
"Sudah hampir 10 hari ini, kenapa belum ada kabar mengenai Bella?" ucap Aslan yang berdiri menatap bangunan dari gedung dia berdiri. namun tak lama kemudian.. ponsel Aslan berbunyi, nampak Aslan tidak menghiraukan ponsel tersebut.
Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba Aslan mengangkat sebuah telepon dari nomor yang tidak dia kenal.
"Nomor siapa ini, kenapa tidak ada di dalam ponselku." ucap Aslan sambil menatap nomor telepon yang ada di ponselnya.
Tak lama kemudian Aslan mengangkat ponselnya, karena dia berpikir ada sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan.
"Iya Halo." ucap Aslan.
"Aku akan memberikan alamat keberadaan Bella." ucap seorang pria dari seberang yang tidak diketahui siapa gerangan. setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba orang itu langsung menutup teleponnya. Tak lama kemudian sebuah alamat muncul di layar ponsel Aslan, dan alamat itu berada di Paris. "Jemput Bella sesegera mungkin" pesan yang dikirim oleh seseorang yang tidak Aslan kenal. seorang pria dengan suara yang lumayan berat.
Aslan menelepon anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan alamat yang dikirim oleh penelpon misterius.
"Lacak alamat yang aku kirim pada kalian, Setelah kalian tahu keberadaan alamat itu segera beritahu aku. karena aku akan langsung berangkat." ucap Aslan kepada salah satu anak buah kepercayaannya. toh memang orang kaya tidak bisa dilawan, mereka bisa melakukan apa saja. Bahkan hanya dengan jentikan jari saja,
Tak lama kemudian sebuah telepon masuk yang mengatakan kalau alamat itu benar-benar berada di Paris dan kediaman itu milik dari keluarga Antonio.
"Aku sudah mengira kalau kau yang mengambil Bella dariku." ucap Aslan yang kemudian memakai kacamata hitamnya dan berlalu pergi dari kantor tempat dia berada.
Pria tampan itu memakai jas kebanggaannya dan berlalu ke tempat parkiran untuk mengambil mobil mewahnya.
"Apakah kau sudah membeli tiket yang tadi aku suruh?" tanya Aslan kepada salah satu sekretaris pribadinya.
__ADS_1
"Sudah Tuan." jawab Adi sekretaris pribadi Aslan.
"Persiapkan semua yang aku perlukan ke Paris, minta orang-orang yang ada di rumah untuk mengantarkan keperluanku itu di bandara karena aku tidak ingin menunggu lama." perintah Aslan.
Setelah mengatakan hal itu, nampak pria itu bersandar di dalam kursi mobil mewahnya. dia menghela nafasnya, hatinya merasa bahagia saat dia sudah mendapatkan tempat keberadaan Bella.
"Aku akan segera menjemput mu." ucap Aslan sambil tersenyum bahagia. hatinya terus berdebar karena dia akan segera menjemput seorang gadis muda yang telah mengambil seluruh Hatinya.
35 menit kemudian..
bandara Singapore
"Kalian beritahu jika ada sesuatu yang terjadi di tempat ini!" seru Aslan kepada Adi sekretaris pribadinya.
"Baik Tuan." jawab Adi.
"Baik Tuan." jawab Adi.
Akhirnya Aslan memasuki pesawat, hatinya terus berdebar. kebahagiaan serasa telah berada di tangannya.
"Aku akan menjemputmu." ucap Aslan. pria itu berkali-kali mengatakan hal itu, hatinya seperti seorang pria yang baru merasakan jatuh cinta.
6 jam kemudian
Paris
__ADS_1
Pesawat yang dinaiki Aslan telah sampai di Paris, terlihat Aslan sudah dijemput oleh supir pribadinya saat baru keluar dari bandara.
"Apakah kita akan ke kediaman anda dahulu, Tuan?" tanya supir pribadi Aslan.
Tentu saja kita pulang dulu, besok baru aku akan melanjutkan perjalanan ke kediaman yang sudah aku beritahukan." ucap Aslan kepada supir pribadinya.
Aslan telah sampai di sebuah Hotel yang dia miliki di Paris, pria itu adalah seorang pria pembisnis yang sangat hebat. mungkin kalau bisa dibilang Antonio adalah pembisnis nomor dua di bawah Aslan.
Malam telah menjelang Aslan telah mempersiapkan segala sesuatu untuk memantau kediaman Antonio. terlihat pria itu sangat teliti saat mempersiapkan segala sesuatu bahkan secara detail.
Nampak Aslan mengeluarkan laptopnya, dia melacak keberadaan rumah mewah Antonio yang ada di Paris. memang jarak Hotel yang dimiliki Aslan dan kediaman yang dimiliki oleh Antonio berjarak sekitar 40 menit.
Tak lama kemudian ponsel Aslan mulai berbunyi, dia mengambilnya dan menatap nama yang ada di ponsel itu.
"Bagaimana, Apakah kau sudah memantau tempat itu?" tanya Aslan kepada anak buahnya.
"Sudah Tuan, benar apa yang dikatakan oleh penelepon itu. kalau Nona Bella berada di tempat itu, kelihatannya kediaman Tuan Antonio dijaga dengan sangat ketat." lapor salah satu anak buah Aslan.
"Jadi dia ingin main-main denganku ya." ucap Aslan.
"Baiklah segera kau pantau dengan sangat teliti, karena besok kita akan bertamu ke kediaman Antonio." ucap Aslan kepada anak buahnya.
"Baik Tuan." jawab para anak buah Aslan. nampak bibir Aslan tersenyum saat mengetahui kalau Bella benar-benar berada di rumah Antonio. anak buah Aslan nampak memberikan beberapa foto Bella yang berada di dalam rumah Antonio, karena para anak buah Aslan menggunakan drone untuk memantau tempat Antonio.
** bersambung ***
__ADS_1
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗❤️❤️❤️👍👍👍🤗😊