
"Kau inikan seorang wanita, Kenapa kau tidak boleh kemari." jawab Bella dengan nada suara yang ditinggikan, agar Aslan dan Arthur tidak curiga.
"Baiklah kalau begitu aku akan kesana." jawab Antonio yang kemudian menutup ponselnya, dan mulai memakai pakaian yang sudah dia siapkan di dalam mobilnya.
15 menit kemudian
Tok..
Tok..
Tok..
Pintu rumah Bella telah diketuk oleh seseorang, Bella sudah mengira Mungkin dia adalah Antonio yang datang.
"Kalian jangan berisik di rumahku, kalau kalian terlalu berisik mending Kalian pergi aja. kalian ini 2 pria tua tapi kelakuannya seperti bayi!" seru Bella yang sudah pusing dengan pertengkaran Aslan dan Arthur.
Akhirnya Bella meninggalkan Aslan dan Arthur, wanita itu menuju pintu rumahnya dan membuka. ternyata benar apa yang ada dipikiran Bella, yang berada di luar rumah nya adalah Antonio yang menyamar menjadi seorang wanita.
"Hai..." sapa Antonio sambil tersenyum kepada Bella saat wanita itu membukakan pintu untuknya.
"Mengapa kau tersenyum seperti itu, mukamu sangat menakutkan." ucap Bella sambil menunjuk wajah Antonio.
Aslan berdiri kemudian menuju pintu rumah Bella, terlihat pria itu menatap seorang wanita yang mempunyai tinggi yang seukuran dengannya.
"Siapa dia, Bella?" tanyakan Aslan kepada Bella. Bella menoleh kepada Aslan ternyata pria itu sudah berada di belakangnya.
__ADS_1
"Ini temanku." ucap Bella sambil menunjuk Antonio.
"Siapa dia?" tanya Aslan. nampak Antonio tersenyum kepada Aslan sembari dia mengumpat tidak karuan.
"Dasar pria brengsek, ngapain dia berada di rumah istriku." ucap Antonio dalam hati sambil tersenyum.
"Hai namaku Isabella." ucap Antonio sambil mengulurkan tangannya kepada Aslan. nampak Aslan tidak mengindahkan uluran tangan Antonio, kemudian pria itu langsung meninggalkan Bella bersama Antonio yang ada di luar.
"Dasar pria kurang ajar, apa dia sejak lahir tidak diberi makan tatakrama Apa." guman Antonio yang membuat Bella langsung melotot padanya.
"Apa kamu mau berdiri diluar sana terus." ucap Bella kepada Antonio. nampak pria itu tersenyum kepada Bella.
"Tentu saja aku mau masuk." saat mengatakan hal itu nampak Antonio sedikit terkejut ternyata di dalam rumah Bella ada 2 pria yang menjenguk istri kontraknya itu.
"Ngapain para pria ini berada di rumah istriku, Apa mereka tidak punya pekerjaan selain mengejar-ngejar istri orang." guman Antonio dalam hati sambil menatap wajah Aslan dan Arthur.
"Siapa dia Bella?" tanya Arthur kepada Bella.
Dia temanku." jawab Bella yang kemudian meninggalkan dua pria tersebut. Namun nampak Antonio tidak mau duduk bersama mereka malah pria itu membuntuti Bella kemana saja.
"Kamu mau apa ke sini, duduk sana bersama Mereka!" seru Bella yang menunjuk Antonio menggunakan alat penggorengan.
"Tentu saja aku malas bergabung bersama mereka, ngapain aku duduk bersama mereka." ucap Antonio yang membuat Bella semakin melotot.
"Duduk di sana atau kau pergi saja." ucap Bella yang membuat Antonio langsung ngibrit duduk bersama Aslan dan Arthur.
Nampak ketiga orang itu saling menatap seperti polisi yang sedang mengintograsi para penjahat, tatapan mereka saling mengintimidasi satu sama lain.
__ADS_1
"Sejak kapan Bella mempunyai teman seperti dia, memang wajahnya cantik.. tapi tubuhnya seperti seorang pria." ucap Arthur dalam hati sambil menatap wajah Antonio. sedangkan Aslan nampak pria itu hanya menghela nafasnya sembari menata Bella yang berada di dapur.
"Sejak kapan kau mengenal Bella?" tanya Aslan yang tiba-tiba.
"Iya ada apa?" ucap Antonio.
"Semenjak kapan kau mengenal Bella?" tanya Aslan kepada Antonio kembali.
"Aku mengenal Bella semenjak Beberapa bulan yang lalu, ketika Gadis itu mau dirampok." jawab Antonio. nampak Aslan sangat terkejut dengan jawaban yang diutarakan oleh Antonio.
"Namamu siapa?" tanya Aslan kembali. nampak Arthur hanya menatap Aslan yang terus mengintograsi Antonio.
"Namaku Isabella." jawab Antonio yang tersenyum kepada pria itu. nampak Arthur bergidik ngeri dengan senyuman yang ditunjukkan oleh Antonio, memang benar dia adalah pria. namun Entah mengapa kedua pria itu nampak sedikit merasa ngeri dengan senyuman yang ditunjukkan oleh Antonio.
"Mengapa namamu mirip seperti Bella?" tanya Arthur.
"Aku saja tidak tahu kalau namanya juga Bella, Namaku saja Isabella." jawab Antonio yang kemudian memalingkan wajah dari Arthur dan Aslan.
Perdebatan mereka bertiga nampak membuat Bella langsung menghampiri mereka.
"Kalau kalian sedang bertengkar diri sini lebih baik kalian meninggalkan rumahku, aku sudah tidak tahan dengan suara kalian." ucap Bella yang membuat ketiga pria itu langsung berhenti.
"Kenapa kau ada di sini, Kenapa kau tidak membantu Bella berada di dapur. kau ini wanita yang tidak berguna ya." ucap Arthur yang membuat Antonio langsung melotot. sedangkan Bella wanita itu nampak tersenyum dengan kata-kata yang sangat menusuk.
"Tentu saja aku lebih baik bersama Bella, daripada aku bersama dengan laki-laki seperti kalian. menjijikkan!" ucap Antonio.
** bersambung **
__ADS_1
mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak. terima kasih 🤗👍👍👍❤️❤️❤️🤗😊