
Sebelumnya terima kasih ya sama semua pendukungku pada novel Aku mencintai istri kontrakku dan terima kasih banyak atas dukungannya. mungkin aku mencintai istriku akan berlanjut pada novel selanjutnya pada kisah kedua anak Isabella dan Antonio.
judul: Di kejar Cinta Mafia.
***
Hidup ini terasa bagaikan cerita yang tidak ada habisnya, akhirnya Isabella dan Antonio mendapatkan kedua buah hatinya. seorang bayi cantik dan seorang bayi tampan yang selalu membuat mereka berdua bahagia.
5 tahun kemudian
"Papa..Aska nakal banget!" seru Aselia.
"Memang Aska ngapain Aselia?" tanya Antonio.
"Aska ambil pistol-pistolan Aselia!" seru Aselia.
"Aselia, kamu tidak boleh bermain mainan itu, sayang!" seru Isabella.
"Huaa...!!!" Aselia yang menangis.
"Kan mama juga sukanya bermain pistol." ucap Aska yang membuat Isabella melotot kepada putranya itu.
"Berbeda sayang." jawab Antonio yang berusaha untuk memberikan penjelasan kepada putranya.
"Kenapa?" tanya Aska.
"Gimana ya Papa mau menjelaskannya." ucap Antonio yang sedikit kebingungan untuk menjelaskan kepada putranya mengenai senjata yang dimiliki oleh Mama dan dirinya.
"Kenapa kami tidak boleh main mainan itu, Pa?" tanya Aska kembali.
"Pokoknya jangan banyak bertanya, Aska sama Aselia tidak boleh bermain pistol itu ya!" seru Isabella.
"Mama pelit, Mama jahat!" seru aselia yang kemudian memeluk Antonio.
__ADS_1
"Iya benar sayang, Memang Mama jahat." ucap Antonio yang membuat Isabella semakin marah kepada pria itu.
"Sayang kamu jangan macam-macam ya, kalau kamu tidak ingin aku lubangi kepalamu!" seru Isabella.
"Jangan dong Ma, kepala Papa jangan dilubangi. nanti kepala papa jadi celengan dong!" seru Aselia yang membuat Antonio dan Isabella ingin tertawa namun mereka menahan tawa itu, Tak lama kemudian terlihat putra dari Paman Ridwan datang.
"Hai Aska, Aselia!" seru Faiz Khaif kepada Aska dan Aselia.
Entah Mengapa Paman Ridwan mengganti nama putranya menjadi nama Faiz, kelihatannya Paman Ridwan sangat menyukai nama itu karena nama itu adalah nama dari ayahnya kakek dari Antonio Yusuf.
"Kak Faiz!" seru Aselia yang kemudian berlari dan memeluk Faiz. bocah kecil itu yang bisa terbilang secara garis keturunan dia adalah Paman dari Aselia dan Aska dan juga adik dari Antonio.
"Hai Faiz!" sapa Isabella kepada Putra pamannya itu.
"Hai Kak Isabella." Jawa Faiz.
"Kan sudah aku bilang jangan panggil mamaku sama panggilan Kak Isabella!" seru Aselia yang tidak terima mamanya dipanggil Faiz dengan sebutan kakak.
"Mengapa aku tidak boleh memanggilnya kakak?" tanya Faiz.
"Kan ayahku itu pamannya Papa kalian, jadi Kata papa aku harus memanggil Mama sama Papa kalian itu Kakak." jawab Faiz.
"Tak bisa begitu dong, nanti aku panggil kamu Paman dong." jawab Aselia yang membuat Antonio ingin tertawa dengan semua perkataan yang dikeluarkan oleh putrinya itu.
"Oh ya Asel sama Aska main apa?" tanya Faiz kepada Aselia.
"Aku lagi main pistol-pistolan." jawab Aselia.
"Kenapa harus main pistol-pistolan?" tanya Faiz.
"Soalnya aku suka main pistol-pistolan sama seperti mama." jawab Aselia. Hal itu membuat Isabella langsung memutar bola matanya dan melirik sang suami.
"Kenapa tidak main sama dengan aku sama Aska, sukanya main kantor-kantoran sama melihat dan mempelajari perusahaan." jawab Faiz.
"Enggak ah.. enggak mau, permainan kalian itu tidak punya kehebohan sama sekali." jawab Aselia.
__ADS_1
"Umurmu masih 5 tahun, jadi tidak boleh main pistol-pistolan." ucap Faiz.
"Kak Faiz kan umurnya baru 6 tahun, jadi nggak boleh main kantor-kantoran." jawab Aselia yang membuat Faiz dan Azka tidak bisa mengatakan apapun.
"Aska, Kenapa Aselia itu kalau diberitahu susah sekali ya." ucap Faiz kepada Aska.
"Memang dia seperti itu, terkadang membuatku pusing dan sukanya mengajakku bermain pistol-pistolan. Aku tidak suka aku.. sukanya bermain kantor-kantoran dan membantu papa untuk meneliti semua berkas-berkasnya." jawab Aska.
"Aku sama, aku juga suka membantu papa meneliti semua laporan dan bukunya banyak sekali." jawab Faiz yang membuat Aska dan Faiz langsung meninggalkan Aselia.
"Ih dasar cowok tidak punya sesuatu yang hebat!" seru Aselia.
"Adel, tidak boleh begitu sayang. kamu itu perempuan tidak boleh main pistol-pistolan!" seru Isabella.
"Mama juga perempuan, Kenapa boleh main pistol-pistolan!" seru Aselia.
Antonio tidak bisa membantu istrinya untuk menjelaskan kepada putrinya, kalau mamanya adalah pimpinan dari mafia dan juga ketua dari Yakuza yang ada di Jepang.
"Sayang kenapa kau diam saja, bantu aku dong untuk menjelaskan pada putrimu itu!" seru Isabella kepada Antonio.
"Aku harus membantu apa, Sayang. Lihatlah kata-kata kita berdua saja langsung dilontarkan oleh Aselia dengan sangat mudahnya." jawab Antonio yang membuat Isabella langsung mencubit lengan sang suami.
"Auuu, sakit yang kenapa kau selalu mencubit ku!" seru Antonio.
"Kau itu sebagai Papa kok tidak bisa mendidik putrinya!" seru Isabella.
"Apa tidak terbalik." jawab Antonio yang kemudian berlari meninggalkan sang istri yang sudah melotot dan marah tidak karuan.
"Awas ya, lihat saja!" seru Isabella yang kemudian menggendong Aselia dan membawanya ke kamar mandi untuk dibersihkan. terlihat putri dari Isabella memiliki sifat dan perilaku yang menurun dari Mamanya. Entah mengapa malah Aska lebih cenderung memiliki sikap seperti Antonio.
Hari-hari yang dilalui Isabella dan Antonio begitu membahagiakan, terkadang mereka selalu disuguhi canda tawa dan terkadang juga mereka selalu disuguhi dengan begitu banyaknya permasalahan di perusahaan. apalagi Isabella yang harus mondar-mandir ke luar negeri untuk mengatasi beberapa permasalahan dari perusahaan bahwa tanah yang dimilikinya bersama Tuan Carlos.
** END **
nanti lanjut di judul yang lain di cerita 2 anak Isabella dan Antonio. terima kasih 🙏😊😊
__ADS_1
Season selanjutnya. aku mencintai istri kontrakku 2. di kejar cinta sang mafia. terima kasih.😊😊