
"Kita tidak usah mencari bukti mengenai penembakan Ini paman, jelas pria itu adalah dalangnya!" seru Isabella kembali. Nampak Paman Ridwan mencoba menenangkan Isabella yang sudah kehilangan kontrol karena melihat sang suami yang tertembak.
"Dengarlah Bella, Kita harus mencari semua bukti-bukti untuk memberatkan pria itu. karena kalau tidak.. mungkin dia akan lolos dengan sangat mudah." jawab Paman Ridwan. Bella menghela nafasnya terlihat wanita itu mengusap wajahnya dengan sangat kasar.
"Entah mengapa Tuhan mempertemukan aku dengan pria kurang ajar itu, pria brengsek yang telah menghancurkan hidupku." ucap Isabella.
"Mungkin Tuhan sudah menakdirkan semua ini Bella, kita harus kuat dengan begitu Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita." terlihat indah mencoba untuk memberikan kekuatan agar Isabella tidak terlalu terpuruk saat melihat sang suami dalam masa kritis.
"Bagaimana mungkin aku bisa sabar Kak, Lihatlah suamiku tertembak seperti ini." ucap Isabela sambil menatap wajah sang suami yang terlihat pucat.
"Istriku, ajaklah Bella untuk makan kalau dia seperti itu terus kesehatannya juga akan menurun." Paman Ridwan menyuruh indah untuk membawa Bella beristirahat. karena terlihat Wanita itu sangat frustasi melihat kondisi sang suami.
"Baiklah sayang, tolong jaga Antonio untuk Bella. karena terlihat dia begitu syok setelah Kejadian ini." Tak lama kemudian indah memaksa Isabella untuk beristirahat karena terlihat wajah Isabella sudah pucat.
__ADS_1
Indah membawa Isabella ke suatu tempat, terlihat di sana wanita itu terus menangis tanpa henti. dia memikirkan Bagaimana kondisi sang suami, apalagi jika dia memikirkan keadaannya yang tiba-tiba seperti itu.
Isabella tertidur di pangkuan Indah, terlihat wanita itu terus menangis di sela tidurnya. sedangkan Indah nampak dia menghela nafasnya sambil menahan tangis karena tidak sanggup melihat Isabella yang seperti itu.
"Mengapa Tuhan selalu memberikanmu cobaan seperti ini Bella, hidupmu yang di ambang kematian... baru beberapa saat yang lalu kau mendapatkan kebahagiaan. namun mengapa serasa kebahagiaanmu ini belum bisa kau rasakan sepenuhnya." guman Indah sambil menatap wajah Isabella.
2 jam kemudian Paman Ridwan membangunkan Isabella, karena sudah terlihat Antonio menggerakkan salah satu tangannya.
"Ada apa sayang?" ucap Indah kepada Paman Ridwan.
"Kau bangunkan Isabella perlahan-lahan, karena aku tadi melihat pergerakan tangan Antonio." ucap Pamanan Ridwan kepada istrinya. nampak indah terus mengelus pipi Isabella, Hal itu membuat Isabella terbangun.
"Sebaiknya kau masuk ke ruangan, kata suamiku Antonio sudah bisa menggerakkan tubuhnya." ucap indah yang membuat Isabella langsung berlari ke ruangan sang suami. terlihat di sana monitor masih menunjukkan detak jantung Antonio yang normal, sedangkan mata Isabella menatap jari-jemari sang suami. wanita itu mengelus pipi sang suami sembari meneteskan air matanya.
"Bangunlah sayang, mengapa kau masih terlelap.. Apakah kau tidak merindukanku." ucap Isabella di telinga sang suami. sesaat kemudian gerakan tangan Antonio membuat Isabella menatap tangan tersebut.
__ADS_1
"Apakah kau sudah bangun, bisakah kau mendengar suaraku. walaupun aku tahu matamu masih belum terbuka, jadi gerakkan tanganmu jika kau bisa mendengar suaraku." ucap Isabella. nampak tangan Antonio bergerak itu berarti pria itu sudah sadar walaupun kesadarannya belum 100%.
"Terima kasih Tuhan..." ucap Isabella yang kemudian memberikan pelukan kepada sang suami. "Apakah kau tahu, aku begitu khawatir..aku begitu takut kalau kau meninggalkanku." ucap Isabella nampak. Antonio menggerakkan tangannya kembali.
"Aku tahu kau tidak akan pernah meninggalkanku karena kau mencintaiku." ucap Isabella yang menenangkan hatinya saat melihat pergerakan tangan Antonio.
"Bersabarlah Isabella, suamimu segera akan tersadar.. Jadi kau tidak perlu khawatir seperti itu. Aku yakin Antonio adalah pria yang sangat kuat, sama halnya ketika dia melihat kau dalam kondisi yang sangat mengenaskan. bahkan saat dirimu koma selama 4 bulan." ucap Pamanan Ridwan sambil mengelus puncuk kepala Isabella.
"Apakah seperti ini Paman, ketika aku koma waktu itu. apakah Antonio begitu ketakutan kehilangan aku?" tanya Isabella kepada Paman Ridwan. nampak Paman Ridwan menganggukkan kepalanya.
"Bahkan suamimu itu seperti orang gila, dia selalu menatapmu tanpa mau melakukan apapun. pekerjaan di kantor dia tinggalkan, urusan semua bisnisnya dia tinggalkan.. dia tidak mau beranjak dari sisimu walaupun hanya sebentar. makan dia lupa.. bahkan mandi saja kalau tidak ku seret dia tidak akan mau melakukannya." jawab Paman Ridwan. yang membuat Bella tersenyum kepada wajah sang suami yang matanya masih tertutup.
"Terima kasih karena kau telah memberikan aku luka dan terima kasih juga karena kau telah mengobati luka-luka itu." ucap Isabella sambil menggenggam tangan sang suami. sedangkan Antonio yang mendengar hal itu nampak pria itu menggerakkan salah satu jarinya dan meneteskan air matanya.
"Aku dan istriku akan keluar sebentar untuk membelikanmu makanan, jangan kemana-mana.. tiga algojo mu itu sedang diluar untuk menjagamu dan suamimu." ucap Paman Ridwan yang kemudian meninggalkan Isabella.
__ADS_1
** bersambung **
Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊👍👍👍❤️❤️❤️😊🎶