
Nampak Antonio sudah bisa menjalankan bisnis nya melalui tempat yg jauh.
Di suatu tempat yang sedikit kecil, Aslan sudah mulai menjalankan bisnisnya. di sebuah rumah mungil yang telah dia beli bersama sang istri, nampak Antonio menjalankan bisnisnya yang ada di Indonesia, Paris juga Korea melalui telekomunikasi.
"Apa yang sedang kau lakukan, suamiku?" tanya Isabella kepada Antonio.
"Aku hanya sedang meneliti semua berkas-berkas yang dikirimkan oleh 3 perusahaan yang ada di 3 negara istriku." jawab Antonio.
"Apakah kau memerlukan bantuan?" tanya Isabella.
Antonio tersenyum kepada sang istri.
"Apakah kau tidak keberatan?" tanya Antonio.
"Tentu saja tidak." jawab Isabella.
Tak lama kemudian nampak seorang wanita datang ke tempat Antonio dan Isabella.
"Iya ada apa?" tanya Isabela dan Antonio yang melihat salah satu pekerjanya.
"Saya hanya ingin memberikan semua berkas-berkas ini kepada tuan Antonio." jawab wanita itu. nampak Isabella langsung mengambil berkas-berkas yang diberikan oleh wanita itu.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih. silakan kau pergi kembali karena aku akan mengecek kembali berkas-berkas ini." jawab Isabella.
Wanita itu sangat kesal saat melihat Isabella terus berada di samping sang suami,
__ADS_1
"Tapi saya harus memberikannya sendiri kepada Tuan Antonio." ucap wanita itu dengar Barbara.
"Aku tidak ingin melakukan kekerasan padamu. pergilah karena berkas ini sudah ada di tanganku." jawab Isabella.
Nampak Antonio menatap wanita itu, terlihat seorang wanita yang bernama Barbara mempunyai perasaan kepada Antonio. terlihat Isabella juga bisa membaca tatapan mata wanita itu.
"Dengar Barbara, istriku sudah mengambil semua berkas-berkas itu. Jadi kau kembalilah ke tempatmu untuk berkerja." ucap Antonio yang menyuruh Barbara Pergi kembali ke tempat kerjanya.
Terlihat sekali dari raut wajah Barbara kalau wanita itu begitu tidak suka dengan kehadiran Isabella.
"Mengapa wanita ini selalu saja menempel pada Tuan Antonio." ucap Barbara dalam hati sembari menatap wajah Isabella yang terlihat sangat cantik dengan riasan yang yang sangat sederhana.
"Oh ya, Tuan Antonio. Apakah anda tidak ingin kopi?" tanya Barbara kepada Antonio.
Nampak pria itu menggelengkan kepala sembari menunjukkan sebuah gelas yang sudah berisi kopi,
Nampak Barbara sangat kesal saat melihat wajah Isabella, terlihat Wanita itu sangat tidak menyukai kehadiran Isabella. semua jerih upaya barbara terasa digagalkan oleh wanita itu.
"Hello.. siapa, aku adalah istrinya. terserah gue mau ngapain suami gue." guman Isabella dalam hati saat melihat wajah Barbara yang lipat lipat.
"Kelihatannya wanita itu menyukaimu, suamiku." ucap Isabella.
"Aku tidak peduli hal itu, istriku." jawab Antonio.
"Apakah kau yakin?" tanya Isabella.
"Tentu saja aku yakin, karena aku tidak mungkin membuat seorang Nyonya mafia membunuhku dengan semua kebodohan ku." jawab Antonio.
__ADS_1
Malam telah menunjukkan sinarnya, akhirnya Antonio dan Isabella keluar untuk melakukan makan malam. begitu lama mereka tidak pernah bermesraan, karena semua permasalahan yang telah mendera mereka berdua.
"Selamat datang, Nyonya. tuan." sapa salah seorang pemilik restoran. terlihat Isabella dan Antonio sudah memasuki sebuah restoran yang begitu mewah.
Nampak sekali sepasang suami-istri itu tersenyum karena mereka telah kembali bersama.
"Apakah kau senang?" tanya Antonio.
"Tentu." jawab Isabella.
Terlihat Antonio sudah memesan semua makanan, sesaat kemudian nampak mereka berdua telah melakukan makan malam bersama sembari mengenang kembali kebahagiaan yang baru mereka raih namun telah dihancurkan oleh Aslan.
Canda tawa mengiringi raut wajah mereka berdua, hingga mereka kedatangan seorang tamu yang tidak pernah diundang oleh Antonio ataupun Isabella. seorang wanita yang memakai pakaian begitu minim dengan polesan wajah yang begitu tebal.
"Hai pria tampan!" seru salah seorang wanita yang datang menghampiri Isabella dan Antonio. nampak mereka berdua saling menatap satu sama lain, saat seorang wanita mendatangi meja dinner mereka.
"Lihatlah, siapa dia suamiku?" tanya Isabella kepada sang suami.
Nampak antonio menggelengkan kepalanya sembari menatap wajah sang istri, karena pria itu tidak pernah mengetahui ataupun kenal siapapun yang ada di negara ini. karena yang terlihat jelas Antonio adalah pendatang di Meksiko, yang dia kenal hanyalah Tuan Carlos beserta anak buahnya ataupun Isabella beserta anak buahnya.
Sedangkan yang lain nampak pria itu tidak mengenal satu orang pun, karena Meksiko adalah negara yang yang sangat asing bagi Antonio. sesaat kemudian nampak wanita itu mendatangi Antonio sembari tersenyum kepadanya, sedangkan Isabela yang melihat hal itu nampak wanita itu begitu tidak suka dengan kedatangan wanita itu.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Isabella kepada seorang wanita yang mengaku sebagai penggemar Antonio. sesaat kemudian Isabella memandang wanita itu sembari mengacungkan sebuah pistol kehadapan wanita itu.
"Kalau kau berani macam-macam dan tidak segera pergi dari tempat ini, Maka jangan salahkan aku jika salah satu peluru ku ini menembus jantungmu!" seru Isabella yang membuat wanita itu langsung pergi terbirit-birit meninggalkan Antonio.
** bersambung **
__ADS_1