AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
2 pria


__ADS_3

Pagi telah bersinar, matahari terang benderang. Namun.. seseorang hatinya sangat gelap gulita, seperti malam yang kehilangan sinar mataharinya. Antonio memulai harinya dengan perasaan yang sangat kecewa, pria itu terlihat begitu sakit hati dan menderita. Saat mengetahui kalau Bella tidak pulang pada malam itu.


Antonio berangkat ke kantornya dengan perasaan yang tidak karuan, hatinya berkecamuk serasa ingin meledak saja. Saat sampai di depan perusahaannya, kaki Antonio keluar dari mobil. satu tatapan mata Antonio langsung terkunci pada sosok wanita yang baru turun dari mobil itu.


Terlihat Bella keluar dari mobil Aslan bersama Lila. Gadis itu tersenyum dengan sangat cantiknya di pagi itu, tatapan Antonio tertuju pada Bella.


"Semalam suntuk aku tidak tidur, karena terus memikirkan mu. Namun kau dengan sangat egoisnya tertawa diatas penderitaan ku. Lihatlah, kau bahkan tersenyum seindah itu kepada pria lain," guman Antonio. yang berdiri sambil menatap Bella yang baru keluar dari mobil Aslan bersama Lila.


"Apa yang anda lihat, pak Aslan?" tanya Lila kepada bosnya itu.


"Tidak apa-apa, kalian pergilah dahulu. Karena aku ingin berbicara dengan Antonio," jawab Aslan.


Saat mendengar nama itu disebut. Bella langsung mendongakkan kepalanya, tatapan mata itu terkunci pada sosok pria gagah yang berada di seberang tempat parkiran itu.


"Ayo, Bell. kita masuk!" seru Lila kepada Bella.


Nampak Bella tidak melangkahkan kakinya, terlihat Gadis itu enggan untuk bertatap muka dengan Antonio.


"Pergilah dulu, aku akan menyelesaikan permasalahan ini," ucap Aslan kepada Bella.


"Apakah semua akan baik-baik saja?" tanya Bella kepada Aslan.

__ADS_1


"Percayalah padaku, semuanya akan baik-baik saja," Jawab Aslan.


Saat mendengar jawaban dari pria itu, Bella langsung berjalan agak menjauh dari Antonio. sedangkan Antonio yang melihat hal itu, terlihat tatapan matanya terus mengikuti langkah Bella. pria itu hendak menghampiri Bella, namun paman Ridwan langsung menghentikannya.


"Antonio, apa yang akan kau lakukan?" tanya Paman Ridwan.


"Tentu saja aku akan memberikan dia pelajaran," jawab Antonio.


"Apakah kau ingin menutup perusahaanmu?" tanya Paman Ridwan.


"Apa maksud paman?" tanya Antonio balik.


"Tentu saja aku mengatakan hal itu, untuk menghentikan mu. Karena terlihat jelas, Aslan sudah berada di pihak Bella, lihatlah pria itu sedang berjalan menuju tempat ini," ucap Paman Ridwan. yang kemudian menepuk pundak keponakannya itu.


Memang Aslan baru beberapa bulan mengenal Bella. Namun.. hanya beberapa hari saja, pria itu bisa bercakap-cakap dengan Bella. Terlihat pria itu begitu menaruh hati kepada gadis yang sudah menjadi istri kontrak partner bisnisnya itu.


"Aku ingin berbicara denganmu, Antonio!" seru Aslan kepada Antonio.


"Aku sibuk, karena hari ini aku ada meeting," jawab Aslan.


"Tentu aku tahu kita ada meeting hari ini. karena kita berdua adalah pemegang perusahaan ini," jawab Aslan.

__ADS_1


Benar apa yang dikatakan oleh Paman Ridwan, pria itu mampu menutup mulut Antonio dengan 1 kalimat saja.


"Aku ingin berbicara setelah meeting selesai. Aku harap kau tidak menolak ajakan ku ini," ucap Aslan.


Antonio nampak tidak bisa mengatakan hal apapun, karena jelas dia dia berada pada posisi yang tersudut. Akhirnya Bella menempati ruangan barunya bersama Lila. Lila ditugaskan untuk menjadi personal di bagian perencanaan, sedangkan Bella menjadi sekretaris pribadi Aslan.


Gadis itu sangat gugup dengan pekerjaan barunya itu, karena dia tidak pernah menyentuh barang elektronik canggih itu. kemampuannya untuk membeli barang-barang canggih itu memang tidak memadai.


"Bella semangat, kita harus membuat pak Aslan bangga kepada kita!" seru Lila yang memberi semangat kepada Bella.


"Tentu," jawab Bella.


Akhirnya mereka berdua berpisah ke tempat yang telah ditunjukkan oleh Aslan sebelumnya. mata Bella menatap ruangan yang telah didekorasi oleh Aslan dengan sangat sempurna, setiap sudut ruangan itu terlihat sangat segar dengan bingkai gambar dan warna ruangan yang sangat cerah. dan jangan lupa vas bunga yang yang bertengger di meja Aslan dan Bella.


"Semoga semuanya baik-baik saja," guman Bella dalam hati.


Karena terlihat jelas, kalau Bella takut Antonio berbuat jahat kepada Aslan. Sedangkan di tempat lain.. nampak Aslan telah menunggu Antonio di ruangannya.


Terlihat pria itu ingin sesegera mungkin menyelesaikan segala urusan Bella dan Antonio. Apalagi terlihat kalau Nenek Rita begitu menyukai Bella, Aslan yakin kalau Bella mampu untuk meluluhkan hati neneknya yang sangat cerewet itu. wanita tua itu begitu pemilih dalam hal calon istri untuk Aslan.


Tak ada suara di ruangan Antonio, terlihat kedua pria itu sama-sama terdiam. tak ada yang saling mengeluarkan suara, hingga Aslan menghembuskan nafasnya secara kasar.

__ADS_1


** bersambung **


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊


__ADS_2