AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Kembali di hina


__ADS_3

Nampak Antonio menatap jalan. sedangkan di tempat lain, Aslan mengajak Bella dan Lila untuk memilih sendiri meja kursi serta peralatan yang lain untuk tempat bekerjanya yang baru. Aslan dengan telaten menunjukkan satu persatu kepada Bella, bahkan laptop baru dibelikan Aslan untuk Bella.


"Tapi Tuan, saya tidak pernah memakai laptop ataupun menggunakannya," ucap Bella kepada Aslan.


"Tenang saja, mulai besok dan seterusnya. Aku akan mengajarimu mengoperasikan laptop, jadi kau tidak usah khawatir. dan aku tidak mungkin menghinamu kan?" ucap Aslan kepada Bella.


Terlihat Bella sangat senang, senyumnya mengembang. karena baru pertama kali Gadis itu menyentuh barang mahal. Apalagi saat dia tahu harga yang sangat fantastis untuk 1 buah peralatan elektronik saja.


"Tujuh belas juta," Bella mencoba mengucek matanya. Karena dia tidak percaya laptop seperti itu harganya sangat fantastis, baginya bahkan ponsel saja Bella tidak memegangnya.


Apalagi laptop yang harganya 17 juta.


"Tuan, apa tidak terlalu mahal. belikan saya yang harga murah saja," ucap Bella kepada Aslan.


"Memangnya kenapa?" tanya Aslan.


"Benda 1 saja, harganya hampir 20juta, Tuan. Apa tidak sayang?" tanya Bella kepada Aslan.


"Tenang saja, ini juga untuk properti perusahaan kan," Aslan yang mencoba membujuk Bella.


Sedangkan Lila, gadis itu ikut bersama mereka. Nampak Gadis itu menatap satu persatu harga barang canggih tersebut.


"Bela..bela, sini deh!" seru Lila kepada Bella.


Nampak Aslan hanya tersenyum menatap kedua gadis yang ada di depannya.


"Ada apa, Lila?" tanya Bella kepada Lila.


"Lihatlah ponsel ini, harganya sangat fantastis!" ucap Lila kepada Bella.


"Memangnya berapa?" tanya Bella yang menatap ponsel yang ada di depannya.


"Lihatlah! ponsel saja harganya 19 juta lebih," ucap Lila sambil memegang kepalanya, seolah dia hendak pingsan.


Kemudian Bella mengikuti tangan Lila yang menunjuk ponsel yang ada di depannya, mata Bella melotot saat melihat nominal angka yang tertera di ponsel tersebut.

__ADS_1


"Gila, ini sih bisa di buat beli sepeda motor," ucap Bella kepada Lila.


"Bener, ponselku aja harganya cuma satu juta. masa ini ponsel harganya sampai 20 juta sih! ini yang jualan bener apa nggak?" ucap Lila sambil menunjuk barang-barang yang ada di depannya.


Sesaat kemudian, Aslan mendatangi kedua gadis yang sedang menatap ponsel yang ada di depan mereka yang harganya sampai 20 juta.


"Gila bener yang jual ini." sesaat kemudian Aslan langsung menatap ponsel yang ditunjuk oleh Lila. kemudian Aslan menoleh dan melihat Bella.


"Apa kau mau Bella, aku akan belikan ponsel itu untukmu?" tanya Aslan kepada Bella.


Saat mendengar ucapan dari majikannya, Bella langsung melotot tak percaya.


"Maaf tuan, Anda jangan bercanda. saya tidak pernah memegang ponsel sama sekali," ujar Bella Sambil tertawa di hadapan Aslan dan Lila.


Nampak mereka berdua hanya menatap Bella sambil mengerutkan keningnya. Jadi kau tidak pernah memegang ponsel sama sekali.


"Bel?" tanya Lyla kepada Bella.


"Iya, aku tidak memiliki uang untuk beli ponsel. aku pernah membeli ponsel, tapi ponsel jadul yang aku miliki dulu," jawab Bella sambil tersenyum.


"Memangnya kau tidak bekerja dulu Bella?" tanya Aslan kepada Bella.


"Pernah, Tuan. tapi.." ucapan Bella terhenti saat menatap pria yang ada di depannya. Nampak Bella sedikit malu jika harus menceritakan semua masa lalunya.


Sesaat kemudian.. Aslan tersenyum kepada Bella, nampak pria itu mengetahui kalau Bella malu untuk menceritakan masa lalunya.


