AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Part 2. Perubahan


__ADS_3


Kehidupan isabella telah berubah, wanita itu tidak seperti dulu lagi.


Berkecimpung di dunia mafia bahkan berkerja sama dengan kelompok Yakuza. Isabella tidak pernah memikirkan hal seperti itu Namun nyatanya sekarang Wanita itu telah menjadi sosok wanita yang luar biasa.


Malam itu suara canda tawa Isabella memenuhi ruangan rumah sakit.


"Oh ya suamiku, aku ingin memindahkan mu ke tempat kita agar Kak indah jika telah kemari tidak terlalu kerepotan. apalagi kau tahu kan.. perutnya sudah membesar, beberapa bulan ini dia akan melahirkan." ucap Isabella kepada Antonio.


"Apapun yang terbaik untukku, istriku." jawab Antonius.


"Terima kasih." ucap Isabella yang kemudian menatap sang suami.


Cup


Sebuah kecupan telah mendarat di bibir Isabella, wanita itu selalu memberikan senyum terindahnya kepada sang suami.


"Oh ya sayang, mengapa kau memindahkan aku dan Paman Ridwan pulang. Apakah tidak sebaiknya kita di rumah sakit saja?." tanya Antonio kepada sang istri.


"Kalau di rumah sakit pengawasan tidak terlalu ketat, suamiku. Kalau dirimu di rumah aku akan mengerahkan beberapa pengawal untuk menjaga rumah, karena kau tahu kan musuh-musuh baru kita itu bukanlah orang biasa. seorang mafia dan Yakuza." jawab Isabella.


"Memangnya siapa Yakuza yang kau maksud itu?" tanya Antonio kepada Isabella.


"Taeyong, dia adalah Yakuza muda yang begitu berambisi untuk mendapatkan bisnis di seluruh negaranya. Namun sayang beberapa Yakuza yang lain Kelihatannya tidak begitu menyukai sepak terjang taeyong." jawab Isabella.


"Dia tampan tidak?" tanya Antonio.


"Ha-ha-ha... Apa maksudmu suamiku, hingga kau bertanya seperti itu padaku?" jawab Isabella.

__ADS_1


"Aku kan cuma mau tahu dia itu tampan tidak, kalau dia tampan aku takut kau akan meliriknya." jawab Antonio kembali.


"Kau adalah pria tertampan yang kunikahi dan kau adalah satu-satunya pria yang akan jadi pengisi hidupku." jawab Isabella yang membuat Antonio terlihat wajahnya sedikit memerah.


"Kenapa Wajahmu seperti itu seperti seorang bayi atau anak kecil yang malu diledek ibunya." ucap Isabella.


"Semakin lama kau telah menjadi seorang wanita yang begitu dewasa." ucap Antonio sambil membelai wajah sang istri.


"Sudah kau bersiap-siaplah, Beberapa jam lagi anak buah ku akan membawa kalian kembali.


Terlihat Isabella telah merapikan tubuh Sang suami. hingga beberapa menit kemudian seluruh anak buah Isabella telah berkumpul di depan rumah sakit. hingga membuat rumah sakit sangat heboh dengan begitu banyak pengawal yang berkerumun di depan rumah sakit tersebut.


"Apakah jadi kau memindahkan suamimu?" tanya Jun kepada Isabella.


"Tentu saja jadi, Memangnya kenapa?" tanya Isabella.


"Tidak." jawab Jun.


"kan banyak perawat, Mengapa aku harus membantu memindahkan suamimu." terlihat Jun agak tidak terlalu suka dengan Antonio. mungkin pria itu sedikit menaruh hati kepada Isabella.


"Kau ini pria kurang ajar sekali ya, aku mau minta tolong padamu malah jawabanmu seperti itu!" seru Isabella yang membuat Jun langsung mendekati wanita itu.


"Memangnya mau di buang ke mana suamimu ini." ucap Jun. Isabella langsung melotot kepada pria itu.


plakk


"Kurang ajar sekali kau mengatakan hal itu, dia ini Suamiku tahu!" Isabella telah melepaskan pukulan di pundak Jun.


Hal itu membuat pria itu mencibir tidak karuan kepada wanita cantik yang ada di sebelahnya, Tak lama kemudian akhirnya Antonio dan Paman Ridwan telah dipindahkan dari rumah sakit itu. terlihat jajaran pengawal diluar rumah sakit begitu banyak, Isabella benar-benar terlihat seperti seorang wanita yang begitu menakutkan. parasnya yang cantik terlihat begitu lugu, Namun nyatanya sekarang Isabella telah berubah.

__ADS_1


🎶🎶🎶🎶


Terdengar bunyi ponsel Isabella memenuhi mobil tempat dia dan sang suami.


"Ada apa istri ku?" tanya Isabella.


"Dari tuan Carlos." jawab Isabella.


"Memangnya ada apa?" tanya Antonio.


"Nanti saja aku jawab setelah kita sampai di rumah, mungkin telepon ini agak penting." jawab Isabella kembali.


Akhirnya Isabella memasukkan kembali ponselnya, Tak lama kemudian rombongan itu telah sampai di rumah sebuah rumah yang begitu mewah.


"Rumah siapa ini, sayang?" tanya Antonio kepada sang istri.


"Rumah ini adalah rumah yang aku beli beberapa hari yang lalu, rumahku yang dulu terlihat kecil Kalau seluruh orang itu berkumpul di sini." jawab Isabella.


Sebuah rumah berlantai 3 dengan ornamen yang begitu mewah, Antonio memasuki rumah itu bersama paman Ridwan yang diletakkan di kursi roda. terlihat di sana seorang wanita cantik telah menunggu kedatangan seorang pria yang begitu dia cintai.


"Sayang!" seru indah yang telah sampai di rumah Isabella.


Paman Ridwan begitu terkejut saat melihat sang istri, perutnya sudah semakin membuncit. raut wajahnya begitu cantik dengan senyum yang begitu mengembang saat melihat dirinya.


Indah berlari kearah Paman Ridwan yang berada di kursi roda.


"Sayang!" seru indah yang kemudian memberikan pelukan, terlihat wanita itu menangis di pangkuan sang suami.


"Aku sangat merindukanmu, Aku begitu merindukanmu." tangis Indah pun pecah hingga membuat Isabella ikut meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Sudah Kak, lebih baik kita masukkan mereka ke kamar mereka masing-masing dulu, nanti setelah masuk silakan kalian bernostalgia." ucap Isabella.


** bersambung **


__ADS_2