
Rimbun hati seperti pohon bambu
Rimbun jiwa..
Saat mentari menyinari kegelapan malam
***
Akhirnya Cynthia.. sekretaris dari Antonio membawa Bella ke tempat kerja barunya.
Sesaat kemudian, nampak Cynthia mengajak Bella ke suatu tempat yang berada di sebuah tempat yang tidak begitu diketahui oleh wanita itu. Namun, sesaat kemudian Cynthia mengeluarkan sebuah seragam dari loker ruangan itu. tebak Apa pekerjaan baru dari Bella. Akhirnya Antonio memberikan pekerjaan Bella di perusahaannya sebagai office girl.
"Ini seragam mu, mulai sekarang kau gantilah bajumu itu dan bekerjalah!" suruh Cynthia kepada Bella.
Nampak Bella menatap seragam itu Dan tersenyum.
"Jadi dia ingin terus menyiksaku seperti ini?" Guman Bella dalam hati.
Terlihat wanita itu hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan dari Antonio. Kalau bukan karena hutang-hutang orang tuanya, Bella ingin segera pergi dari kehidupan Antonio.
"Kau bagaikan seorang pria yang telah meludah namun sekarang kau menjilat ludah mu kembali," guman Bella sambil menatap seragam tukang kebersihan itu.
Namun Bella tidak ingin menyerah dengan semua kehidupan yang ingin dia jalani. Wanita itu akan berusaha dengan caranya sendiri, agar bisa terbebas dari cengkraman Antonio.
"Sekarang Aku akan berusaha dengan sangat giat. Aku tidak akan pernah mengingat mengenai kontrak itu," ucap Bella.
Sesaat kemudian.. akhirnya Bella memakai seragam itu dan keluar dari ruangan yang ditunjukkan oleh Cynthia.
Sesaat dia keluar dan bertemu dengan para orang-orang yang satu profesi dengannya.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya seorang wanita kepada Bella.
"Hai, namaku Bella. Aku pekerja baru di sini," ucap Bella kepada seorang wanita yang umurnya lebih tua darinya.
"Hai, namaku Lila," jawab wanita itu sambil menyodorkan tangannya pada Bella, Bella menerima uluran tangan wanita itu dan kemudian menjabat nya.
Terlihat Bella sangat senang, karena dia bisa mendapatkan teman baru lagi.
"Jadi kalau pekerja baru di sini ya?" tanya Lila kepada Bella.
"Iya," jawab Bella.
"Semoga kau bisa tetap bekerja di sini ya. Dan jadilah temanku," ucap Lila kepada Bella.
Nampak kedua wanita itu tersenyum dan Lila mengajak Bella untuk membersihkan ruangan-ruangan yang ada di perusahaan Antonio.
"Apakah semua orang yang membersihkan tempat ini dibagi sesuai dengan pekerjaannya?" tanya Bella kepada Lila.
Sedangkan di tempat lain, nampak Antonio memandang CCTV yang ada ada di seluruh kantornya. CCTV itu terhenti Di tempat Bella berada, pria itu menatap wanita yang dinikahi secara kontrak.
"Aku akan melihat, berapa lama kau akan bertahan bekerja sebagai tukang bersih-bersih," ucap Andrea saat melihat Bella membersihkan ruangan demi ruangan yang ada di perusahaannya.
Antonio menatap Bella yang membersihkan ruangan demi ruangan, terlihat jelas pria itu menatap wajah Kanina dengan sangat intens. ada rasa bersalah di dalam hati Antonio saat dia harus membuat Bella menjadi tukang bersih-bersih di perusahaannya. Ingin sekali pria itu memperlakukan Bella dengan selayaknya, namun arogansi dan keegoisan nya membuat hati Antonio seperti tertutup oleh batu yang sangat besar.
"Aku tidak akan mungkin jatuh cinta kepada wanita sepertimu," ucap Antonio.
Antonio selalu menyangkal mengenai perasaannya, yang sudah jatuh cinta kepada Bella. dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan seseorang, Antonio ingin mengubur rasa cinta dari dirinya.
"Cinta adalah sebuah kebohongan yang akan menghancurkan hidupku, aku tidak akan membiarkan cinta merasuki diriku," ucap Antonio.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, Bella terus bekerja sesuai dengan pekerjaan yang diberikan oleh Antonio. dia tidak ingin terlihat lemah di depan pria itu, karena selama ini dia berada di rumah mewah.. namun tidak ada kebahagiaan sama sekali.
Mimpinya adalah ingin mendapatkan sebuah keluarga yang sangat bahagia, namun kebahagiaan itu rupanya belum ditakdirkan oleh Tuhan untuk dimiliki oleh Bella.
"Oh ya Bella, Kau tinggal di mana?" tanya Lila kepada Bella.
"Sebenarnya aku bekerja di rumah tuan Antonio, tapi.. karena hutangku banyak sekali, aku harus menambah pekerjaanku di sini," jawab Bella sambil tersenyum kepada Lila.
Saat mendengar perkataan dari Bella, nampak wanita itu merasa tersentak hatinya. Seorang wanita muda yang harus membanting tulang sendiri karena harus menutupi seluruh hutang-hutang orang tuanya.
"Lalu, Kau tinggal di mana?" tanya Bella kepada Lila.
"Aku tinggal tidak jauh dari perusahaan ini," jawab Lila.
"Oh ya Lila, bolehkah kapan-kapan Aku berkunjung di rumahmu?" tanya Bella.
"Boleh, aku akan senang sekali kalau ada seseorang yang bermain di tempatku," jawab Lila.
Tidak terasa hari telah berlalu, hingga sore telah datang menjemput para pekerja yang bekerja di perusahaan Antonio.
"Oh ya Bella, kau akan pulang bersama siapa?" tanya Lila kepada Bella.
"Tentu saja aku akan pulang sendiri, karena tadi paman Ridwan sudah memberikan aku uang untuk naik bus," jawab Bella yang berbohong.
"Kalau begitu, aku menunggumu naik bus dulu ya," ucap Lila kepada Bella.
Terlihat wanita itu sangat kasihan kepada ada wanita yang sekarang menjadi temannya.
Sesaat kemudian, dari kejauhan nampak Paman Ridwan membunyikan klakson mobil untuk memanggil Bella. Sedangkan Bella yang mengetahui hal itu, dia langsung menghampiri Paman Ridwan.
__ADS_1
"Ada apa Paman?" tanya Bella kepada paman Ridwan.
"Masuklah! dari tadi Paman menunggumu," ucap Paman Ridwan yang kemudian menyuruh Bella masuk ke dalam mobil, nampak Bella melihat ke belakang yang ternyata masih ada Antonio di sana.