AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Aslan pria iblis berwajah manusia


__ADS_3


"Memangnya ada apa Paman?" tanya Isabella kepada Paman Ridwan.


"Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan kontrak pekerjaan dengan dua perusahaan yang begitu mencurigakan." jawab Paman Ridwan.


"Bolehkah aku melihat semua berkas-berkas itu, Paman?" tanya Isabella.


"Baiklah sebentar lagi aku akan menyuruh Bobby untuk mengambil berkas-berkas itu." ucap Paman Ridwan.


"Kelihatannya Aslan terus menyerang perusahaan kita, Paman. yang terlihat pria itu ingin sekali memiliki perusahaan yang dimiliki oleh Antonio." ucap Isabella kepada Paman Ridwan.


"Apakah Antonio sudah mendapatkan berkas mengenai kontrak perusahaan itu?" tanya Paman Ridwan. Bella menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu menceritakan semua kejadian yang ada di perusahaan Antonio.


"Kalau begitu aku harus berhati-hati, karena jika aku lengah mungkin saja aku yang tidak mengetahui mengenai Aslan akan terjebak dalam permainan pria itu." ucap Paman Ridwan.


1 jam kemudian..


Terlihat Bobby sudah datang bersama beberapa berkas yang telah dia bawa dari perusahaan, Paman Ridwan mengambil berkas-berkas itu dan kemudian memberikannya kepada Bella.

__ADS_1


"Lihatlah Bella." Paman Ridwan memberikan berkas-berkas itu kepada Bella. nampak di sana wanita itu menatap satu persatu berkas-berkas yang diberikan oleh pria tua itu. sesaat kemudian mata Bella tertuju pada 4 berkas yang berada di meja rumah sakit.


"Ada apa Bella?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella.


"Benar apa yang aku pikirkan Paman, Kalau pria itu telah menyusup dan mengganti perusahaannya." ucap Isabella sambil menunjuk empat berkas yang ada di meja.


"Apakah kau yakin ini perusahaan Aslan?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella.


"Tentu saja aku sangat tahu semua perusahaan aslan Paman. karena aku pernah bekerja dengannya." jawab Isabella.


"lalu dua perusahaan itu, perusahaan apa Isabella?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella. sedangkan Paman Ridwan nampak pria itu menatap dua berkas yang ada di meja.


"Dua berkas ini mengenai perusahaan konstruksi milik Aslan, dan dua perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang bang hotel." jawab Isabella. nampak Paman Ridwan sangat terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita itu, karena Paman Ridwan yang selalu menyelidiki Aslan nampak pria itu tidak tahu kalau Aslan benar-benar seorang pria yang tidak bisa ditebak.


"Aku juga dulu berpikiran seperti itu paman, aku fikir Aslan adalah pria yang sangat baik. bahkan pria itu adalah pria yang terbaik yang pernah aku kenal, namun terus-menerus Semakin lama aku berjalan ternyata pria itu adalah pria brengsek yang berwajah iblis. bahkan pria itu adalah pria yang akan bisa melakukan apapun." jawab Isabella.


"Lalu apakah ada ciri-ciri tertentu dari setiap berkas yang dimiliki oleh Aslan?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella. nampak Isabella menganggukkan kepalanya.


"Pria itu mempunyai satu ciri pada setiap perusahaannya. namun setiap logo memiliki satu kesamaan, Hal itu membuat aku mengetahui semua ciri khas dari tanda tangan Aslan serta seluruh anak buahnya." jawab Isabella.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kita lakukan Bella?" tanya Paman Ridwan kepada Isabella. wanita itu menghela nafasnya, sesaat kemudian dia berganti menatap wajah dari pria itu.


"Ambillah salah satu Tender perusahaan itu Paman, dengan begitu pria itu tidak akan curiga kalau kita sudah mengetahui semua sepak terjangnya." jawab Isabella.


"Menurutmu perusahaan mana yang akan kita ambil?" tanya Paman Ridwan. sesaat kemudian Isabella menunjuk salah satu pembangunan resort yang ada di kawasan negara Singapore.


"Nengapa kau memilih perusahaan ini?" tanya Paman Ridwan.


"Karena hanya perusahaan itu yang terlihat tidak terlalu mencurigakan Paman, walaupun perusahaan itu mungkin salah satu milik Aslan. namun kemungkinan pemilik dari perusahaan Itu mendapatkan ancaman dari Aslan." jawab Isabella.


Sedangkan Antonio yang mendengar percakapan sang istri bersama pamannya tersebut, pria itu sangat terkejut kalau sang istri adalah wanita yang sangat jeli dalam segala hal. Antonio nampak turun dari ranjangnya kemudian mendekati sang istri beserta pamannya tersebut.


"Apa yang kau lakukan, mengapa kau turun?" tanya Isabella kepada sang suami nampak Antonio tersenyum sembari melirik berkas-berkas yang ada di meja.


"Kau mau melihat bekas-bekas itu?" tanya Isabella kepada sang suami. nampak Antonio menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia duduk di samping istri dan melihat berkas-berkas di meja.


"Apakah semua berkas-berkas ini sama dengan berkas yang ada di perusahaan?" tanya Antonio. Bella menganggukkan kepalanya sedangkan Antonio menghela nafasnya sangat kasar.


"Memangnya apa yang dia inginkan dariku, Apakah dia tidak merasa bersalah karena telah dua kali ingin membunuh Ku." ucap Antonio kepada sang istri..

__ADS_1


** bersambung **


mohon dukungannya selalu dan jangan lupa tinggalin jejak, terima kasih 😊👍👍👍❤️❤️❤️😊🎶


__ADS_2