
3 bulan kemudian
Akhirnya Hari Yang dinanti oleh Antonio dan Isabella telah datang, sepasang suami istri itu sudah berada di sebuah rumah sakit swasta.
"Dorong Nyonya!" seru seorang dokter yang memberikan pertolongan kepada Isabella yang akan melahirkan.
Antonio yang sudah berada di luar pintu kamar persalinan terlihat pria itu mondar-mandir. membuat orang-orang yang ada di sana sampai terlihat pusing,
"Bisakah kau berhenti sebentar, Anton!" seru Paman Ridwan.
"Aku tidak bisa Paman." jawab Antonio.
"Sebaiknya kau duduk dan Tenanglah, Tuan Anton. karena istrimu sedang berjuang di dalam sana." ucap Tuan Carlos.
"Bagaimana saya bisa tenang, Tuan. Istri saya sedang berjuang di dalam sana." Jawab Antonio.
"Kalau kau seperti itu terus.. bisa-bisa kaki mu itu akan berjalan sendiri meninggalkan badanmu!" seru Paman Ridwan yang membuat Indah ingin ketawa namun wanita itu menahan nya.
15 menit kemudian
Oek..
Oek..
Suara tangisan yang terdengar dari dalam ruang persalinan, Antonio langsung menghentikan langkah kakinya itu dan mendengarkan suara yang ada di ruang persalinan istrinya.
__ADS_1
"Anakku sudah lahir, Paman!" seru Antonio yang wajahnya sudah terlihat sangat senang.
"Benar Anton, istrimu sudah melahirkan!" seru Paman Ridwan.
"Selamat Anton!" tuan Carlos dan Nyonya Maria memberikan selamat pada Antonio.
Tak lama kemudian Akhirnya salah seorang perawat keluar untuk memberitahukan kepada Antonio kalau sang istri sudah melahirkan.
"Tuan Antonio, silakan Anda masuk ke ruang istri anda." ucap salah satu perawat yang telah memanggil Antonio.
"Baik!" seru Antonio yang kemudian memasuki ruangan tempat sang istri berada. terlihat disana Isabella telah memeluk seorang bayi yang berada di atas tubuhnya.
"Lihatlah sayang, Putra kita telah lahir!" seru Isabella yang tersenyum dan juga menangis bahagia.
Antonio berjalan ke tempat sang istri, terlihat di sana seorang bayi tampan sudah berada di atas tubuh sang istri.
"Siapa namanya, Isabella?' tanya Indah kepada Isabella. Azka Yusuf jawab Isabella sambil menatap sang suami.
Semua orang yang ada di sana terlihat sangat bahagia saat mendengar nama yang diucapkan oleh Isabella untuk putranya.
Kebahagia telah menyebar di beberapa perusahaan Antonio dan Isabella.
Dua hari kemudian Isabella telah diperbolehkan pulang ke rumahnya, sepasang suami istri itu terus memandang wajah bayi kecil mereka.
"Kalian adalah hadiah terindah dari Tuhan untukku." ucap Antonio kepada Isabella.
1 bulan kemudian.
__ADS_1
Perjalanan waktu terasa membahagiakan bagi Isabella dan Antonio, mereka memutuskan untuk kembali ke kota dan melanjutkan kehidupan mereka. aktivitas yang padat dan semua bisnis yang harus mereka kelola.
"Kami harus kembali sayang, karena kami sudah berada di sini selama 5 bulan." ucap Nyonya Maria kepada Isabella.
"Kenapa Mama harus kembali, Apakah mama tidak ingin memeluk cucu Mama?" tanya Isabella kepada istri Tuan Carlos. semenjak mereka berada di Paris, Nyonya Maria selalu meminta Isabella untuk memanggilnya Mama. karena 2 anaknya telah meninggal saat terjadi konflik antar mafia.
"Nanti kita akan kembali lagi, setelah ayahmu mengurusi bisnisnya." jawab nyonya Maria.
"Apakah ayah akan kembali secepat itu?" tanya Antonio kepada tuan Carlos. terlihat sepasang suami istri tua itu selalu meminta sepasang suami istri muda itu untuk memanggil mereka ayah dan Mama, karena mereka begitu menginginkan keluarga yang harmonis.
"Kami akan segera kembali, setelah urusan kami selesai." jawab tuan Carlos.
"Nanti kalau mama sama Ayah sudah sampai di sana, segera kabari aku ya." pinta Isabella kepada sepasang suami istri tua itu.
"Tentu, kami akan langsung menghubungimu. Bahkan aku akan selalu menghubungimu untuk mencari tahu bagaimana kondisi cucu Mama." ucap Nyonya Maria yang telah mengambil Putra Isabella dan Antonio.
"Nenek pulang dulu ya, setelah urusan Kakek selesai..nenek bakal kembali dan tinggal di sini sama kamu." ucap Nyonya Maria yang terus memberikan ciuman di pipi Aska.
Akhirnya sepasang suami istri itu memutuskan akan kembali ke Meksiko, karena beberapa urusan yang membuat mereka harus mengendalikan perusahaan mereka mulai dari nol. semenjak kematian Aslan. pria itu membuat Tuan Carlos kebingungan karena seluruh bisnis pria itu telah diobrak-abrik oleh Aslan. Untung saja Isabella dan Antonio berhasil meringkus pria itu hingga membuat kehidupan mereka sedikit demi sedikit berangsur baik.
Suara canda tawa terus menggelegar di rumah Antonio dan Isabella, sering juga suara tangis membuat sepasang suami istri itu begitu heboh seperti ada kebakaran di rumah mereka.
Sedangkan di tempat lain, seorang pria terus memandang seorang bayi wanita yang begitu lucu. bahkan wajahnya sangat mirip dengan Antonio.
Sedikit demi sedikit aku akan membuatmu menderita, karena kau tidak tahu bahwa istrimu itu melahirkan sepasang anak kembar.
"Lihatlah, gadis cantik ini akan ku besarkan dan akan menjadi putriku!" seru seorang pria yang ternyata dia adalah Arthur.
__ADS_1
** bersambung **