"Ayo, kita makan. Setelah itu kita berbincang-bincang, biar aku tahu calon pegawai ku ini seperti apa," ucapan Aslan yang kemudian membawa laptop yang dia beli untuk Bella.


Saat mereka telah berada di meja makan, di sebuah restoran yang tidak terlalu mewah. Karena Aslan yakin, Bella tidak akan mau untuk makan di tempat yang dia tunjuk. Karena itu Aslan membawa mereka berdua ke tempat yang sederhana.


Akhirnya mereka makan dengan sangat lahapnya, karena kedua Gadis itu tidak pernah masuk ke sebuah restoran yang lumayan mewah seperti ini.


"Cepatlah makan, karena aku ingin berbincang-bincang dengan kalian. tidak mungkin kan kita makan sambil berbincang-bincang," ucap Aslan kepada Lila dan Bella.


"Ia Tuan," jawab Bella.

__ADS_1


"Mulai sekarang, jangan memanggilku Tuan. Panggil aku, Aslan saja." Jawab Aslan.


"Tidak Tuan, kami akan memanggilmu dengan sebutan pak saja," Jawab Lila.


Akhirnya Aslan menerima panggilan tersebut, karena dia tidak ingin memaksa Bella dan Lila untuk memanggilnya dengan sebutan sebutan yang dia inginkan.


Setelah mereka selesai makan, akhirnya Aslan membawa kedua gadis Itu kembali ke tempat yang mereka tuju.


Aslan dan Antonio bekerjasama dibawah satu naungan perusahaan, sebenarnya Aslan mempunyai perusahaan sendiri. Namun pria itu lebih memilih Satu atap dengan Antonio, karena hal itu akan membuat Aslan lebih bisa untuk memantau proyek yang dia bangun bersamaan dengan Antonio.


Saat mereka sampai di perusahaan Antonio, betapa terkejutnya Antonio.. saat melihat Bella kembali bersama Aslan, nampak Gadis itu tersenyum dan tertawa.


"Apa yang sedang kau lakukan!" seru Antonio saat melihat Bella kembali bersama Aslan.


"Maaf tuan, Saya keluar bersama Tuan Aslan. Karena beliau mengajak kami berdua," jawab Bella.


"Dasar kau wanita miskin, kotor. seharusnya kau bekerja sesuai dengan jam kerja mu, berani-beraninya kau keluar perusahaan. Seperti seorang wanita jalang yang mencari mangsanya, apakah kau ingin menjadi seorang wanita penggoda." seru Antonio.


"Seharusnya kau tidak berbicara seperti itu kepada seorang wanita, Antoni!" seru Aslan.


"Jangan ikut campur Aslan. Dia adalah anak buah ku, jadi hakku untuk menghinanya dan kau jangan ikut campur dengan apa yang akan aku lakukan!" seru Antonio.


Saat mendengar perkataan seperti itu, nampak Aslan ikut marah kepada Antonio.


"Dengarlah Anton, karena sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini di kantor bersamamu. Tapi, karena kau sudah mengatakan hal itu di depan umum seperti ini, dan banyak karyawan yang melihat. maka akan aku katakan, mulai sekarang Bella dan Lila akan bekerja di bawah naungan ku. jadi kau tidak berhak untuk menghina Mereka!" seru Aslan kepada Antonio.


Saat mendengar hal itu, nampak Antonio sangat terkejut, karena dia tidak pernah mendengar kabar kalau anak buahnya akan diambil oleh Aslan.


"Apa maksudmu!" seru Antonio kepada Aslan.


"Aku mempunyai wewenang di perusahaan ini, karena sahamku 50%. Jadi aku juga wajib dan berhak untuk menata perusahaan ini Anton, memang ini adalah perusahaanmu, namun sahamku lebih besar dari dirimu, jadi aku katakan sekali lagi! mulai saat ini Bella dan Lila akan bekerja di bawah naungan ku!" seru Aslan. yang tidak terima Bella dihina dengan sangat menyakitkan di hadapannya.


Nampak Antonio tidak bisa mengatakan apapun, karena terlihat semua yang dikatakan Aslan memang benar adanya. Mungkin jika dilihat secara saham, saham Aslan bahkan bisa menggeser posisi Antonio di perusahaan itu.


Semenjak Antonio kecelakaan, saham perusahaan Antonio anjlok. Berkat adanya Aslan, perusahaannya bisa bangkit kembali. 1 kata yang keluar dari mulut Aslan membuat Antonio mulutnya terkunci rapat, dan tidak bisa menjawab semua perkataan Aslan.

__ADS_1


__ADS_2