AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU

AKU MENCINTAI ISTRI KONTRAK KU
Terpancing cemburu


__ADS_3

2 Minggu telah berlalu


Tak terasa Setelah 2 minggu Dokter Smith tinggal di rumah Antonio.


"Bagaimana keadaanmu Antonio?" tanya Dokter Smith kepada sahabatnya.


"Kau dapat melihatnya sendiri kan? aku sudah ada kemajuan, dan tubuhku juga sudah bisa merasakan kan sedikit sentuhan." jawab Antonio.


"Ternyata perawat pribadimu itu sangat hebat, hampir 3 tahun kau tidak ada perubahan. namun, dengan ketelatenannya, hanya 6 bulan kau sudah merasakan kalau tubuhmu bisa merasakan sentuhan dan tidak mati rasa." ucap dokter Smith yang kemudian memasukkan peralatannya di atas pribadinya.


"..." tidak ada jawaban dari Antonio namun pria itu terlihat menarik sudut bibirnya.


"Karena itu, cobalah kau bersikap baik kepada pekerja mu itu. kalau kau bersikap kasar terus seperti ini, bisa-bisa dia kabur darimu Dan tidak mau merawatmu." sindir Dokter Michelle Smith yang membuat Antonio langsung mengerutkan dahinya.


"Itu bukan urusanmu, kau disini sebagai dokter pribadiku bukan sebagai juru bicara aku atau penasehatku." ucap Antonio yang membuat dokter Smith langsung diam.


"Dari dulu ucapanmu itu selalu membuat banyak orang yang sakit hati." sindir Dokter Smith yang membuat Antonio langsung melempar bantal ke muka dokter muda itu.


Sesaat kemudian


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Suara pintu kamar Antonio diketuk.


Nampak Tony langsung menghela nafasnya, karena dia tahu benar siapa yang mengetuk dengan suara seperti itu.


Ceklek


Pintu kamar Antonius dibuka oleh Bella, gadis cantik itu langsung menghampiri Antonio dengan membawa nampan yang berisi makanan, susu, air putih, dan camilan.


"Kan aku sudah bilang! kau tidak usah mengetuk pintu, langsung saja kau masuk." seru Antonio sambil menatap wajah Bella.


"Nanti kau bilang aku ini pekerja yang kurang ajar." sindir Bella sambil memutar bola matanya.


"Apakah kamu masih ada perlu dokter?" tanya Antonio yang melihat dokter Smith, menatap Bella dengan pandangan yang tidak teralihkan.


"Heh?" dokter Smith yang sedikit terkaget dengan suara keras dari Antonio.


"Kalau kau tidak ada keperluan lagi, aku ingin memakan makanan ku." ucap Antonio yang membuat dokter Smith langsung mengerti.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi." jawab dokter Smith yang kemudian pergi meninggalkan Antonio dan Bella.


Sebelum pergi, terlihat dokter Smith menatap wajah Bella sambil tersenyum.

__ADS_1


"Suapi aku." perintah Antonio kepada Bella.


"Mengapa harus di suapi?" tanya Bella.


"Jangan banyak bertanya! cepat kau suapi aku." ucap Antonio dengan suara yang keras yang membuat Bella langsung menghela nafasnya.


"Sekali-kali kau itu kalau berbicara dengan nada lembut sedikit kek! kalau kau seperti ini terus, mana ada wanita yang mau menikahimu." sindir Bella sambil memicingkan bibirnya, hal itu membuat Anthonio langsung melotot.


"Aku ini orang kaya! kalau aku sembuh pasti banyak wanita yang akan berjajar memintaku untuk menikahinya, bahkan kau pun akan melakukannya." sindiran Antonio kepada Bella.


"Ogah aku aku menikahimu, kau itu pria kasar tidak ada lembut lembut nya sama sekali. mending aku menikahi pria miskin, tapi dia mencintaiku dan memperlakukanku dengan sangat lembut." jawab Bella.


Jawaban yang keluar dari mulut Bella, membuat Antonio seketika langsung melempar kan piring-piring yang dibawa oleh Bella. hal itu membuat bela langsung terkaget.


"Apa yang kau lakukan!" seru Bella dengan nada yang sangat marah, karena makanan yang yang dia bawah dibuang oleh Antonio.


"Kau itu hanyalah seorang wanita miskin, dengan seenaknya kau menghina aku seperti itu! Kau kira aku mau menikahimu dan menjadikanmu istriku! lalu kau akan merasakan dan menikmati harta kekayaanku. aku ini juga pria normal yang tidak akan Sudi untuk jatuh cinta dan menikahimu, kau hanyalah wanita murahan yang aku beli." seru Antonio dengan suara yang sangat keras.


Seketika dada Bella terasa sesak, saat mendengarkan hinaan dari Antonio.


"Aku bukan wanita murahan! dan Aku tidak pernah menjual diriku, jangan pernah kau bilang kalau kau membeli ku." seru Bella dengan sangat keras, dan mata yang merah berkaca-kaca.


"Apakah kau selama ini tidak pernah merasa kalau aku telah memberimu selalu antonio.

__ADS_1


"Dasar kau pria brengsek." seru Bella yang kemudian pergi dari kamar Antonio, terlihat Bella sudah tidak bisa menahan air matanya


__ADS_2