
Suara tembakan terus mengalun di kediaman Antonio, para anak buah Antonio dan Isabella serta para polisi bersembunyi agar mereka bisa meringkus Aslan serta anak buahnya.
"Bunuh mereka semua tanpa ada yang tersisa!" Aslan memberikan perintah untuk membunuh seluruh penghuni rumah Antonio. mereka semua memasuki rumah itu, terlihat di dalam rumah itu kosong.
"Bagaimana mungkin tidak ada orang di sini!" seru Aslan yang begitu marah saat dia mengetahui rumah Antonio tidak ada penghuni sama sekali.
"Haaaa!!!"
Aslan terus berteriak saat dirinya mengetahui kediaman Antonio kosong tanpa penghuni satu orang pun.
"Pasti mereka sedang bersembunyi di sini!" seru Aslan.
"Apakah kau mencariku!" seru Isabella yang keluar dari tempat persembunyiannya bersama sang suami.
"Lihatlah istriku telah berada di depan mataku!" seru Aslan. Isabella tersenyum dan menatap wajah pria yang dulu pernah memberikan luka yang begitu besar.
"Jangan pernah kau mengakui ku sebagai istrimu." ucap Isabella.
"Beraninya kau mengakui istriku sebagai istrimu!" seru Antonio yang tidak terima sang istri diakui oleh pria lain.
"Seharusnya kau tidak menantangku, hal itu akan membuatmu damai di kehidupan ini!" seru Aslan.
"Mengapa aku harus melakukan hal itu." jawab Isabella yang begitu santai.
"Beraninya Kau menghancurkan seluruh bisnis yang telah kurintis." terlihat Aslan begitu marah. otot-otot wajahnya telah keluar karena melihat Isabella seperti seorang wanita yang tidak mempunyai rasa bersalah sama sekali.
"Lalu, kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu. Sedangkan dirimu membuat suamiku dalam kondisi yang begitu mengenaskan." jawab Isabella.
__ADS_1
"Aku menyesal kalau hari ini aku harus membunuhmu!" seru Aslan.
"Kita lihat siapa yang akan mati di tempat ini." jawab Isabella.
"Aku tidak akan membiarkanmu dan pria itu hidup terus dan mempermainkan diriku!" seru Aslan.
"Berapa banyak pasukan yang kau bawa ke kediamanku?" tanya Isabella. Antonio menatap sang istri dengan tatapan yang begitu menakutkan, karena yang terlihat Isabella tidak menunjukkan raut ketakutan sama sekali. wajahnya begitu tenang.. nada bicaranya seperti tanpa beban sama sekali.
"Aku tidak mengira kalau kau setenang ini, Saat melihatku bersama dengan anak buah ku yang berjumlah begitu banyak!" seru Aslan.
"Mengapa aku harus takut, Sudah berapa kali kau mencoba membunuhku. bahkan kau membunuh istrimu lalu membunuhku dan membiarkan diriku meregang nyawa. kau membunuhku, membakarku dan menghancurkan hatiku. lalu Mengapa aku harus takut denganmu." ucap Isabella.
Aslan sangat terkejut saat mendengar perkataan dari Isabella,
"Siapa kau sebenarnya!" seru Aslan.
Isabella tersenyum kemudian menatap wajah pria itu,
Deg.
"Bella!" seru Aslan.
Isabella tersenyum kepada pria itu
"Kenapa, Apakah kau tidak menyangka kalau aku masih hidup. sudah hampir 2 tahun aku terus mengawasimu, melihat semua pergerakan mu.. aku mengalami kematian sampai 1 tahun, lumpuh dan tidak berdaya. namun sekarang.. Lihatlah aku masih bisa berdiri di depanmu." ucap Isabella dengan nada suara yang begitu tenang.
Aslan sangat terkejut karena dia baru mengetahui kalau Isabella adalah Bella. seorang wanita yang dulu sempat membuatnya jatuh cinta.
"Tidak mungkin kalau kau adalah Bella!" seru Aslan.
__ADS_1
"Mengapa tidak mungkin?" tanya Isabella.
"Wanita itu telah mati terbakar!" seru Aslan.
"Tuhan berkehendak lain, orang yang membuatku merasakan kepahitan malah orang itu yang memberikan aku kehidupan. Lihatlah kau yang memberikan aku kebebasan namun kau yang memberikan aku kematian." ucap Isabella yang kemudian melipat kedua tangannya di dada.
"Aku tidak percaya kalau kau adalah Bella, Gadis itu begitu lugu namun kau adalah seorang wanita yang begitu liar. seorang wanita yang bisa melakukan apa saja!" seru Aslan.
"Tentu saja aku menjadi wanita seperti itu, berkat siapa aku menjadi wanita yang begitu kejam." ucap Isabella. Aslan menatap wajah Isabella.
"Aku masih tidak percaya kalau kau adalah Isabella, wanita yang dulu aku cintai!" seru Aslan.
"Aku tidak harus membuatmu percaya dengan kata-kataku, namun yang harus kau tahu.. berkat dirimu wajah dan tubuhku menjadi hancur, hidupku telah hancur di tanganmu. Hal itu membuat suamiku harus memberikan kehidupan padaku, kehidupan baru yang kami jalani, namun.. Entah mengapa kau selalu memasuki kehidupan kami, Kau adalah parasit yang membuat hidupku selalu menderita!" seru Isabella.
Dor..
Dor..
Isabella langsung menembak Salah satu bagian tubuh astral pria itu, Aslan memegang dadanya ketika Dua peluru langsung melesat di tubuhnya. pria itu tidak akan pernah percaya kalau wanita yang ada di depannya adalah Isabella, seorang wanita lugu yang mudah di tindas. namun sekarang Wanita itu telah berubah menjadi seorang wanita kejam yang tanpa hati.
"Bunuh mereka!" seru Aslan yang memerintahkan anak buahnya untuk membunuh seluruh orang yang ada di kediaman Isabella. saat suara perintah itu terlepas, Isabella langsung mengarahkan tangannya ke atas dan memberikan isyarat kepada seluruh anak buahnya yang telah bersembunyi.
Drettt...
Dor.
Dor..
Suara pistol telah memenuhi ruangan rumah Isabella dan Antonio, sepasang suami-istri itu langsung meninggalkan tempat itu saat seluruh anak buah dan polisi sudah menyerang Aslan dan anak buahnya secara membabi-buta.
__ADS_1
Aku mau melihat nyawamu yang telah meregang dengan mataku sendiri ucap Isabella
** bersambung **