
1 bulan kemudian
1 bulan telah berlalu, setelah indah melahirkan seorang Putra yang diberi nama Cesar Khalif. nampak Indan dan paman Ridwan sudah kembali ke Indonesia, sedangkan Isabella dan Antonio.. mereka lebih memilih berada di Meksiko, Isabella ingin menghindari para Yakuza yang terus memaksanya untuk menjadi pemimpin mereka.
* Mexico.
Antonio sudah bisa berjalan walaupun masih memakai satu tongkat.
Kabar mengenai Tuan Carlos yang terluka karena diserang oleh Aslan membuat Isabela mau tidak mau harus ke tempat pria tua itu, terlihat di sana Antonio terus beradaptasi dengan seluruh bisnis yang dilakukan oleh istrinya itu.
"Sebaiknya Anda beristirahat dulu, Tuan. karena yang jelas pasti Aslan akan membuat Anda semakin menderita." ucap Isabella.
"Kau benar Bella, tiga peluru telah menembus tubuhku hingga membuatku menjadi tidak berdaya seperti ini." jawab Tuan Carlos. nampak di sana Nyonya Maria terus menangis melihat keadaan sang suami.
"Semuanya akan baik-baik saja, Nyonya." ucap Isabella.
"Aku takut kehilangan suamiku, Bella." jawab Nyonya Maria.
Nampak wanita itu terus mencoba untuk membuat Nyonya Mariah tenang agar dia tidak membuat keadaan semakin kacau.
"Sebaiknya kita masuk dan melihat kondisi seluruh rumah daripada Anda terus-menerus menangisi, Tuan Carlos." ucap Isabella yang kemudian nampak berbicara dan mengelus punggung Nyonya Maria.
"Mengapa pria itu berbuat keji seperti ini, Isabella. padahal dulu aku dan suamiku telah menolongnya, memberikannya tempat berteduh dan memberikannya kehidupan agar dia bisa bertahan." ucap Nyonya Maria.
Isabella terus mengelus punggung Nyonya Maria,
"Dia bukanlah seorang manusia, nyonya. dia adalah makhluk yang tidak bisa diberi kebaikan." jawab Isabella. nampak Nyonya Maria menangis sembari memeluk tubuh Isabella.
"Hanya suamiku satu-satunya keluargaku, Isabella. jika terjadi sesuatu dengan suamiku, maka aku akan ikut dengannya." ucap Nyonya Maria yang menangis di pelukan Isabella.
Nampak wanita itu memberikan pelukan hangat kepada wanita tua itu.
__ADS_1
"Aku juga adalah keluargamu Nyonya, Jadi jangan sampai kau mengatakan hal itu." jawab Isabella.
Terlihat Nyonya Maria terus menangis, wanita itu tidak tahan saat melihat sang suami yang mengerang kesakitan. Sesaat kemudian nampak seorang dokter datang dengan wajah yang sedikit tersenyum.
"Bagaimana dokter?" tanya Isabella kepada dokter tua yang merawat Tuan Carlos.
"Semuanya baik-baik saja, Nyonya. jadi jangan khawatir, Tuan Carlos adalah pria yang begitu hebat Jadi tidak mungkin dia akan menyerah Hanya dengan 3 tembakan saja." Jawab dokter tersebut.
Nampak Isabella tersenyum kepada pria tua itu, sesaat kemudian Isabella mendatangi dokter tua itu.
"Aku akan mengantar dokter untuk keluar Nyonya." ucap Isabella yang kemudian mengajak sang dokter keluar dan meninggalkan Nyonya Maria.
Hari berganti waktu pun berjalan, sudah 3 hari Tuan Carlos ditembak oleh Aslan. nampak sekali Isabella dan Antonio berusaha untuk mengendalikan situasi perusahaan dan beberapa bisnis Tuan Carlos.
"Bagaimana istriku, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Antonio.
Nampak Isabella menganggukkan kepalanya,
"Semuanya baik-baik saja, suamiku. Jangan khawatir kita hanya melihat situasi ini, jika Aslan terus melakukan penyerangan maka akan ku jamin seluruh bisnis yang dia miliki akan kubuat hancur dalam seketika." jawab Isabella.
"Seperti itulah suamiku bisnis bawah tanah, bisnis itu harus dijalankan dengan semua kehati-hatian." jawab Isabella.
Tak lama kemudian nampak ponsel Isabella berbunyi lihat di sana nama salah seorang polisi yang ada di Meksiko.
"Ada apa, Tuan?" tanya Isabella.
"Apakah kau membawa laptop?" tanya kepala polisi Juan.
"Tentu, ada apa?" tanya Isabella.
"Aku akan mengirimkan mu beberapa berkas dan nama-nama orang ini, nanti jika kau sudah melihatnya kabari aku." ucap kepala polisi Juan.
"Tak lama kemudian nampak beberapa foto beserta biodata dan semua berkas yang telah dikirimkan oleh Tuan Juan.
__ADS_1
"Bukankah itu salah satu pembisnis yang ada di Indonesia." ucap Antonio yang melihat berkas yang ada ada di laptop sang istri.
"Apakah kau mengenal nya suamiku?" tanya Isabella.
"Iya, dia adalah tuan Sulaiman. pembisnis dari Indonesia yang melakukan perdagangan." jawab Antonio.
"Apakah dia pernah bekerjasama dengan mu?" tanya Isabella,
Nampak Antonio menganggukkan kepalanya,
"Iya, dua kali aku bekerja sama dengannya saat aku meminta bantuan untuk mengirim beberapa furniture ke Paris dan di daratan Eropa." jawab Antonio.
"Untuk apa kau mengirim properti ke luar negeri?" tanya Isabella.
"Karena aku suka dengan karya yang dibuat oleh orang-orang Indonesia, begitu teliti dengan ukiran yang begitu menarik. hingga Aku tertarik untuk mengirimnya di beberapa Hotel milik Aslan." jawab Antonio.
"Lalu, apakah kau tahu barang-barang yang kau kirimkan waktu itu adalah barang-barang milik Aslan?" tanya Isabella.
"Tentu saja aku tahu istriku, karena waktu itu aku masih bekerjasama dengan Aslan." jawab Antonio.
"Lalu, Apakah kau tahu suamiku.. kalau beberapa properti yang kau kirimkan itu beberapa di antaranya ada barang selundupan?" tanya Isabella.
Nampak Antonio sangat terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh istrinya itu.
"Apa maksudmu, istriku?" tanya Antonio.
"Beberapa properti yang kau kirimkan itu sengaja diminta oleh Aslan, agar pria itu dan Tuan Sulaiman bisa menyelundupkan beberapa obat terlarang diantara properti-properti yang kau kirimkan itu." jawab Isabella.
Tentu saja Antonio sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh sang istri,
"Lalu?" tanya Antonio.
"Ini adalah berkas para penjahat yang dikirimkan oleh Tuan Juan kepadaku, karena tuan pikir mungkin aku atau dirimu tahu mengenai beberapa pembisnis ini." jawab Isabella.
__ADS_1
** bersambung **