
Ketika malam tiba, ternyata Aska benar-benar melakukan apa yang dikatakan tadi siang. bocah 5 tahun itu mengambil salah satu tikus eksperimen yang ada di laboratoriumnya, dia membawa dua tikus kecil dan memasukkan ke dalam kamar Lesti.
Wanita itu tidak ada di kamarnya, Namun kedua bocah itu tahu kalau Lesti sedang mengendap-ngendap dan mencuri pandang kepada Antonio. kedua anak Isabella itu tentu saja marah karena ada wanita lain yang berani ingin menggoda Papanya.
"Nanti kalau dia sudah ada di kamar biarkan saja wanita itu berteriak hingga pingsan, sekarang kita kerjai dia karena dia terus-terusan mengikuti Papa kita dan tidak memperhatikan kita." ucap Aska yang kemudian mengajak Aselia turun ke lantai 1. terlihat disana Papanya tidak ada, berarti kedua orang tua Aselia dan Aska berada di lantai 3 ruang olahraga.
"Lihat lihat, dia pasti ngintip Papa kita." ucap Aselia. Aska menganggukkan kepalanya, jarang sekali pria itu berbuat jahil kepada orang lain. karena iming-iming hadiah yang begitu besar, Hal itu membuat bocah laki-laki itu langsung mengiyakan permintaan dari Mamanya.
"Biarkan saja Dia mengintip, nanti kita foto. Setelah itu kita berikan sama papa." ucap Aska.
"Iya benar, nanti kita video saja. kita taruh di seluruh rumah ini kita minta pada Paman Jimmy untuk memasangnya." ucap Aselia kepada Aska.
Kedua bocah itu langsung tos, sesaat kemudian terlihat pintu ruang olahraga itu terbuka hingga membuat Lesti langsung kabur terbirit-birit karena tidak ingin ketahuan oleh Isabella sang Nyonya mafia.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?!" seru Aselia yang tiba-tiba berteriak hingga membuat Lesti langsung terhenti. langkah kaki wanita itu tidak bisa dilanjutkan karena ada dua bocah yang sudah ada di depannya, terlihat pintu sudah terbuka dan sepasang suami istri itu sudah keluar. tatapan mata Lesti menatap Antonio yang memakai pakaian yang begitu menggairahkan.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Antonio kepada Lesti.
"Saya mencari anak-anak, tuan.' jawab Lesti yang berbohong.
"Kenapa kau bohong, bahkan kami yang mencarimu!" seru Aselia yang membuat Lesti langsung melotot.
"Jangan berani melotot padaku, kalau tidak akan ku pukul wajahmu itu dengan tongkat baseball punya Aska!" seru Aselia yang membuat Lesti langsung melotot tidak percaya. Isabella tersenyum, sesaat kemudian Gadis itu mengajak Aska dan Aselia pergi dari sana karena tidak ingin ketahuan.
Lesti sangat marah saat Aselia dan dan Aska memergokinya berada di ruang olahraga. senyuman terukir di bibir Aselia, begitu pula dengan Aska. Bagaimana tidak sekarang Lesti sudah masuk ke dalam kamarnya, pasti tak lama kemudian akan terdengar suara jeritan yang menggelegar dari kamar.
__ADS_1
"Aaaaaa!!!"
suara teriakan dari Lesti saat dia baru masuk di kamar tersebut, ternyata di kamar itu sudah menunggu dirinya dua tikus yang berada di luar kamar. terlihat kedua bocah itu tertawa terbahak-bahak.
"Yes!!" seru Aska yang kegirangan karena rencananya sukses.
Sedangkan Antonio yang melihat gelagat kedua anaknya itu, pria itu sangat yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh istri dan anaknya. Antonio masuk kedalam kamarnya, pria itu menatap sang istri yang sedang berganti pakaian.
"Sayang aku mau tanya dan kau harus menjawabnya dengan jujur." ucap Antonio kepada sang istri.
"Memangnya ada apa?" tanya Isabella.
"Apakah ada sesuatu dengan pengasuh kedua anak kita?" tanya Antonio.
"Katakan yang sejujurnya." ucap Antonio. Isabella tersenyum kepada sang suami, sesaat kemudian dia mengajak duduk sang suami dan menceritakan segala sesuatu mengenai Lesti. Antonio sangat terkejut.
"Apakah kau yakin, istriku?" tanya Antonio.
"Kalau aku tidak yakin, aku tidak akan mengatakannya. makanya aku biarkan kedua anakmu itu mengerjai pengasuh itu, Kalau tidak dia akan terus menguntit mu." ucap Isabella.
"Berarti selama ini dia terus menatapku dong!" seru Antonio.
"Apakah kau tidak suka ada wanita lainn yang menatapmu." ucap Isabella. Antonio menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak suka, Hanya istriku yang boleh memandangku. aku tidak menyukai ada wanita lain yang melakukan hal itu, kalau tidak pasti nyawaku dalam bahaya." ucap Antonio dengan begitu yakinnya.
__ADS_1
Bagaimana tidak, kalau dia berani macam-macam dengan Isabella. wanita itu akan membalas 1000 kali lipat dari seluruh perbuatan Antonio, bahkan Antonio tidak akan bisa berbuat sesuatu jika Isabella sudah marah.
"Sejak kapan kau mengetahuinya?" tanya Antonio kepada sang istri.
"Mungkin beberapa minggu ini, aku terus membuntutinya dan terus menatapnya. bahkan sewaktu kau sedang berganti pakaian aku juga melihatnya membuka sedikit pintu kamar kita." jawab Isabella.
Antonio benar-benar murka, pria itu tidak terima saat tubuhnya dilihat oleh wanita lain selain sang istri.
"Akan ku bunuh dia, karena berani membuatmu curiga padaku!" seru Antonio.
"Memangnya kamu mau melakukan apa?" tanya Isabella balik.
"Akan kubuang dia, dan akan ku suruh para anak buah ku membuangnya ke laut terdalam yang ada di Paris!" seru Antonio lagi.
"Apakah kau tega?' tanya Isabella.
"Tentu saja tega." jawab Antonio yang kemudian ingin pergi dari kamar tersebut. Isabella menghentikan langkah kaki suaminya.
Wanita itu memberikan ciuman ciuman romantis kepada Antonio, hingga membuat Antonio langsung berbalik arah dan menerjang sang istri. gairah cinta yang dimiliki Antonio tidak pernah padam kepada Isabella, malam itu dia kembali membuat olahraga panas.
Desahan demi desahan terus mengalun dari dalam kamar sepasang suami istri itu. Antonio sangat mencintai wanita yang telah dinikahinya beberapa tahun silam, gairah cinta itu tidak akan pernah padam bahkan malam ini Antonio ingin membuat Isabella benar-benar mendesah.
"Aku sangat mencintaimu, Sayang!" seru Antonio diselingi erangan yang panjang saat kenikmatan itu telah dia capai. Isabella tersenyum sembari menarik leher sang suami dan memberikan ciuman yang begitu panas.
** bersambung **
__ADS_1