
"Bug...."
tubuh Bella di lemparkan Antonio di ranjang tempat dia terbangun.
"Auch..." suara Bella yang tubuhnya dilempar oleh Antonio diatas ranjangnya.
"Dasar pria tak punya hati!" seru Bella kepada Antonio.
"Jika kau berani untuk kabur lagi.. jangan salahkan aku untuk melemparmu ke suatu tempat yang sangat menakutkan." ucap Antonio sambil melotot kepada Bella.
Tak lama kemudian, nampak para pelayan membawa begitu banyak baju dari toko tempat Bella berdiri tadi.
"Kau menginginkan baju bukan, ini aku belikan baju semua ini!" seru Antonio.
"Aku tidak Sudi memakai baju-baju ini!" seru Bella sambil berkacak pinggang.
"Benarkah, lalu kau akan memakai pakaian apa selama berada disini?" tantang Antonio yang ikut berkacak pinggang di hadapan Bella. nampak Bella langsung berpikir pakaian apa yang akan dia pakai kalau dia tidak menerima baju-baju itu, tanpa berpikir panjang Bella langsung menarik pakaian-pakaian itu dari tangan Antonio.
"Sana pergi, dasar pria tidak punya hati!" seru Bella yang kemudian mendorong Antonio keluar dari kamarnya.
"Dasar tidak sopan, gadis tidak tahu berterima kasih." gerutu Antonio saat dirinya didorong keluar dari kamar Bella. nampak sebuah senyum terukir di bibir Antonio saat Bella mengambil pakaian-pakaian itu dari tangannya.
Tak lama kemudian suara telepon Antonio berbunyi dari seseorang yang sangat dia kenal.
__ADS_1
"Ada apa Paman?" tanya Antonio kepada Paman Ridwan.
"Aku sudah berada di bandara Paris, sekarang jemput aku." suruh Paman Ridwan kepada Antonio.
"Memangnya kamu apa kesini?" tanya Antonio yang merasa tidak suka dengan kedatangan pamannya itu.
"Kau dasar keponakan tidak tahu diri, Paman datang malah berkata seperti itu." jawab Paman Ridwan dengan bibir yang mengerucut.
"Tunggu sebentar, sopirku akan menjemput Paman." ucap Antonio yang kemudian menyuruh salah satu sopirnya untuk menjemput Paman Ridwan di bandara yang lumayan jauh dan tempatnya.
1 jam kemudian
"Kau menungguku?" tanya Paman Ridwan yang melihat Antonio berada di luar rumahnya. pria itu berdiri sembari melipat kedua tangannya di dada.
"Memangnya aku tidak boleh ke tempat saudaraku sendiri, bahkan keponakanku ini sikapnya lebih parah daripada preman." ucap Paman Ridwan sambil melotot kepada Antonio.
"Pria tua yang sangat menyebalkan dari dulu kau sangat menyebalkan." jawab Antonio sambil memincing sebelah bibirnya.
"Kau itu sudah menculik anak gadis orang masih bertanya, Memangnya Apa yang terjadi?" ucap paman Ridwan yang kemudian membuat Antonio membalas melotot kepada paman Ridwan.
"Memangnya aku menculik anak gadis siapa?" tanya Antonio kepada Paman Ridwan.
"Kau ini sudah menculik seorang gadis malah pura-pura tidak tahu." jawab Paman Ridwan.
Tak lama kemudian Antonio lebih memilih untuk pergi dari hadapan paman Ridwan, karena dia tidak ingin bertengkar dengan pamannya itu. saat pria itu memasuki rumah besar milik Antonio yang ada di Prancis nampak pria itu menatap di sekitaran rumah besar Antonio.
__ADS_1
"Di mana Gadis itu?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Siapa yang Paman maksud?" tanya Antonio balik.
"Jangan pura-pura seperti orang bodoh ya, Di mana Bella?" tanya Paman Ridwan sambil sedikit membentak Antonio. nampak Antonio menunjuk salah satu kamar yang ada di sebelah kamarnya.
"Apakah kau menyiksanya?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Mengapa pikiran Paman selalu seperti itu." jawab Antonio sambil mencibir.
"Karena itu yang kau lakukan setiap hari kepada Gadis itu." jawab Paman Ridwan.
"Terserah apa kata paman, aku mau istirahat dulu karena ini sudah lumayan malam." ucap Antonio yang kemudian meninggalkan pamannya tersebut. nampak Paman Ridwan menatap pintu kamar Bella yang masih tertutup. kemudian pria itu akhirnya menuju kamar yang selama ini dia tempati jika berada di Paris.
Malam telah menjelang, nampak Antonio sudah berada di ruang makan bersama paman Ridwan.
"Di mana gadis itu?" tanya Antonio kepada pembantu yang ada di kediamannya.
"Nona Bella belum keluar, Tuan. katanya dia mau ada di kamar saja." Jawab salah seorang pembantu.
"Suruh dia keluar, kalau tidak aku yang akan naik ke sana." ucap Antonio yang memerintahkan salah satu pembantunya untuk menyuruh Bella keluar dari kamarnya untuk makan.
** bersambung ***
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terimakasih 🤗❤️❤️👍👍👍❤️🤗🤗😊
__ADS_1