AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Bersabar


__ADS_3

Bella POV


Aku mencoba untuk bertahan pada setiap langkah pada hidupku, jalan selalu terlihat gelap. Namun aku selalu mencoba untuk menerangi jalan itu, aku tersenyum dalam sebuah kepahitan, Aku berjalan tanpa penerangan. Tidak ada yang mau mengulurkan tangannya padaku.. aku sendiri, sebatang kara, tanpa ada perlindungan disampingku.


Aku menahan sesak di dada.. saat malam tiba air mataku selalu mengalir, Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain. karena mereka hanya akan mencaciku karena sebuah kata yang seperti kutukan bagi orang kaya" miskin" itu adalah sebuah kata yang sangat menjijikkan bagi orang-orang kaya.


Aku terakhir dengan kesederhanaan dan kekurangan, hingga suatu saat aku harus terjebak karena hutang-hutang kedua orang tuaku. Aku menikahi seorang pria yang tidak memiliki hati, biarkan saja semua berjalan seperti garis tangan Tuhan, toh aku tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan seperti yang kuinginkan.


Hari ini.. hari yang mungkin akan menjadi hari yang paling kelam bagiku. Aku bekerja di perusahaan Antonio, entah apa yang akan dia lakukan kan kepadaku.


Pagi ini aku telah bangun sangat pagi, bersama dengan ayam berkokok yang membuatku terbangun. Aku tidak ingin membuat masalah apapun dalam hidupku, karena aku tahu pria itu akan membuatku seperti hidup di neraka.


"Selamat pagi tuan." sapaku kepada Antonio.


Tidak ada jawaban dari pria itu, karena dia langsung pergi saat aku menyapanya di pagi hari ini.


Aku kebingungan kemana aku harus pergi, apalagi lagi aku harus memakai kendaraan apa untuk menuju ke kantor Antonio.


Sesaat kemudian, nampak bibih yang ada di rumah Antonio memberikan aku beberapa lembar uang kertas.


"Pergilah menggunakan taksi untuk menuju ke kantor Tuan Antonio." ucap bibi yang kemudian memberikan alamat kantor Antonio.


"Tapi bibi, aku tidak punya uang untuk membayar kembali hutang ini." jawab Bella.


Bibi tersenyum kemudian mengecup keningku dan kembali ke dapur.

__ADS_1


Akhirnya aku pergi ke kantor Antonio. perjalanan ku memakan waktu sekitar 30 menit, saat aku sampai di sana terlihat sebuah gedung yang sangat besar.


Aku berjalan menyusuri perusahaan Antonio, aku berdiri di depan gedung bercakar Langit itu. Kutatap dari atas lalu ke bawah.. gedung yang sangat megah, Kemudian aku memasuki gedung itu dan bertanya kepada seorang resepsionis.


"Maaf nona." ucap ku.


"Ada yang bisa aku bantu,nona." ucap seorang petugas recepcionis.


"Aku mendapatkan pekerjaan di sini, Nona. tadi tuan Antonio menyuruhku untuk kemari." ucap Bella.


"Baiklah, sebentar ya. Aku akan menginformasikan kepada tuan Antonio dahulu." jawab wanita yang bertugas di meja resepsionis. Lalu aku menganggukkan kepalaku, salah satu wanita yang ada di meja resepsionis itu terlihat sangat ramah. Namun salah satu temannya dia begitu galak dan sok berkuasa.


Beberapa saat kemudian


Aku berjalan menyusuri perusahaan yang besar itu, Aku tidak tahu tempat yang dikatakan oleh wanita yang tadi memberitahuku. Aku terus berjalan dan berputar-putar di gedung itu, hingga aku berhenti di suatu tempat bertemu dengan seseorang.


"Apa yang kau lakukan di sini,nona?" tanya seorang pria muda kepadaku.


"Maaf tuan, aku ada interview dengan Tuan Antonio. Namun aku tidak tahu dimana ruangannya." jawabku.


"Kau sudah ada jadwal dengan Tuan Antonio ya? mari aku antarkan." seru seorang pria muda itu kepadaku, akhirnya aku diantar oleh pria muda itu ke tempat keberadaan Antonio. mataku terus menatap sekeliling perusahaan Antonio, tempat yang sangat besar itu membuatku agak kesusahan untuk mengingat satu-persatu tempat yang ad disana.


"Tuan, ada seorang gadis muda yang mengatakan kalau hari ini dia ada jadwal interview dengan,Tuan." seru pria muda itu kepada Antonio.


"Siapa namanya, Dion?" tanya Antonio kepada bawahannya.

__ADS_1


"Entahlah Tuan, aku tadi lupa bertanya." jawab pria muda.


"Kau ini bagaimana Dion! seharusnya kau bertanya kepada gadis itu, bukan melapor terlebih dahulu." ucap Antonio kepada Dion.


Sesaat kemudian, nampak pria muda itu menghampiriku dan bertanya namaku. Aku memperkenalkan namaku dan kemudian mulai dia meninggalkanku dan masuk ke ruangan Antonio.


"Siapa namanya Dion?" tanya Antonio kepada Dion.


"Namanya adalah Bella,Tuan." jawab Dion.


"Bella? cepat suruh dia masuk." seru Antonio kepada Dion, sesaat kemudian Dion keluar dan menyuruhku untuk masuk keruangan Antonio, aku berdiri dari kursi itu dan menuju ruangan Antonio. Saat kubuka pintu itu.. terlihat ruangan itu begitu bersih dengan warna natural.


"Mengapa lama sekali! Apakah kau tidak ingin melunasi hutang-hutang mu." seru Antonio kepada Bella, hal itu membuat Bella langsung menghela nafasnya secara kasar.


"Tentu Tuan, Aku mau melunasi hutang-hutangku." jawab Bella.


Sesaat kemudian, nampak Antonio memencet intercom nya dan memanggil sekretarisnya.


"Tok.. tok ..tok "suara pintu kantor Antonio yang diketuk.


"Masuk." jawab Antonio. sesaat kemudian nampak seorang wanita yang sangat cantik dengan pakaian yang begitu seksi.


"Selamat pagi,Tuan." ucap sekertaris Antonio.


"Cynthia, sekarang kau bawa wanita ini ke tempat kerja barunya." seru Antonio kepada Cynthia.

__ADS_1


__ADS_2