
Satu bulan kemudian..
Brakk..
Bella menabrak Antonio yang terburu-buru.
"Ya ampun, Lihatlah karena kebodohanmu berkas-berkas ku jadi berantakan!!" seru Antonio.
padahal dia sengaja menabrakkan dirinya saat melihat Bella hendak masuk ke perusahaannya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja," jawab Bella.
"Karena kau telah melakukan kesalahan yang sangat fatal seperti ini, Hingga membuat berkas-berkas ku bercampur. maka kau harus bertanggung jawab dengan menata ulang kembali berkas-berkas ini!!" seru Antonio.
Nampak Antonio langsung memberikan berkas-berkas yang dia pegang ke tangan Bella, kemudian pria itu langsung menarik baju Bella hingga membuat Bella mengikuti arah kepergian Antonio.
"Tapi Tuan,"ucap bela yang yang tidak didengar pria itu langsung menarik Bella dan membuatnya masuk kedalam mobilnya hingga membuat Bella mengikuti Antonio Yang telah Pergi.
Bandara kota
"Kita akan ke mana?" tanya Bella.
"Kau ikut denganku, karena kau telah membuat ku terlambat," ucap Antoni.
"Apa maksudmu?" ucap Bella yang terkejut.
"Jangan-jangan kau mau menculikku," seru Bella.
"Yang benar saja," jawab Antonio sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kau mau berbuat jahat padaku, ya?!" seru Bella.
"Fikiranmu terlalu mengkhayal," jawab Antonio.
"Lalu, kau mau membawaku ke mana?!" seru Bella.
"Sebenarnya...walaupun aku membawamu, toh aku masih suamimu," jawab Antonio santai.
"Apa maksudmu!!" seru Bella.
"Sudahlah, lebih baik kamu istirahat. karena perjalanan ini lumayan lama, karena aku menggunakan pesawat umum," jawab Antonio. ingin sekali Bella melarikan diri dari tempat itu, namun di bandara itu ternyata Antonio sudah menggunakan obat tidur yang sudah dicampur di minuman Bella. Hal itu membuat Bella langsung merasakan kelelahan dan mengantuk.
3 jam kemudian
Akhirnya Antonio telah sampai ke sebuah kota yang ada di Paris, terlihat kota itu begitu cantik dengan pemandangan menara Eiffel yang menghiasi.
"Kau tidak akan bisa kembali bersama dengan pria itu," ucap Antonio sambil memandang wajah Bella yang tertidur. Sesaat kemudian nampak handphone yang dipegang oleh Antonio bergetar.
Bip...
"Iya halo!" seru Antonio kepada seseorang yang ada di sana.
"Apakah kau sudah membawa Bella pergi?" tanya Paman Ridwan kepada Antonio.
"Bagaimana Paman tahu, kalau aku membawa Bella pergi?" tanya Antonio.
"Kau kira aku ini seorang yang anak kecil yang mudah dibohongi," ucap Paman Ridwan.
"Ada apa memangnya, Paman?" tanya Antonio.
"Kalau kau mau menuruti perkataan pamanmu ini, lebih baik kau membuat Bella menjadi istrimu secara sah menurut agama dan kepercayaannya. dengan begitu Gadis itu tidak akan bisa melarikan diri dari mu lagi," ucap Paman Ridwan.
__ADS_1
"Memangnya kenapa Paman punya pikiran kalau aku akan membuatnya menjadi istriku?" tanya Antonio.
"Sudahlah Anton, akui saja kalau kau sudah jatuh cinta kepada Bella.. dengan begitu permasalahan ini akan ada titik terangnya. semakin Kau tidak mau mengakui perasaanmu itu, semakin Kau akan terluka jika melihat Bella bersama pria lain," ucapan Antonio.
"Sudahlah paman, aku sedang istirahat. lebih baik paman temui aku di tempat yang telah aku kirimkan di email, paman." ucap Antonio. nampak Pria tua yang ada di seberang sana menghela nafasnya secara kasar, karena tetap saja Antonio tidak ingin mengakui perasaannya kepada Bella.
"Jangan sampai kau menyesal, hingga membuatmu kehilangan sesuatu yang berharga," ucap Paman Ridwan.
Sedangkan di sebuah kota yang ada di Paris, nampak Antonio membawa Bella ke sebuah tempat. Terlihat rumah yang didatangi Antonio mempunyai gaya klasik Eropa pertengahan.
"Selamat pagi, tuan!!" seru para penjaga rumah.
"Apakah kau sudah mempersiapkan kamar yang aku minta!!" seru Antonio.
"Sudah Tuan," jawab penjaga rumah.
"Suruh para pelayan untuk menyiapkan makanan secepat mungkin, karena kalau istriku sudah bangun dan makanan itu belum selesai maka kalian akan tahu akibatnya!!" seru Antonio.
"Baik Tuan," jawab penjaga rumah.
"Oh ya.. satu lagi!!" seru Antonio kembali.
"Iya Tuan," jawab penjaga rumah.
"Kumpulkan para pelayan dan pekerja yang lain, karena aku ingin berbicara dengan mereka!!" seru Antonio yang kemudian membawa Bella yang ada di gendongannya ke sebuah kamar yang telah dipersiapkan.
"Aku jamin, kalau Aslan tidak akan bisa menemukan keberadaan mu bersamaku," ucap Antonio dalam hati sambil memandang wajah Bella.
Antonio membuka sebuah kamar dan terlihat kamar itu begitu cantik dengan nuansa cat dinding yang sangat lembut. Antonio membaringkan tubuh Bella di atas kasur, Antonio terus memandang wajah Bella. terlihat pria itu tersenyum sendiri sambil menyentuh bibir Bella.
"Hampir 2 tahun aku bersamamu, Kau telah membuatku jatuh cinta padamu," guman Antonio dalam hati.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkanmu, karena kau hanya akan menjadi milikku," ucap Antonia yang kemudian mendaratkan ciuman di bibir Bella.
** bersambung **