
Satu minggu kemudian
Hari berjalan dan berlalu begitu cepat, Isabella belum juga mendapatkan titik terang keberadaan sang suami. nampak wanita itu terus berjuang dan tidak mau menyerah, dalam hatinya Dia sangat yakin kalau sang suami akan selamat dan di dalam kecelakaan itu bukanlah suaminya.
Hari ini Isabella dan indah duduk bersama di taman yang ada di rumah mereka, memang rumah Isabella dan indah berdekatan bahkan gerbang mereka menjadi satu. terlihat kalau dari kejauhan rumah Antonio dan Paman Ridwan adalah 1, namun Sebenarnya rumah itu memiliki 2 penghuni.
Terlihat Isabella menghela nafasnya sangat kasar, wanita itu menatap langit sembari duduk di kursi taman.
"Apa yang sedang kau pikirkan, Bella?" tanya indah.
"Entahlah Kak, Kenapa para detektif itu masih belum menemukan keberadaan suami kita." ucap Isabella.
"Kita harus selalu yakin bel, karena kau selalu mengatakan hal itu padaku." jawab Indah.
"Tentu saja kak." ucap Isabella yang kemudian duduk. terlihat wanita itu mengambil ponselnya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Indah.
"Aku begitu rindu dengan suamiku, Kak. sudah 2 bulan ini kita belum mendapatkan kabar suami kita." jawab Isabella. nampak Isabella membuka aplikasi di hp nya, entah mengapa jari-jemarinya menuntun wanita itu ke sebuah foto yang tertera 2 bulan yang lalu.
"Foto siapa ini." ucap Isabella sembari melihat dua anak kecil yang sedang tertawa riang di area bandara Kota Jakarta, sesaat kemudian nampak dua bola mata Isabella menangkap kejadian yang ada di belakang video 2 anak tersebut.
Isabella berulang kali mencoba menatap foto dan video yang ada di media sosial milik seorang wanita, terlihat jelas di sana terpampang wajah sang suami dan Paman Ridwan.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu, ini.. ini..ini kenapa orangnya mirip banget dengan Antonio." ucap Isabela sambil terus menatap video seorang bocah bersama saudaranya. terlihat di sana 2 bocah itu tertawa, sesaat kemudian nampak terpampang jelas wajah Antonio dan Paman Ridwan.
"Kak, kak Indah. lihat deh.. lihat media sosial wanita ini." ucap Isabella yang kemudian berteriak dan menarik tubuh indah.
"Ada apa bel, Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu. apa yang menarik dari media sosial wanita ini?" tanya Indah kepada Isabella. sesaat kemudian nampak indah mengunduh salah satu itu video yang ada di media sosial wanita itu.
"Jimmy, Jimmy!" seru Isabella yang berteriak sangat keras. Hal itu membuat para pembantu dan Jimmy langsung mendekat kepada Isabella.
"Ada apa Nyonya?!" seru Jimmy dan para pembantu yang ada di rumah Isabella.
"Jimmy segera ambil laptop di kantor rumah!" seru Isabella yang berteriak tanpa melihat Jimmy. nampak di sana Jimmy langsung berlari ke kantor yang ada di rumah wanita itu, sesaat kemudian nampak Isabella menyalin file yang ada di media sosial Gadis itu.
"Jimmy sekarang buka aplikasi wanita ini, dan masuk ke jaringan yang di miliki oleh wanita ini?!" seru Isabella dengan nafas yang memburu.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat lakukan apa yang Aku perintahkan!" seru Isabella.
Akhirnya Jimmy menuruti apa yang dikatakan oleh majikan wanitanya itu, terlihat jelas disana wanita itu sedang menatap layar laptop yang telah dioperasikan oleh Jimmy.
"Memangnya apa yang bagus sih Nyonya, di media sosial wanita ini?" tanya Jimmy.
Sesaat kemudian nampak Isabella menunjuk salah satu video yang ada di media sosial seorang wanita.
"Sekarang simpan gambar itu, kemudian perbesar gambar itu." perintah Isabella. nampak Jimmy menuruti apa yang dikatakan oleh majikan perempuannya itu.
"Putar!" seru Isabella. sesaat kemudian nampak mereka semua menatap sebuah video yang ada di bandara Kota Jakarta.
__ADS_1
"Berhenti, zoom!" seru Isabella. nampak Jimmy langsung menghentikan video itu dan memperbesar gambar yang ada disana, betapa terkejutnya mereka semua saat melihat dua wajah yang sangat mereka kenal.
"Suamiku!" seru Indah yang langsung berteriak saat melihat wajah Paman Ridwan bersama Antonio.
"Jimmy cari tahu dimana alamat wanita itu!" perintah Isabella. nampak Jimmy menganggukkan kepalanya.
Sesaat kemudian nampak Jimmy mengoperasikan laptop tersebut, sesaat kemudian balasan dari wanita itu langsung masuk ke dalam laptop yang dipegang oleh Jimmy.
"Sudah Nyonya, kita sudah mendapatkan alamatnya!" seru Jimmy. nampak Isabella langsung berlari ke dalam rumahnya.
"Kakak mau ikut atau tidak!" seru Isabella. Sedangkan para pembantu dan pegawai yang ada di sana nampak mereka semua berharap kalau majikan mereka benar-benar masih hidup.
"Aku ikut Bella!" seru Indah. akhirnya Jimmy mengantar Isabella dan indah ke alamat yang diberikan oleh wanita yang ada di media sosial itu.
"Tidak usah mengebut, Jimmy!" seru Isabella.
"Baik, nyonya." jawab Jimmy.
"Kita harus mendapatkan kabar mengenai suami kita, Bella. ucap indah.
"Kakak benar, namun... Jimmy Apakah kau sudah memberitahukan kepada seluruh pekerja yang ada di rumah, Kalau apa yang telah mereka lihat tidak boleh sampai bocor keluar?" tanya Isabella.
"Sudah Nyonya." jawab Jimmy.
** bersambung **
__ADS_1