang kebun mereka sangat luas walaupun rumah mereka terbilang sedikit kecil daripada rumah yang mereka miliki di beberapa negara.


"Apakah selezat itu?" tanya Antonio yang melihat istrinya sedang makan dengan lahapnya.


Isabella menganggukkan kepalanya.


"Apakah kau mau?" tanya Isabella.


"Pasti asam." ucap Antonio yang membuat Isabella tersenyum.

__ADS_1


"Lihatlah, perutmu semakin lama semakin membesar." ucap Antonio yang membuat Isabella tersenyum.


"Tentu saja suamiku, perutku Ini sudah memasuki 7 bulan, tentu saja sudah besar." jawab Isabella.


"Apakah kau tidak rindu dengan paman Ridwan dan kakak indahmu itu?" tanya Antonio.


"Bagaimana kalau kita pulang ke Indonesia." ucap Antonius.


"Tidak perlu, karena yang aku dengar Paman Ridwan akan membawa putranya itu untuk sekolah di tempat ini." jawab Isabella. nampak Antonio sedikit terkejut dengan perkataan sang istri.


"Apa maksudmu istriku?" tanya Antonio.


"Apakah paman Ridwan tidak bilang kalau pria itu akan memboyong anak dan istrinya untuk tinggal di desa yang ada di tempat ini?" tanya Isabella. Antonio mengelengkan kepalanya.


"Dasar Paman Ridwan, pria itu selalu membuatku bingung saja." gerutu Antonio yang membuat Isabella tersenyum.


"Kan malah aku mempunyai teman, suamiku. karena beberapa bulan lagi aku akan melahirkan." jawab Isabella.


"Apakah kau tahu istriku, di tempat ini aku merasakan kebebasan yang begitu besar. tidak ada yang mengganggumu.. ataupun menggangguku, bahkan tidak ada yang mengganggu kita berdua." ucap Antonio.


Tak lama kemudian tiba-tiba suara seseorang sudah terdengar di rumah mereka.


"Hallo cantik!" seru seorang wanita dan seorang pria yang telah berada di depan pekarangan rumah mereka. Antonio dan Isabella menatap sepasang suami istri itu.


"Tuan Carlos, Nyonya Maria!" seru Isabella dan Antonio yang melihat sepasang suami istri itu sudah berada di depan rumah mungil mereka.


Isabella langsung berdiri dari kursi yang dia duduki, wanita itu langsung menghampiri Nyonya Maria yang sudah merentangkan kedua tangannya.


"Hai, sayang." ucap Nyonya Maria yang sudah memeluk Isabella.


"Aku senang anda mau mampir ke pondok ku yang sangat jelek ini." ucap Isabella yang kemudian mempersilahkan Nyonya Maria dan Tuan Carlos untuk masuk.


** bersambung **

__ADS_1


__ADS_2