AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Tertangkapnya Taeyong


__ADS_3


"Nyonya!" seru seorang pria yang ternyata Isabella mengenal suara itu.


"Jun." ucap Isabella.


"Apakah kau baik-baik saja seru Jun tentu aku baik-baik saja Jawab Isabella yang kemudian membuka pintu tersebut nampak wajah Isabella sudah berkeringat nafasnya juga ngos-ngosan karena terus mengutak-atik komputer yang telah dibobol oleh para Yakuza itu.


"Kita harus segera mencari keberadaan Taeyong, Kalau tidak.. aku yakin pria itu akan melarikan diri Dari gedung ini." ucap Jun.


Isabella menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat wanita itu membawa begitu banyak senjata yang diberikan oleh Jun.


"Mengapa kau sampai bisa kehabisan peluru?" tanya Jun.


"Kau kira musuh-musuh kita itu berjumlah berapa." ucap Isabella. Jun terus menatap wajah Isabella.


"Cantik dan menakutkan." ucap Jun dalam hati saat menatap wajah Isabella.


"segera kita cari keberadaan pria itu, karena aku yakin pria itu tidak mungkin pergi dari tempat ini!" seru Isabella.


Akhirnya para Yakuza yang diketuai oleh Jun mereka langsung mencari keberadaan Taeyong, karena hampir keseluruhan pasukan Taeyong telah dihabisi oleh polisi dan para Yakuza di bawah pimpinan Isabella dan Jun.


"Apa yang akan terjadi pada kita?" tanya Isabela.


"Kita tidak usah memikirkan hal itu, yang penting kita akan cari tahu di mana keberadaan pria itu. Setelah itu kita pikirkan bagaimana cara kita dapat mengendalikan mereka." jawab Jun.


Akhirnya para Yakuza dari kelompok Selatan yang dibawah pimpinan Isabella dan Jun sudah mengalahkan para Yakuza dari kelompok Barat. nampak Isabella terus mencari keberadaan Taeyong, karena pria itu dengan berani menyuruh adik dan anak buahnya untuk menyentuh tubuh suaminya.


"Akan kupastikan kau menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dan akan ku pastikan kau mendekam di dalam neraka yang terdalam. karena kau berani membuat sesuatu yang sangat menjijikkan." ucap Isabella.

__ADS_1


Akhirnya Isabella terus mencari keberadaan taeyong, yang terlihat di sana Taeyong berusaha untuk mengambil beberapa berkas yang ada di sebuah kantor di perusahaan tersebut.


Secara diam-diam Isabella terus memperhatikan pria itu dengan teliti dan tanpa bersuara sama sekali, Isabella menggunakan pistol peredam suara agar saat dia menembak tidak akan mengeluarkan suara sama sekali. apalagi jika tembakan itu meleset Yang pastinya Taeyong tidak akan bisa menghindar.


"Akan kupastikan hari ini kau akan mendekam di dalam penjara." guman Isabella dalam hati yang kemudian mengarahkan pistolnya kepada Taeyong.


Terlihat pria itu sedang sibuk memilih berkas-berkas yang ada di ruangan perusahaan Isabella.


"Berkas-berkas ini sedikit menyulitkan, akan kupastikan kalau berkas-berkas berharga ini akan menjadikan aku pengusaha yang paling besar!" seru Taeyong yang ada di dalam ruangan. pria itu tidak tahu kalau dia sudah diintai oleh Isabella.


tatapan mata Isabella terus tertuju pada Taeyong yang berada di dalam ruangan itu, wanita-wanita itu terus mengintai dan membidik Taeyong tepat pada kakinya.


Dor..


Zepp..


Dor..


Zepp..


"Kau berani sekali memasuki wilayah yang telah ku tandai!" Isabella.


Seorang wanita cantik keluar dengan rona wajah yang begitu menakjubkan, wajahnya yang dipenuhi oleh keringat membuat Isabella bertambah semakin mempesona. Taeyong nampak menatap wanita yang ada di depannya.


"Siapa kau!" seru Taeyong kepada Isabella.


"Ha-ha-ha... Apakah kau tidak mengenaliku dasar kau pria kurang ajar!" seru Isabella kepada Taeyong.


Nampak tatapan mata Taeyong menatap Isabella, sesaat kemudian pria itu mengerang kesakitan saat 2 peluru membuat tubuhnya mengerang

__ADS_1


Akh..


"Bagaimana, apakah terasa sakit?" tanya Isabella. Taeyong menatap Isabella, pria itu memicingkan sebelah matanya.


"Aku tidak pernah mengenalmu dan aku tidak ada urusan denganmu!" seru Taeyong. Isabella tersenyum kembali kepada Taeyong.


"Dengan berani kau telah menculik suami dan Paman ku, namun sekarang kau mengatakan kau tidak punya urusan denganku!" seru Isabella.


Sesaat kemudian Taeyong mendongakkan kepalanya dan menatap Isabela dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


"Siapa kau!" seru Taeyong kembali.


"Aku adalah istri dari orang yang kau culik!" seru Isabella. Taeyong mendongakkan kepalanya kembali sembari tersenyum kepada wanita itu.


"Ha-ha-ha... Apakah kau istri dari Antonio!" seru Taeyong.


"Tentu." jawab Isabela santai.


"Tidak mungkin pria itu mempunyai istri sepertimu!" seru Taeyong kembali.


Isabella tersenyum kepada Taeyong sembari mengangkat sebelah pistolnya dan mengarahkan pada dada Taeyong.


"2 peluru telah menembus tubuhmu, apakah kau ingin keempat peluru yang lain menembus tubuh mu kembali!" seru Isabella.


Nampak Taeyong menatap wajah Isabella yang sangat serius.


"Ternyata wanita itu tidak bermain-main." ucap Taeyong.


Sesaat kemudian nampak kepala polisi langsung menangkap Taeyong.

__ADS_1


"Aku tak pernah mengira, kalau aku akan di hancurkan oleh seorang wanita!" seru Taeyong yang kemudian di tangkap oleh polisi."


** bersambung **


__ADS_2