AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Obat terlarang


__ADS_3


"Hari saya harus pulang juga karena saya merasa tidak enak badan." ucap indah yang kemudian berpamitan kepada Arthur. sedangkan pria itu nampak memikirkan makanan untuk dia bawa agar Bella menyukainya.


Satu jam kemudian indah telah sampai di rumahnya, nampak disana Bella sedang tertidur di kursi ruang tamu.


"Kau sudah bangun Bella." ucap indah yang melihat Bella mengucek matanya.


"Iya, kak indah baru pulang?" tanya Bella.


"Iya, soalnya tadi aku harus ke pasar dulu." jawab indah.


Bella bangun dari kursi di ruang tamu, wanita itu berjalan menghampiri indah yang akan memasak.


"Aku bantu Kak." ucap Bella yang hendak mengambil pisau.


"Tidak usah Bella, kan kau sedang sakit. apalagi tangan kananmu yang terluka." jawab Indah dengan suara yang lembut. wanita itu memang seperti seorang ibu bagi Bella, apalagi Indah memiliki sifat yang keibuan dan begitu penyayang.


"Kalau begitu aku membantu yang lain saja, pokoknya aku tidak mau duduk seperti orang yang tidak berguna." ucap Bella yang kemudian mengambil beberapa barang dan memberikannya kepada Indah. tanpak mereka berdua tersenyum, Tak lama kemudian suara pintu rumah di ketok.


Tok..


Tok...


Tok...


Bella menatap pintu rumahnya, nampak wanita itu berpikir Siapa yang sedang bertamu siang-siang begini.


"Siapa yang bertamu siang-siang begini." ucap Bella kepada indah.


"Lebih baik kau membuka pintu itu, daripada dia terus mengetok pintu." ucap Indah kepada Bella.

__ADS_1


Bella berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut, nampak di sana berdiri seorang pria yang membawa setangkai bunga dan sekeranjang buah.


"Arthur, Apa yang kau lakukan disini?" tanya Bella kepada Arthur. nampak disana pria itu sedang tersenyum sembari menyodorkan bunga yang dia bawa untuk Bella.


"Bawalah masuk, soalnya tanganku tidak bisa membawa barang-barang yang kau berikan." ucap Bella sembari menunjukkan tangannya yang sedang terluka.


"Memangnya kau kenapa, hingga tanganmu terluka seperti itu?" tanya atur Kepada Bella.


"Tidak apa-apa, hanya sedang terjadi kecelakaan saja." jawab Bella sembari mempersilahkan pria itu duduk di ruang tamu. Tak lama kemudian nampak pintu rumah Bella diketok kembali.


Tok...


Tok..


Tok..


Suara pintu yang diketok kembali.


Nampak di sana Aslan sedang berdiri sembari membawa begitu banyak makanan untuk Bella.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Bella kepada Aslan. nampak Aslan tidak menghiraukan kata-kata Bella, pria itu langsung masuk dan membawa begitu banyak makanan dan buah-buahan.


Saat Aslan memasuki rumah Bella, nampak di sana Seorang pria sudah duduk di ruang tamu.


"Apa yang kau lakukan disini, Mengapa kau bersantai-santai dan tidak bekerja?" tanya Aslan kepada Arthur.


"Kita kan sama saja, ngapain juga kau di sini. Kenapa tidak ada di hotel dan memeriksa perusahaan yang lain." jawab Arthur yang membuat Aslan sedikit emosi.


"Kalau kalian bertengkar lebih balik kalian keluar saja dari rumah ini, kalian kira kalian tidak berisik apa." ucap Bella kepada Arthur dan Aslan.


"Kau kan pekerja aku, jadi aku wajib untuk menjengukmu juga saat kau sakit." jawab Aslan yang kemudian duduk di kursi yang agak jauh dari Arthur. terlihat sekali kalau mereka berdua seperti kucing dan tikus yang tidak akan pernah menjadi teman, walaupun di dunia bisnis mereka adalah rekan kerja.

__ADS_1


"Kalian Tunggu sebentar, aku akan membuatkan kalian minum." ucap Bella yang kemudian meninggalkan Aslan dan Arthur yang sedang saling bergumam tidak karuan.


Tak berapa lama kemudian nampak ponsel Bella berdering.


🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢🎢


"Siapa lagi sih." ucap Bella yang merasa kalau dirinya terus diganggu oleh orang lain. Bella mengangkat ponselnya, terlihat di sana terpampang nama seorang wanita yang bernama Isabella yang tak lain adalah Antonio.


"Ada apa?" tanya Bella yang telah mengangkat ponsel.


"Kau sedang apa?" tanya Antonio.


"Sedang beristirahat." jawab Bella.


"Ada siapa di rumahmu?" tanya Antonio lagi.


"Ada bosku." jawab Bella agar kedua pria yang ada di rumahnya tidak curiga.


"Dengarkan Aku baik-baik, salah satu barang-barang yang mereka bawa adalah obat-obatan terlarang yang sengaja diselundupkan di makananmu, maka harus hati-hati." ucap Antonio yang memberitahukan Bella.


Tentu saja Bella sangat terkejut dengan berita yang diberikan oleh Antonio, namun wanita itu tidak ingin dicurigai oleh Aslan dan dan Arthur.


"Apakah kamu kesini?" tanya Bella kepada Antonio.


"Apakah tidak apa-apa?" tanya Antonio.


"Kau inikan seorang wanita, Kenapa kau tidak boleh kemari." jawab Bella dengan nada suara yang ditinggikan, agar Aslan dan Arthur tidak curiga.


"Baiklah kalau begitu aku akan kesana." jawab Antonio yang kemudian menutup ponselnya, dan mulai memakai pakaian yang sudah dia siapkan di dalam mobilnya.


** bersambung **

__ADS_1


Mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terima kasih πŸ€—β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ€—πŸ˜ŠπŸŽΆ


__ADS_2